MENINJAU PABRIK PLYWOOD DI CHINA
Oleh: Tjwan Lok

DMS Trading Company sudah sangat lama mengerjakan
import plywood  dari Indonesia , tetapi achir2 ini
sangat sukar mendapatkan plywood karena sulitnya bahan
baku Meranti.

Tahun yang lalu pimpinan kami, Mr. Lung, mendengar
bahwa China mulai export plywood. Industri plywood di
China dimulai sekitar tahun 90-an. Tahun 1993-95 masih import dari negara2 tetangga kl. 2 juta m3/thn. Tahun 1999-2000 importnya masih 1 juta m3/th. Tetapi sejak thn 2001 untuk pertama kali export plywood China sudah melebihi importnya, bahkan tahun yl (2004) produksi plywood China sudah no. 2 didunia setelah USA.

Setelah mempersiapkan diri kl 1 th, melalui tilpun, fax, email dan pengiriman2 samples, achirnya dari 70 pabrik2, kita pilih 14 untuk dikunjunginya pada bulan
Juni yang lalu.

Dengan memakai kota Shanghai sebagai basis operasi, minggu pertama kita meninjau 4 pabrik di kota Xuzhou dan Pizhou ( Jiangsu Province ). Didaerah ini ada terdaftar 84 pabrik2 plywood. Di kota2 Linyi, Jining dan Jinan (Shandong Prov.) kita meninjau 7 pabrik. Shandong sangat makmur dengan hasil pertanian dan kehutanan. Minggu kedua kita meninjau 3 pabrik yang sangat  besar di kota Hangzhou (Zhejiang Prov.)

Saya tidak akan menceritakan pabriknya satu per satu,
karena akan memakan tempat yang sangat banyak.  Pada
prinsipnya kita meninjau pabrik2nya melalui proses2
sbb:

1. Melihat Kayu/lognya direndam di air dahulu agar
 lemas dan mudah dikupas (peel).Ini disebut
 'debarker'.Kupasan2 ini berupa lapisan2 veneer yg sgt tipis.

2. Kita melihat Veneer2 ini dipotong2 berupa lembaran2 yg sesuai dgn panjang dan lebar yg dikekehendaki(di US ,ukuran2 plywood umumnya 4 ft wide dan 8 ft long dgn tebalnya 1/4 sampai 3/4 inch).
3. Kita melihat buruh2nya (semua wanita) memilih sheet  yg kering (keluar dari dry kiln), dimana yg jelek  dibuang lalu memakai alat yg disebut "plugger"  tempat2 itu ditambal dg sheet2 yg baik.
4. Kita melihat veneer2 itu disusun2 berdasar permintaan pasar (7 lapis atau kurang), kemudian melalui mesin perekat (glue) disusun satu per satu dan
 gluenya diratakan (spreader). Sheet yg tengahdisebut "core" sedang yg diluar disebut "face and back).
5. Kita melihat panel2 yg sudah dikasih perekat (load of glued panels)dimasukan dlm mesin press pemanas (270-330 derajat sekitar 4-12 menits). Selesai ini, diperiksa oleh Quality Control technitiannya, dan di"graded"
Proses2 nomor 1,2,4 dan 5 dikerjakan oleh buruh2 lelaki. Mesin2 yg dipakai semuanya "made in China ". Dan untuk melihat kwalitas2 end product inilah, oleh Mr. Lung (CEO) meminta bbp plywood2 yg siap utk diexport dibongkar satu per satu secara random (atas, bawah, tengah) dan diperiksa smooth atau tidak,
corenya bergelombang (woble) dll. Mr. Lung sudah lebih dari 25 th mengerjakan plywood, maka dia tahu pasti bagaimana kwalitas plywood China . Dia sangat puas dgn hasil peninjauan 14 pabrik2 ini. Gaji2 buruh lelaki sekitar $150/bulan sedang yg wanita $100/bl. Kuranglebih 40% dapat ditabung. Productivitas mereka sangat tinggi, jarang kita lihat mereka ngobrol2. Makan siang dijamin pabrik, sewa apartment disubsidi, ke pabrik dijemput, pendeknya jaminan2 sosial cukup bagus.

PENERAPAN SISTEM EKONOMI BARAT

Mengapa China dlm waktu kl 10 thn sudah dpt export
plywoodnya bahkan th yl no. 2 setelah US ?
Perencanaan pembangunan ekonomi memang masih berdasar
Central Planning, tetapi ini disesuaikan dg Regional
Planningnya. Dg melihat kebutuhan2 utama dan resources
yg ada disetiap provinsi, Pemerintah memberi
prioritas2nya. Contohnya pabrik2 plywood yg sgt dibutuhkan utk pembangunan2 konstruksi, jalan2, rumah2 dibantu sesuai dg hasil hutan2nya dan importnya. Mula2 pengusaha2 sgt ragu2 mendirikan pabrik2nya, mengingat kondisi infra-structurenya masih sgt buruk.

Disinilah peranannya Pemerintah. Freeways/listrik/ air/telekomunikasi dll infra-structure dibangun secara besar2an (Tanpa terasa China menggunakan teorinya Keynes: Investment/Keynesian Multiplier). Pengusaha2 diberikan incentives misalnya: tanah2 disediakan cuma2 utk bangunan abrik/warehouses, import kayu (Okume/Meranti/Birch) dikenakan beaya rendah, adanya export bonus, tax holiday (fiscal policy), interst rendah dll subsidi. Meskipun demikian pengusaha2 tidak lantas rebutan mendirikan pabrik2. Syarat2nya sgt berat, yalah diharuskan memersiapkan business plan dan feasibility study yg accurate. Kalau dlm waktu yg ditentukan si pengusaha tidak mencapai targetnya,
fasilitas2nya bisa dicabut bahkan ada kemungkinan diambil alih oleh Pemerintah.

Autonomous investment dari Pemerintah inilah yg membawa hasil rentetan2 yg positive bagi pembangunan ekonomi (Teori ekonomi menyebut: Induce vestment), misalnya pabrik export produknya dan dpt divisa/income,  supplier kayu ke pabrik mendpt income, penebang2  kayu jual hasilnya ke supplier dpt income yg dibelajakan sehingga toko2 banyak berdiri dst. Sedangkan buruh2 pabrik yg sebagian incomenya ditabung di bank/deposit, ini juga membaea hasil rentetan2 effect ekonomi yg positive (disebut Deposit Multiplier). Contohnya: buruh A deposit $100 ke bank X, dan berdasar Reserve Ratio requirement dari
Bank Central (monetary policy), misalnya 20%, maka Bank X menahan $20,- sedang yg $80,- diberikan utk loan kpd pabrik M, yg lalu deposit ke Bank Y,
 dan Bank Y menahan $16,- (20%) sedang yg $64,- (80%) diberikan utk loan ke pabrik N dst dst. Jadi dg initial satu buruh pabrik deposit $100, bank2 dpt mempengaruhi money supply di masyarakat. Bayangkan bagaimana effectnya money supply yg ditimbulkan oleh bank2 itu kalau ribuan buruh2 menabung uangnya di bank2. jelaslah, meskipun China itu negara Komunis, tetapi
tidak segan2 memakai "market system" demi kemajuan Negara dan kemakmuran rakyatnya. Ini baru contoh pabrik plywood, dan Anda dpt melihat bagaimana kemajuan ekonomi China dibidang2 ekonomi lainnya!

___________________________________________________
Penulis adalah pensiunan Union Bank of California ,
membantu DMS Trading Co. bagian Strategic network
Group.

 

     

 


FastCounter by bCentral