Seks Bebas di Kalangan Mahasiswa
Cina Meresahkan
Rita Uli Hutapea - detikNews
Jakarta - Praktek kumpul kebo dan seks bebas di kalangan
mahasiswa meresahkan banyak kalangan di Cina. Bahkan sebuah
universitas di negeri Tirai Bambu itu sampai harus mengeluarkan
aturan khusus mengenai hal itu.
Ketentuan itu ditetapkan oleh pihak Universitas Normal
Cina Selatan, yang mengatur larangan hidup bersama tanpa
ikatan perkawinan bagi seluruh mahasiswanya.
Para mahasiswa juga dilarang keras menjalin hubungan asmara
dengan pria atau perempuan yang telah menikah. Bagi yang
melanggar aturan itu akan dikenakan hukuman.
Demikian diberitakan harian lokal, South China Morning
Post seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (28/10/2005).
Dalam ketentuan baru ini, disebutkan bahwa merayu, menggoda
serta menyabotase perkawinan orang lain merupakan pelanggaran
regulasi kampus. Hukuman yang diberikan bagi mahasiswa yang
melanggar peraturan ini bervariasi. Mulai dari peringatan,
dikenai sanksi atau bahkan dikeluarkan dari kampus.
Namun mahasiswa juga diberikan hak untuk mengajukan banding
ataupun mengadakan hearing sebelum hukuman dijatuhkan. Wu
Zuxing, dosen di universitas tersebut mengatakan bahwa aturan
ini diperlukan untuk menuntun para mahasiswa.
"Kami harus menetapkan standar untuk memberitahukan
kepada mereka hal-hal benar apa yang harus dilakukan,"
ujarnya.
Namun sejumlah pihak mengritik aturan ini. Alasannya, mahasiwa
berhak memiliki kebebasan seks. Regulasi ini juga dianggap
tidak praktis karena sulit untuk mendapatkan bukti-bukti
pelanggaran. (ita/IM)
|