Penembakan terhadap Relawan Asing Kembali Terjadi

Medan, Kompas - Aksi penembakan oleh kelompok bersenjata dengan sasaran relawan asing di Nanggroe Aceh Darussalam kembali terjadi. Kali ini relawan Pusat Kajian Perlindungan Anak berkewarganegaraan Belanda, Marije Mellegers (24), yang menjadi korban. Ia tertembak di betis kanannya saat melintasi kawasan Kota Fajar, Kluet Selatan, Aceh Selatan, Kamis (7/7) malam.

”Kami dalam perjalanan pulang dari Meulaboh (Aceh Barat) ke Medan menggunakan travel setelah empat hari menjalankan program kemanusiaan untuk anak korban tsunami di sana. Sekitar satu kilometer dari Kota Fajar tiba-tiba mobil kami diberondong tembakan yang mengenai Marije,” tutur Koordinator Puspa Pusat Kajian Perlindungan Anak Azmiati Zuliah, yang ditemui setelah mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Gleneagles, Medan , kemarin. Saat kejadian, Azmiati duduk di sisi kiri korban, yang duduk di belakang sopir.

Penembakan terjadi di hutan pegunungan yang sepi dan gelap. Menurut Azmiati, terdengar lebih dari 15 kali letusan senjata api dari sisi kanan mobil.

Azmiati dan Marije bersama lima penumpang dan sopir berangkat dari Meulaboh menggunakan Toyota Kijang sekitar pukul 16.00. Mereka terpaksa melakukan hal itu karena tidak mendapat tempat di pesawat Cassa yang dioperasikan Sabang Merauke Air Charter (SMAC).

Azmiati menduga penembakan itu dilakukan kelompok GAM. Namun, juru bicara GAM Wilayah Pasee, Jamaika, membantahnya. Ia menuding penembakan itu dilakukan anggota Brimob Resimen II yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

Pernyataan Jamaika itu kemudian dibantah Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Ajun Komisaris Besar Joko Turochman. Ia mengatakan, kelompok yang menembak belum teridentifikasi oleh aparat keamanan.

Marije dan Azmiati dievakuasi ke Medan dengan pesawat Cassa SMAC dari Tapak Tuan. (HAM)

 


     

 


FastCounter by bCentral