Deplu:
Kelaparan Bisa Picu Negara Asing Tanyakan Status Papua
Jakarta
- Musibah kelaparan yang terjadi di Yahukimo, Papua dapat
membuat sejumlah negara mempertanyakan kembali status Papua.
Meski begitu, hingga kini pernyataan resmi belum terlontar
dari negara-negara yang selama ini mempertanyakan status
Papua.
Hal itu dikatakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu)
Yuri Thamrin dalam pertemuan dengan pers di Gedung Deplu,
Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (16/12/2005).
"Dalam konteks internasional memang ada
indikasi kasus kelaparan di Papua dipertanyakan pihak tertentu
untuk mempertanyakan statusnya. Namun sejauh ini, masyarakat
internasional masih melihat Papua berada di wilayah integral
NKRI," kata Yuri.
Dituturkan Yuri, kasus yang terjadi di Yahukimo
saat ini sebetulnya porsinya Menko Kesra Aburizal Bakrie.
Karena itu ia minta pemerintah segera menangani kasus tersebut
dengan tidak membeda-bedakan wilayah.
Sehingga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan
di Papua saja, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia.
Selain itu juga perlu disiapkan infrastruktur yang baik.
Menanggapi indikasi gereja asing diperbolehkan
masuk ke wilayah Papua, Yuri menjelaskan, hal itu harus
dilakukan sesuai dengan peraturan di Indonesia. "Selama
kedatangan misionaris asing di Papua tidak melanggar hukum
di Indonesia, maka hal itu diperbolehkan," katanya.
(umi/IM)
|