|
 |
|
Sobron
Aidit : C A T A T A N dari H O L L A N D
Koninginnedag - Hari Raja
Koninginnedag - Hari Raja - sama dengan 17 Agustus-annya
kita atau 14 Juii-nya Perancis. Hari Nasional bangsa dan
negara. Sebenarnya hari ini tanggal 30 April adalah Hari
Ulangtahun Baginda Raja Juliana. Tetapi anaknya Ratu Beatrix
menentukan agar pada Hari Ulangtahun bundanya itulah dijadikan
Hari Raya Raja, walaupun dia sudah puluhan tahun bertakhta.
Begitulah dia sangat menghormati dan mencintai bundanya.
Hari Raja ( HR ) sangat ditunggu-tunggu rakyat Belanda.
Hari ini disamping penduduk Belanda sangat menghormati dan
mencintai rajanya - Baginda Ratu Beatrix - juga hari ini
adalah hari pesta rakyat di mana-mana. Baik di kota-kora
besar maupun di kota-kota kecil - semua rakyat dan penduduk
di Belanda pada merayakannya. Saya menunda kepulangan saya
ke Paris - karena saya mau ikut-serta menyaksikan pesta
rakyat yang sangat meriah - tak ada tandingannya - sebab
dirayakan dan diramaikan oleh seluruh penduduk Belanda.
Pesta rakyat ini merata - menyebar - dan tidak memusat hanya
di Amsterdam saja - atau Rotterdam saja atau di Den Haag
saja. Sejak sore-sore jam 17.00 hari Jumat-nya - semua pojok
pasar - sudut-sudut yang masih kosong dan sekecil apapun,
dimanfaatkan orang-orang untuk berjualan.
Hari Raja bebas pajak - tidak ditarik cukai apapun - parkir
gratis. Karena bebas pajak - maka semua barang - semua jualan
jadi murah - benar-benar murah meriah. Orang-orang kebanyakannya
- sebagian besar orang menggelar tikar - terpal - plastik
besar - lalu menggelarkan jualannya. Apa saja! Barangkali
ada puluhan ribu jenis barang yang digelarkan - dijual.
Ketika hari itulah kesempatan buat melempar barang-barang
yang tidak kita perlukan - dan dijual murah - murah sekali.
Karena sefatnya lebih banyak "membuang barang",-
dan daripada dibuang di tempat sampah - lebih baik dijual
dengan harga murah. Video kaset dijual 50 sen euro satu,
dan pabila penjualnya sudah mau pulang - bisa-bisa 50 sen
dapat dua keping. Banyak barang yang tadinya kita tidak
ada maksud membeli - begitu kita bertemu dengan barang
yang sangat kita sukai - kita jadi tergoda besar - lalu
beli juga - sebab murah sih! Rupanya saya kena juga! Saya
beli jaket-kulit yang masih lebih 90% baru. Pabila harga
resmi di toko, harganya antara 300 sampai 500 euro. Tapi
hari ini saya beli hanya 50 euro. Ada cangkir-gelas yang
bertangkai - sangat mungil. Ada satu set lengkap - bagus
sekali. Dan saya lagi-lagi tergoda - lalu saya beli. Satu
setnya yang enam buah itu hanya 2 euro!
Dalam hati saya kalau begini gara-garanya - lekas-lekaslah
saya pulang - bisa bangkrut saya! Dan rupanya saya sudah
kejangkitan cewek! Suka beli-beli - dan alat-alat pecahbelah
rumahtangga lagi! Dari kemaren sorenya - banyak
sekali anak-anak dan orang dewasa pada tidur menjaga barang-barangnya,
daripada dibawa pulang dan keesokan harinya dijual lagi
- lebih baik mereka menginap saja di pasaran dan di emper-emper
toko. Buat masuk gedung gereja kami bukan main susahnya
- sebab sekeliling gedung sudah dikelilingi orang-orang
yang berjualan. Dan tentu saja ada yang berteriak-teriak
menjualkan barangnya. Dan asap di mana-mana - sebab orang-orang
ada yang berjualan sate - goreng-gorengan - lunpia - risol
- kentang dan ikan dan kerang - goreng-kerang!! Yang model
begini ini benar-benar tidak ada di Paris! Jadi saya yang
sebagai melayu asli banget - merasa cocok - cokkalicok!
Dan yang saya suka - orang-orang di Belanda ini suka jajan
dan jajannya itu dimakan sambil jalan - dengan saos lunpia
masih berleleran -
menetes - mereka nggak peduli! Jadi saya punya banyak teman!
Perki dan gereja kami mengadakan keramaian juga. Dari jam
21.00 hari Jumatnya - lalu diteruskan hari ini dari jam
11.00 sampai dengan 15.00. Saya sangat gembira - karena
anak-anak muda kami sangat giat berkesenian - berkebudayaan.
Baru kali ini saya menyaksikan cucu saya si rajaperang-kecil
- Berry turut menari - sungguh mati - tak terbayangkan cucu
saya yang kasar begitu kok bisa nari. Dia dengan teman-temannya
menari tari-lilin - tari-payung dan poco-poco. Semua anak-anak
angkatan dia yang dibawah 10 tahun. Dala hati saya - hati
seorang kakek berkata dalam hati, - boleh juga voetballers
kami yang satu ini! Mama dan papanya menjaga stand - barang
kerajinan-tangan dan patung-patung kecilmungil - hasil karya
anak-anak yatim-piatu di Jakarta. Di mana kami jual dan
uangnya akan kami kirimkan di Panti Asuhan Yatim Piatu di
Jakarta. Oleh pembawa acaranya juga dijelaskan - bahwa sebagian
besar barang maupun makanan yang disajikan - dijual dan
uangnya sebagian buat anak-anak korban bencana tsunami di
Aceh dan Nias.
Di meja yang penuh makanan lain - banyak penganan tradisional
dan yang kekinian. Sepert pastel - kroket - lempar - es
cendol - lontong capgomeh - asinan Jakarta - kelepon - serabi
- kue getas -ongol-ongol - goreng singkong dan banyak lagi.
Seorang yang kami tugaskan di depan pintu gereja - dia sebenarnya
bekerja sebagai bagian keamanan - sejenis satpam - dan dia
berteriak selama berjam-jam - "mari masuk - mencicipi
kue tradisional Indonesia. Kue tempo doeloe - zaman normal.
Juga ada lontong capgomeh - ada soto madura - ada asinan
Jakarta. Lalu dia menyanyi - menyanyi lagu-lagu Indonesia.
Padahal teman kami ini adalah Belanda totok! M (SA/IM)
|