Kunci Penarikan Mundur TNI dari Aceh Ada di Tangan Ryamizard Ryacudu
Wawancara Ranesi di Hilversum, 01 Juli 2005
Melalui sebuah surat rahasia kepada Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta anggaran tambahan bagi operasi militer di Aceh. Pasalnya setelah tertib sipil, dan Aceh bisa dikatakan kembali normal, maka TNI hanya bisa meminta anggaran yang sudah disetujui lewat APBN. Sebelum itu menhan juga menyatakan, TNI tidak akan ditarik mundur dari Aceh karena perundingan di Helsinki belum pernah menyinggung tentang masalah ini. Apa arti kedua langkah tersebut? Radio Nederland menghubungi Otto Syamsuddin Ishak dari Aceh Working Group di Jakarta.
Sikap berbeda
Otto Syamsuddin Ishak [OSI]: "Itu menunjukkan bahwa pasukan-pasukan yang berada di Banda Aceh, karena sudah tertib sipil tidak memiliki payung politik dan berada di luar anggaran. Sementara di sisi lain, seharusnya anggaran dalam situasi normal dimasukkan ke dalam pengajuan permintaan dana APBN. Sebenarnya secara otomatis mereka harus ditarik dari Aceh secara perlahan-lahan atau secara terencana, sesuai dengan mandat politiknya yang berakhir".
"Oleh karena itu nampaknya memang ada cermin yang mengatakan bahwa fenomena TNI di Aceh itu sebenarnya menunjukkan adanya sikap yang berbeda antara kebijakan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla untuk berdialog dengan kehendak TNI untuk terus melanjutkan operasi militer di Aceh".
Kuncinya di Ryamizard
Radio Nederland [RN]: " Kelihatannya alot sekali ya pak, antara TNI dengan Pak SBY ini. Apakah TNI dengan kata lain bisa dibilang insubordinasi atau presidennya yang sekarang punya dua kebijakan?"
OSI: "Sebenarnya memang SBY tidak mempunyai kemauan politik untuk berhadap-hadapan dengan TNI. Karena kita ketahui bahwa TNI, khususnya TNI-AD itu masih di bawah pengaruh Jenderal Ryamizard (Ryacudu). Kemudian juga kita ketahui bahwa Komisi I di DPR sebagian besar anggotanya, khususnya dari PDI-P memiliki sikap politik yang oposisional terhadap SBY dan mendukung Jenderal Ryamizard".
RN: "Jadi sebenarnya kuncinya ada di Pak Ryamizard?"
OSI: "Ya, sebenarnya kuncinya di Pak Ryamizard. Tetapi sebenarnya juga kalau secara undang-undang maka presiden memiliki otoritas. Mengatur soal gelar pasukan di mana pun di daerah Indonesia. Dan kita ketahui juga hal itu bisa dimandatkan dengan keputusan dari Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Tetapi hal ini justru tidak dilakukan".
Konflik internal
RN: "Apakah ada perebutan antara Ryamizard dengan Pak Yudhoyono?"
OSI: "Ini adalah konflik internal mereka yang ketika Soesilo Bambang Yudhoyono menjadi menko polkam, itu juga sudah vis a vis dengan sikap politik Ryamizard yang mendukung operasi militer di Aceh. Tetapi juga kita ketahui bahwa sikap yang mengambangkan keberadaan TNI di Aceh, itu juga didukung oleh karakter Juwono Sudarsono yang tidak tegas terhadap kebijakan politik TN di Aceh".
RN: "Jadi sebenarnya Ryamizard yang pegang kunci tapi Juwono Sudarsono yang agak plin-plan begitu?"
OSI: "Bukan plin-plan tetapi tidak mau bersikap berhadap-hadapan dengan TNI-AD yang masih di dalam pengaruh Ryamizard. Mungkin SBY akan bersikap tegas menanti pensiunnya Ryamizard".
Resiko SBY
RN: "Satu-satunya cara menjinakkan Ryamizard itu menunggu sampai dia pensiun?"
OSI: "Ya, tampaknya demikian. Kalau kita lihat dari sikap SBY yang tidak mau berhadap-hadapan dengan Ryamizard".
RN: "Resikonya apa pak kalau berhadap-hadapan ini?"
OSI: "Resikonya itu bisa kita lihat dengan nasib dari Abdurrahman Wahid ketika menjadi presiden. TNI memiliki sikap politik yang berbeda dengan SBY. Oleh karena itu mereka melakukan manuver politik di Aceh, juga melakukan manuver politik di parlemen".
Restrukturisasi
RN: "Kapan pak Ryamizard itu akan pensiun, dan apa artinya ini untuk perundingan Aceh?"
OSI: "Diduga akhir tahun ini atau awal tahun depan Ryamizard akan pensiun. Dengan cara yang lain, SBY harus melakukan restrukturisasi dan regenerasi di tiga angkatan TNI. Seperti kita ketahui, pada lapis pertama misalnya KSAD sudah diganti. Oleh karena itu restrukturisasi berikutnya harus masuk ke lapis kedua dan ketiga dan seterusnya. Sehingga pengaruh Ryamizard dan jenderal-jenderal garis keras lainnya itu semakin menipis atau melemah".
RN: " Kapan itu bung Otto restrukturisasinya yang baru?"
OSI: "Sekarang sedang menjadi suatu wacana, kenapa misalnya Kapolri sudah diganti tetapi Panglima itu belum diganti. Jadi pihak PDIP khususnya mulai mempertanyakan kenapa panglima TNI belum diganti, sementara Ryamizard menjadi jenderal yang menganggur. Kalau dia pensiun yang jelas dia tidak memiliki posisi yang kuat untuk mempengaruhi secara signifikan di parlemen maupun di tubuh angkatan darat sendiri".
Masa tenggang
RN: " Ya, kembali lagi ke soal Aceh, Bung Otto, apa artinya bagi perundingan perdamaian ini? Apakah mereka harus menunggu sampai lebih dari setengah tahun lagi?"
OSI: "Saya menduga bahwa kebijakan Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan masa tenggang penyelesaian Helsinki hingga Agustus, itu juga berkaitan dengan upaya-upaya dia untuk melakukan restrukturisasi di dalam tubuh angkatan darat khususnya dan TNI secara keseluruhan".
Ada kemungkinan ketika bulan Agustus terjadi kesepakatan perjanjian politik antara kedua belah pihak, maka kontrol Susilo Bambang Yudhoyono terhadap TNI Itu semakin kuat.
|