PEMALSUAN SEJARAH
oleh Sie Hok Tjwan
Pemerintah Belanda bersikeras telah "menyerahkan kedaulatan" kepada Indonesia pada tg. 27 Desember 1949. Ini merupakan pemalsuan sejarah karena Belanda tidak memiliki kedaulatan yang katanya mereka "serahkan" itu. Jaman lampau kedaulatan kolonial telah diperoleh dengan cara menyerang, menjatuhkan serta menduduki negara-negara di Nusantara. Sesuai dengan norma tsb Belanda sendiri telah kehilangan kedaulatan atas tanah jajahannya ketika Hindia-Belanda dihancurkan oleh Jepang pada tahun 1942 dan sejak itu Hindia-Belanda tiada lagi. Dengan proklamasi pada tg. 17 Agustus 1945 kedaulatan telah direbut oleh Republik Indonesia. NICA (Netherlands-Ind. Civil Administration) yang didirikan di Australia dan tentara yang dikirim dari Nederland tidak berhasil menjatuhkan RI, gagal merebut kembali kedaulatan.
Konperensi Meja Bundar (KMB) bersifat konperensi dengan "todongan tentara Belanda sebagai pistol". Umum diketahui bahwa persetujuan dengan ancaman pistol (met het pistool op de borst) tidak mempunyai kekuatan hukum. Disatu pihak saya mendengar sendiri seorang Belanda yang berkedudukan tinggi mengatakan, pihak Belanda tidak dapat mempertahankan diri lebih lama lagi (letak Indonesia jauh dan ongkos kedua "politionele acties" diperkirakan 2(dua) milyar gulden. Untuk itu waktu suatu jumlah yang besar sekali. Amerika Serikat tidak setuju uang bantuan Marshall dipergunakan untuk itu). "Kami angkut sebanyak mungkin." Siang malam kereta-api mengangkut bahan ekspor dari daerah-daerah pedalaman ke pelabuhan. Dilain pihak RI telah menandatangani persetujuan KMB agar tentara Belanda secepat mungkin angkat kaki pulang ke Nederland. Memang 8(delapan) bulan setelah KMB, RIS sudah dibubarkan. Pada thn. 1956 Indonesia sepihak membatalkan perserikatan Indonesia-Belanda disusul pembatalan Finec (keuangan-ekonomi). Itu tahun juga Indonesia berhenti membayar "hutangnya" kepada Nederland. Akhir 1957 perusahaan-perusahaan Belanda disita dan 1958 orang-orang Belanda diharuskan meninggalkan Indonesia. Melalui PBB, Irian Barat tahun 60-an masuk menjadi wilayah Indonesia. Sayang antara 1950-1956 Indonesia telah membayar hampir 4(empat) milyar gulden "ganti kerugian" kepada Negeri Belanda. Tidak terlalu beda dengan jumlahnya bantuan Marshall dari USA kepada Nederland antara 1948-1953. Bantuan Marshall merupakan PINJAMAN sedangkan pihak Indonesia telah melakukan PEMBAYARAN. Bantuan Marshall dipuji-puji sebagai tulang punggung pembangunan Nederland paskah perang dunia ke II, sedangkan hadiah dari Indonesia di-sidam seakan-akan tidak berperan dalam keberhasilan pembangunan Negeri Belanda. Lihat "De Indonesische injectie" di internet, Lambert Giebels dalam majalah De Groene Amsterdammer ttg. 5 Januari 2000. Sebetulnya begitu tentara Belanda tiada lagi, Indonesia seketika itu juga dapat memberhentikan pembayaran kepada Negeri Belanda. Malahan, seyogianya Indonesia menuntut ganti-kerugian untuk jaman penjajahan.
Dengan tidak mengakui 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia pemerintah Belanda bersikap tidak realis. Apakah Duta Besar Belanda di Indonesia tiap tahun tidak menghadliri upacara peringatan tsb? Tidak menghadliri untuk berapa lama lagi? Pada suatu waktu pemerintah Belanda akan terpaksa mengakui juga. Hari Kemerdekaan Indonesia ditentukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Belanda tidak berwenang menentukan hari kemerdekaan negara lain.
Menurut ukuran sekarang terbentuknya Hindia-belanda merupakan perbuatan kejahatan perang. Ambon dijajah selama 337 tahun, Jakarta 323 tahun, selesai perang Diponegoro baru dapat dikatakan seluruh Pulau Jawa sedari 1830 hingga 1942 selama 112 tahun, Lombok kira-kira 48 tahun, Aceh satu-satunya daerah yang tidak pernah 100% dikuasai Belanda. Perang Aceh berlangsung dengan kejamnya terus-menerus selama 69 tahun dari 1873 hingga kedatangan balatentara Dai Nippon.
Fakta-fakta sejarah menunjukkan orang Eropa ketika datang di Asia Tenggara, telah menghadapi kekuatan yang setanding.
Pada thn.1596 untuk pertama kalinya kapal Belanda tiba di Banten. Catatan-catatan orang Portugis melukiskan Banten sebagai kota yang dikelilingi benteng bertingkat 3(tiga) dengan meriam-meriam yang ampuh (good guns). Menghadapi keadaan demikian pihak Belanda menyatakan "telah datang untuk berdagang dalam persahabatan".
Ambon adalah tempat yang pertama-tama diduduki Belanda. Sebelumnya, pada tahun 1522 orang Portugis mendirikan benteng di Ternate. Pada tahun 1574 orang Ternate berhasil mengusir mereka dan orang Portugis pindah ke Ambon. Tahun 1605, sembilan tahun setelah tiba di Banten, Belanda merebut benteng Portugis di Ambon.
Di pulau Jawa orang Portugis ada permufakatan dengan orang Sunda untuk mendirikan benteng di pelabuhan Sunda Kalapa. Namun sebelum orang Portugis tiba, Sunda Kalapa telah direbut oleh Sunan Gunung Jati, Panglima Kerajaan Demak. Beliau berhasil mengalahkan orang Portugis yang hendak masuk Sunda Kalapa serta mengusirnya. Pada tahun 1526-1527 Sunan Gunung Jati mengganti nama Sunda Kalapa dengan nama Sanskerta (Sanskrit) Jayakarta.
Menuntut ganti kerugian dari Belanda praktisnya tidak workable. Namun secara yuridis kami baca tentang Tiongkok-Jepang dalam buku Iris Chang "The Rape of Nanking" di halaman 183-4 sbb.: "The People's Republic of China has never signed a treaty with the Japanese relinquishing its right to seek national reparations for wartime crimes …(but) … even if such a treaty is made, it cannot, under the principle of jus cogens , infringe upon the right of individual Chinese people to seek reparations for wartime suffering." Dalam hal Indonesia-Belanda, biar seumpama-kata didalam persetujuan KMB, Indonesia telah melepaskan hak ganti-kerugian dan hak penuntutan kejahatan perang, masih ada kemungkinan bagi orang Indonesia untuk menuntut secara perseorangan. Lebih-lebih kalau status persetujuan KMB sudah batal. Dalam hal ini pemerintah RI pun berhak mengadakan tuntutan.
Penulis adalah ahli sejarah dan merupakan contributing editor dari majalah dwi mingguan Indonesia Media. Beliau juga menulis biku-buku sejarah tentang Asia Tenggara yang mengisi perpustakaan diberbagai perguruan tinggi di beberapa negara.
|