Seandainya Dulu Ada Zheng He Kongsi Christianto Wibisono

Iran, hari Jumat, 24 Juni, kubu garis keras konservatif menyapu bersih 2/3 suara dari hampir 50 persen pemilih menempatkan Mahmoud Ahmadi Nejad sebagai presiden dari kalangan proletar bukan ulama mengalahkan mantan Presiden Hashemi Rafsanyani. Konflik Iran dengan AS dan UE diperkirakan akan tetap menajam karena watak garis keras Ahmadi Nejad.

Persaingan global Barat Timur Islam sebagai pengejawantahan dari teori the clash of civilization tampaknya tidak akan mudah lenyap. Karena memang dipelihara dengan sadar oleh para elite untuk memperoleh posisi kepemimpinan bangsa melalui cara paling populer, mengeksploitasi sentimen agama, kelas dan ras.

Minggu kemarin, dunia digegerkan oleh penawaran pembelian Unocal, perusahaan minyak terbesar ke-9 di AS oleh CNOOC, BUMN RRT ke-3 dengan transaksi US$ 18,5 miliar. CNOOC mengalahkan Chevron, raksasa minyak AS ke-2 terbesar yang hanya berani membayar US$ 16,5 miliar. Tapi Chevron akan menikmati ganti rugi US$ 500 juta karena pembatalan transaksi.

Senator dan Kongreswan kelabakan seperti kebakaran jenggot dan menuntut pemerintah meneliti dan bila perlu mencegah pembelian Unocal oleh CNOOC. Mereka mungkin keki kenapa CNOOC lihay memakai kredit Goldman Sachs dan JP Morgan Chase dalam pembelian Unocal. Kolumnis Thomas Friedman dalam The New York Times hari Jumat 24 Juni, menyesalkan sikap primitif dan ketinggalan zaman dari elite politik AS yang sangat chauvinis di tengah gelombang globalisasi bisnis.

Tapi, memang operasi pengambilalihan perusahaan bermerek terkenal ( branded ) oleh RRT telah berlangsung secara intensif. Perusahaan komputer Lenovo misalnya, telah membeli divisi PC milik IBM. Haier Group membeli pabrik mesin cuci Maytag, perusahaan televisi TLC membeli Thomson Prancis yang sudah menguasai merek RCA.

Tidak ada jalan lain bagi RRT untuk masuk ke pasar global selain membeli merek terkenal. Sebab, kesempatan untuk menumbuhkan merek sendiri seperti Jepang dan Korea dengan pasar domestik yang diproteksi sudah lewat. Pasar Tiongkok sudah terbuka untuk pelbagai merek sehingga merek lokal Tiongkok akan sulit menembus pangsa pasar global.

Karena itulah, strategi RRT ialah membeli langsung perusahaan dan merek terkenal di AS. Globalisasi bisnis sebetulnya punya hukum besi, siapa kerja keras dan rajin akan menikmati manfaat, prinsip meritokrasi.

MASYARAKAT Semarang akan memperingati hiruk pikuk 600 tahun ekspedisi Laksamana Zheng He. Seorang penulis Barat (bule tulen) Gavin Menzies dengan gaya sangat "AZS" (Asal Zheng He Senang) mengarang buku berjudul 1421 sebagai tahun penemuan benua AS oleh ekspedisi Zheng He.

Jadi, Zheng He mendahului Columbus menemukan benua Amerika. Saya termasuk yang tidak melihat validitas hipotesa Menzies dan menganggap buku itu sebagai teknik salesman untuk menarik hati satu miliar pembaca bangsa Han.

Tapi saya terkesan oleh teori dan penelitian yang telah diluncurkan tentang kenapa Timur (Tiongkok dan Islam serta India) yang pernah menyamai atau melebihi Barat (Eropa) sampai abad ke-17, kemudian malah terpuruk dan ketinggalan dari Barat (Eropa).

UNESCO pernah melakukan studi dan salah satu kesimpulan ialah peranan renaissance dan aufklarung, reformasi dan revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, Serta sistem demokrasi dan meritokrasi sebagai suatu kesatuan iklim komprehensif yang menciptakan masyarakat inovatif, kreatif dan produktif.

Kombinasi dari lompatan jauh di bidang agama, iptek, sistem sosial budaya dan pola ekonomi itulah yang menjadi rahasia keunggulan Barat. Sementara Timur, baik Tiongkok, India, dan dunia Islam, semuanya terbelakang dan terpuruk karena walaupun pernah mengalami kejayaan setara dalam tingkat dunia, kemudian merosot menjadi kekuatan konservatif yang sangat stagnan dan impoten.

Seandainya Zheng He tidak hanya menjadi musafir yang berkelana tanpa tujuan dan sasaran objektif, barangkali sejarah Indonesia , Asia Tenggara dan Tiongkok bahkan dunia mungkin akan berbeda. Seandainya Zheng He mendirikan Zheng He Kongsie seperti Belanda mendirikan VOC dan Inggris mendirikan EIC untuk memonopoli perdagangan Asia Eropa, tentu sejarah dunia akan lain.

