|
 |
|
Uji
coba peralatan militer
Dilaporkan Oleh : Dr.Irawan.
Edward Air Force Base Sept 1 , 2005
Atas undangan Commander Heal dari Los Angeles
Sheriff's Department pada September 1, 2005, Indonesia Media
berkesempatan menyaksikan uji coba peralatan bantu militer
yang digelar di lapangan udara militer Edward Air Force
Base di Palmdale. Setelah melalui security check yang super
ketat dan melalui barikade-barikade beton di pintu utara
maka tibalah disuatu tempat yang di set sedemikian rupa
agar bisa mengakomodasi rangkaian uji coba tersebut. Sebelum
dimulai Commander Heal melakukan briefing terhadap media
masa memberi pengarahan apa yang boleh dilakukan dan apa
yang tidak, yang pasti arah dari kamera kami dilarang keras
dihadapkan kepada gedung-gedung difasilitas tersebut, semua
view finder di check oleh deputy. Tampak media masa dari
CNN, NPR, media dari Eropa, dan Fox 11 yang datang terlambat,
sedangkan media masa dari golongan Asia tidak ada yang tampak,
kecuali Indonesia Media.
 |
Rupanya tempat uji coba itu menggunakan jalur
aspal yang sejajar dengan landasan pacu pendaratan pesawat
ulang alik ruang angkasa (Space Shuttle), hal ini adalah
rekaan kami mengingat banyaknya pesawat-pesawat yang aneh-aneh
bentuknya naik turun disitu.
Alat pertama yang diperagakan adalah "MAD"
(Magnetic Acoustic Device), ini adalah technologi audio
yang menggunakan system magnetic transducer yang bisa membawakan
kejernihan suara sampai melebihi diatas 1 mile. Pada kejauhan
seperempat mile saja masih bisa memekakan gendang pendengar,
sampai satu mile saja masih bisa diterima dengan 60 decibell
pada frequency midrange, setelah itu pada 1,25 mile ada
penurunan menjadi 50db. Kegunaan alat ini adalah untuk menyiarkan
audio dimedan pertempuran dan sebagai pengeras suara yang
bisa digunakan dari helicopter dimedan bencana. Diakui pula
oleh Commander Heal, bahwa alat ini bisa menjadi pengecoh
musuh di medan perang. Alat ini mengkonsumsi 4 kw pada output
maximum.
 |
 |
LRAD (Long distance acoustic device), juga
semacam alat pengeras suara yang bisa berjarak jauh, tapi
tidak sekuat MAD, namun kelebihannya adalah bisa dijalankan
dengan baterai dan sangat portable, termasuk manuver untuk
memberikan pengarahan sudut sempit tak lebih dari 15 derajat.
Disamping bisa digunakan untuk komunikasi antar kapal dilaut
seperti coast guard, bisa juga dikaryakan sebagai nonlethal
weapon. Orang yang ditembak dengan suara yang bernada tinggi
ini dalam jangkaun dibawah 150 yards bisa menderita sakit
kepala dan mual, senjata ini bisa digunakan untuk melawan
teroris dan penyanderaan dengan ancaman senjata kimia. Karena
dengan audio tidak mungkin akan terjadi kontaminasi ke bahan
kimia maupun peledak.
 |
Selanjutnya adalah alat penglihat malam
hari dan alat pembuta laser yang dapat membutakan sementara
ini juga dikategorikan sebagai non lethal weapon. Yang terakhir
adalah alat penterjemah 60 bahasa sebesar kotak cerutu.
Alat ini banyak digunakan di Irak oleh tentara AS. Ada cerita
lucu dari alat ini kata perusahaan yang membuatnya, dulu
digunakan suara wanita sebagai penterjemahnya, namun perintah
yang dikeluarkan dari suara wanita tidak pernah dipatuhi
baik oleh pihak musuh maupun kawan di Arab, akhirnya alat
ini di recall dan diganti dengan suara laki-laki dari penterjemahnya
untuk meningkatkan kinerja alat ini. Rupanya di Timur Tengah
wanita masih belum bisa duduk sama rata dengan pria. (IM)
|