|
 |
|
Semangat Cinta Kasih di Gedung Baru
Minggu pagi, 17 Juli 2005, Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia yang diwakili oleh Sugianto Kusuma dan Franky O. Widjaja didampingi pemimpin Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, meresmikan bangunan sekolah baru yang merupakan bantuan dari Tzu Chi. Melalui ini, Tzu Chi kembali membuktikan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan di Indonesia, sekaligus juga menyebarkan cinta kasih universal tanpa memandang perbedaan suku bangsa, ras, ataupun agama.
Nuansa persaudaraan terasa betul pagi itu. Acara peresmian diadakan tepat di halaman gedung sekolah yang baru, dihadiri oleh Habib Assegaf, pemimpin Pondok Pesantren Nurul Iman, perwakilan Tzu Chi Indonesia, Tzu Chi Taiwan, dan Tzu Chi Kanada. Tidak kurang dari 100 orang relawan Tzu Chi juga hadir dalam acara tersebut.
Ribuan santri yang belajar di pondok pesantren yang berlokasi di Parung, Bogor , Jawa Barat tersebut juga hadir memenuhi halaman sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diisi berbagai acara, seperti barongsai, ketrampilan bela diri, tarian, bahasa isyarat tangan, dan puisi. Sebagian besar rangkaian acara ini dipersembahkan langsung oleh para santri yang belajar di sini.
Dalam sambutannya, Tzu Chi yang diwakili oleh wakil ketua Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, menyatakan bahwa bantuan pembangunan gedung sekolah adalah hasil sumbangan dari seluruh relawan Tzu Chi. “Sumbangan ini bukan datang dari saya atau Pak Franky, tapi datang dari seluruh Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, seluruh donatur yang ada di tempat ini. Kerja Tzu Chi bukan kerja perorangan, semua pakai team work. Ini ajaran dari guru kami,” ujarnya.
Sedangkan Habib Assegaf yang mewakili Pondok Pesantren Nurul Iman dalam sambutannya berharap agar seluruh santri dapat belajar cinta kasih seperti yang ditunjukkan oleh Tzu Chi. “Yayasan Tzu Chi mengajarkan kepada kita semua untuk mempunyai budi pekerti yang mulia. Karena dengan budi pekerti yang mulia, manusia akan memiliki cinta kasih yang mendalam dengan sesamanya,” pesannya pada para santri.
Gedung sekolah yang pembangunannya dicanangkan 28 Agustus 2004 ini akhirnya resmi dibuka dengan pemotongan nasi tumpeng, penandatanganan prasasti, dan pemotongan pita kain penutup nama sekolah. Usai itu, dilanjutkan dengan memasuki salah satu ruang kelas. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan sumber air bersih yang dibangun Tzu Chi.
Menurut Habib Assegaf, santri yang belajar di Pondok Pesantren Nurul Iman terus bertambah tiap tahunnya. Setiap tahun ajaran baru, tidak kurang dari 1500 anak yang mendaftar. Gedung sekolah dua lantai yang terdiri dari 24 ruang kelas, 2 ruang guru, dan 4 toilet yang masing-masing di dalamnya terdiri dari 8 kamar mandi dan 5 WC tersebut diharapkan mampu memicu semangat santri untuk tekun belajar.
“Tentu saja dengan adanya bangunan baru dan sekolah yang megah ini, kami akan meningkatkan belajar kami dan lebih bersemangat untuk menuntut ilmu,” tekad Muhammad Baihaqi, salah seorang santri.
Kini para santri boleh bergembira karena dapat menempati gedung sekolah yang sangat baik. Semoga cinta kasih yang diwujudkan oleh Tzu Chi ini makin menumbuhkan rasa persaudaraan di hati para santri tanpa mempedulikan berbagai perbedaan yang ada.
|