843 Kontainer Menumpuk di Belawan
Medan , Kompas - Sejumlah 843 kontainer barang bantuan bagi korban bencana Aceh dan Nias masih menumpuk di Pelabuhan Belawan. Satkorlak Bencana Alam Sumatera Utara menuding Bea dan Cukai Belawan menghambat proses pengeluaran barang—kebanyakan bahan makanan yang mudah busuk.
Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Bencana Sumatera Utara, Edi Aman Saragih, di Medan, Selasa (26/7), mengatakan, â€Mereka (Bea dan Cukai) beralasan, barang-barang tersebut belum ada izin dari Menteri Perdagangan,†katanya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Belawan Cerah Bangun menegaskan, Sepanjang dokumen ada, akan kami keluarkan. Kami siap 24 jam. Tetapi, izin dari Menteri Perdagangan itu mutlak karena kami juga diaudit BPK.
Dari 470 kontainer beras, 270 kontainer bantuan dari AS dan Taiwan belum diurus izinnya, kata Cerah. Saat ini ada sekitar 500.000 pengungsi di Aceh dan 150.000 pengungsi di Nias.
Menurut Edi, kesulitan pengurusan dialami lembaga penyalur bantuan di luar instansi Satkorlak dan pemerintah. Akhirnya, alamat sebagian bantuan dialihkan ke Satkorlak.
Tanggal 11 Januari Menteri Perdagangan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan impor barang dengan kapal laut harus mengajukan lebih dulu permohonan persetujuan impor ke Menteri Perdagangan—dengan melampirkan rekomendasi Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsi serta departemen terkait. (AIK)
|