AS Bangun 1.200 Kios
Wakil
Menteri Luar Negeri AS Karen Hughes menggendong bocah Aceh
saat berkunjung ke wilayah yang terkena tsunami tahun lalu
di Banda Aceh. "
BANDA ACEH - Wakil Menteri Luar Negeri AS Urusan Diplomatik
dan Hubungan Masyarakat Karen Hughes melakukan kunjungan
kerja ke Banda Aceh kemarin. Dalam kunjungan itu dia memberikan
bantuan modal kepada para pedagang. Dia juga berencana membangun
1.200 kios bagi pedagang yang berjualan di Pasar Aceh.
Kedatangan Hughes ini sempat memacetkan lalu
lintas dan mengagetkan sejumlah pedagang Pasar Aceh yang
umumnya berjualan pakaian dan mainan anak-anak. Dengan pengawalan
ketat, Hughes bertemu langsung dengan sejumlah pedagang
dan menanyakan kondisi mereka setelah bencana tsunami melanda
Aceh.
Salah seorang pedagang peci di Pasar Aceh,
Habibah, 25, mengatakan sangat senang dengan kedatangan
wakil menteri LN AS. Apalagi, kata Habibah, Hughes akan
memberikan bantuan modal dan pembangunan pasar.
"Saya harapkan bantuan yang diberikan
benar-benar untuk pedagang yang terkena musibah dan memang
berjualan di Pasar Aceh ini sebelumnya," ujar Habibah
yang rumah dan tempat usahanya hancur dilanda tsunami akhir
Desember 2004 lalu.
Mendengar ucapan itu, Hughes yang menyimak
lewat penerjemahnya merasa terharu. Dia mengatakan, masyarakat
Amerika akan terus membantu masyarakat Aceh. Dia mengaku
sudah menggalang dana di Amerika untuk dikirimkan ke Aceh.
Hughes juga sangat bangga dengan tekad dan
usaha masyarakat Aceh yang mulai bangkit. "Saya senang
melihat orang Aceh yang tidak lagi memikirkan tsunami dan
sudah mulai bangkit dan berusaha menghidupkan perekonomian
di Aceh," katanya.
Pasar Aceh merupakan pusat perdagangan terbesar
di ibu kota Provinsi NAD. Gempa dan tsunami telah mengakibatkan
ratusan pedagang di pasar itu kehilangan tempat usaha.
Atas permintaan wali kota Banda Aceh, AS melalui
USAID memberikan dana kepada kantor Migrasi Internasional
untuk membangun 1.200 kios sebagai pasar sementara. Proyek
ini memungkinkan para pedagang memperoleh kembali mata pencaharian
mereka serta menghidupkan aktivitas perdagangan di jantung
ekonomi Kota Banda Aceh. (IM)
|