Tapi Zheng He mewakili dinasti Ming yang digulingkan oleh dinasti Qing sejak 1644 yang tidak antusias untuk melanglang buana. Karena Qing sendiri merasa diri mereka sebagai "penjajah" di Tiongkok atas bangsa Han. Karena itu, dinasti Qing melanjutkan kebijakan dinasti Ming pasca Zheng He yang tidak merestui ekspedisi yang dianggap avonturir belaka.

Sebaliknya Eropa memang membutuhkan rempah-rempah Indonesia untuk mata pencaharian dan komoditas dagang yang bernilai tambah sangat tinggi untuk kehidupan ekonomi mereka. Itulah sebabnya, Belanda melalui VOC, dan Inggris melalui EIC, menerapkan monopoli di Indonesia dan India . Tapi kedua BUMN itu akhirnya akan dibubarkan karena korupsi dan dilanjutkan oleh administrasi kolonial Belanda dan Inggris.

Petualangan Eropa Barat mencari rempah-rempah ke India dan Indonesia merupakan naluri survival untuk eksistensi hidup yang akhirnya sukses untuk membentuk imperium Belanda dan Inggris. Sementara ekspedisi Zheng He bagaikan piknik santai yang tidak punya missi bisnis, politik ataupun ekonomi. Karena mereka merasa super power dan cukup puas bila dihormati dan diberi upeti.

Kadang-kadang malah Tiongkoklah yang mengirim putri raja untuk dikawinkan dengan Sultan di semenanjung Malaya . Peranan pengawal putri itulah yang dilakukan oleh salah satu ekspedisi Zheng He Jadi bukan putri Asia Tenggara dikirim ke Tiongkok, malah dinasti Ming yang mengirim putri ke Malaya .

Apakah dengan kepolosan dan kenaifan ekspedisi Zheng He bisa diambil satu patokan bahwa di masa depan politik luar negeri Tiongkok terhadap Asia Tenggara dan dunia umumnya tidak akan berubah menjadi hegemoni.

TIDAK dapat disangkal bahwa kebangkitan Tiongkok di abad 21 ini meresahkan super power AS. Menhan Donald Rumsfeld mengkhawatirkan pertumbuhan persenjataan RRT. Mantan Menlu Henry Kissinger khusus menulis kolom 13 Juni di The Washington Post , Containtment won't work menolak teori Rumsfeld.

Sekitar 600 tahun yang lalu Zheng He hanya seorang petualang romantis, mirip mahasiswa pencinta alam dan karena itu Zheng He tidak mendirikan semacam Kongsi mirip VOC atau EIC. Tapi sekarang Zheng He modern dengan baju CNOOC, Lenovo dan senjata ketrampilan ilmu ambil alih perusahaan dari Wall Street, mencaplok perusahaan milik AS dengan metode canggih sistem kapitalis.

Jika reaksi AS seperti dikritik Thomas Friedman adalah mundur menjadi chauvinis primitif, maka masa depan dunia jelas akan bergeser ke pihak yang lebih progresif. AS akan menjadi stagnan, impoten dan tidak berkinerja optimal, karena mengabaikan asas meritokrasi dan merosot menjadi chauvinist yang tidak lebih modern dari rezim Taliban dan penganjur syariah di Timur Tengah.

Kemenangan Ahmadi Nejad di Iran dan geger pencaplokan Unocal oleh CNOOC membuktikan bahwa rivalitas sejarah antara Barat, Timur dan Islam masih sangat faktual.

Dalam jangka panjang kita semua memang mengharapkan teori Fukuyama bahwa semua bangsa akan menerapkan demokrasi dan HAM dalam penyelesaian konflik internal maupun internasional. Namun, di balik segala rencana dan keinginan manusia, kadang-kadang dunia yang masih berprospek panjang ini tetap merupakan ajang pertarungan moral antara kebenaran dan kebatilan. Kata kunci dari pergulatan setua manusia ialah demokrasi sejati dan moral penegak HAM sebagai jaminan survival -nya manusia.

Barat menciptakan pemilu sebagai metode untuk memecahkan konflik politik tidak dengan saling bunuh. Dalam balapan ekonomi global juga harus menerima risiko kalah dalam kasus Unocal. Kalau Barat sendiri merosot menjadi paranoid dalam balapan meritokrasi maka Barat akan disusul dan dibeli oleh Timur yang sudah trampil dan menguasai me- todologi Barat dalam pencapaian kinerja peradaban modern.

Zheng He 1405 jelas belum sampai ke AS. Tapi Zheng He modern CNOOC akan mendarat dan membeli Unocal di bumi California . Sementara, kita masih berkutat dengan perundingan blok Cepu dengan Exxon Mobil dalam posisi stagnan awal industri migas nasional. Pertamina masih saja ketinggalan dari adik-adiknya yang lahir belakangan seperti Petronas Malaysia dan CNOOC dan kawan-kawannya di RRT. (IM)

 

     

 


FastCounter by bCentral