Bom Bali II Bingungkan Ahli Forensik 6 Negara

Denpasar, CyberNews. Tim ahli forensik dari enam negara hingga kini masih bingung untuk dapat menentukan jenis atau material bom yang telah meledak di tiga titik pada dua lokasi, Jimbaran dan Kuta, 1 Oktober lalu.
"Tim ahli forensik dari enam negara yang dilibatkan untuk melakukan identifikasi dan penelitian di lokasi kejadian, hingga sekarang belum dapat memastikan jenis bom yang meledak awal Oktober itu," kata Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, di Denpasar, Jumat (21/10).
Enam negara yang ambil bagian dalam melakukan penelitian secara laboratorium forensik pada tiga titik ledakan tersebut, tercatat Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jepang, Selandian Baru dan Indonesia sendiri.
Negara-negara yang dilibatkan itu tidak hanya diketahui telah menurunkan para ahli di bidangnya, tetapi juga perangkat Labfor yang tergolong mutakhir ke tempat kejadian di tiga titik ledakan tersebut.
Namun demikian, hingga menjelang tiga pekan peristiwa yang menewaskan 23 korban tewas dan 196 lainnya mengalami luka-luka itu berlalu, hingga kini belum dapat dikuak jenis bom rakitan yang telah "menyalak" tersebut.
Kapolda mengungkapkan, unsur-unsur bahan kimia yang dipakai untuk membuat bom yang meledak di Jimbaran dan Kuta, hingga sekarang masih gelap. Tidak seperti pada kasus bom Bali I, 12 Oktober 2002, pihak forensik dengan cukup cepat dapat mengenali material yang dipakai membuat bom rakitan saat itu, yakni beberapa unsur bahan kimia yang tergabung ke dalam "black powder".
Sementara bom yang meledak di Jimbaran dan Kuta, kata Irjen Pastika, belum dapat diketahui rimbanya. "Entah bahan apa yang telah mereka pergunakan untuk itu," ucapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Ditanya wartawan tentang kemungkinan adanya senyawa kimia baru, mantan ketua tim investigasi kasus bom Bali I itu menjawab pendek, "Wong ahlinya saja bingung, apalagi saya."
Diperoleh keterangan bahwa bom yang meledak di Jimbaran dan Kuta tidak hanya tanpa meninggalkan material jenis logam, tetapi juga tidak ditemukannya residu seperti umumnya pada sederet kasus peledakan bom rakitan.
Namun demikian, Kapolda mengatakan bahwa tim investigasi kasus bom Bali II akan terus berupaya mengungkap material yang dipakai "memberangus" puluhan korban tersebut, pada 1 Oktober lalu. Selain berupaya mengungkap material bom, tentu polisi masih harus bekerja keras guna dapat meringkus para pelakunya, yang hingga sekarang belum menemukan titik terang.( ant/Cn08/IM )

 

 

 


     

 


FastCounter by bCentral