Charles-Camilla Akhirnya Menikah

WINDSOR - Penantian Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowless berakhir, Sabtu kemarin. Pernikahan mereka diberkati dalam suatu seremoni di Kapel St George di Kastil Windsor. Sekitar 800 kerabat dan sahabat kedua mempelai menghadiri upacara itu. Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip juga hadir.
Sebelumnya, Charles dan Camilla menjalani upacara pernikahan secara sipil yang sederhana di Windsor Guildhall. Suasana pernikahan itu sangat jauh berbeda dari perkawinan pertama Charles yang spektakuler dengan Putri Diana.
Setelah 35 tahun menjalin cinta, status Camilla kini terangkat, dari warga biasa menjadi wanita nomor dua (setelah Ratu Elizabeth) di Kerajaan Inggris.
Sekitar 20.000 ribu orang menyambut pengantin baru itu di tepi jalan menuju Kastil Windsor. Keduanya bergandengan tangan keluar dari balai kota di sebelah barat London tersebut. Pasangan itu kemudian masuk ke sebuah Rolls-Royce yang mengantarkan mereka ke Kastil Windsor.
“Terima kasih banyak,” kata Charles kepada massa yang berkerumun. Camilla, yang mengenakan blaser putih gading yang membalut gaunnya, tampak tersenyum bahagia.
Kedua mempelai dipertemukan di kapel itu oleh Dekan Kapel Windsor. Uskup Agung Canterbury Rowan Williams memimpin upacara pemberkatan tersebut. Camilla terlebih dulu berganti pakaian. Selama menjalani seremoni pemberkatan di Kapel Windsor, dia mengenakan gaun sutra berwarna biru.
Dalam upacara itu, kedua mempelai saling mengucapkan janji, termasuk ikrar untuk saling setia.
Sejumlah tamu kehormatan menghadiri seremoni pemberkatan tersebut, seperti PM Inggris Tony Blair. Andrew Parker Bowles (mantan suami Camilla) juga terlihat di antara tamu undangan.
Sejumlah pesohor dari bisnis pertunjukan, seperti aktor komikus Stephen Fry, aktor Rowan Atkinson, Joanna Lumley, Richard E Grant, dan Prunella Scales bersama suaminya Timothy West, juga mengikuti upacara di Kapel Windsor itu.
Ahli waris takhta Inggris itu kini berharap rakyat negerinya, yang masih memuja mendiang Diana, mulai belajar menerima Camilla. Wanita itu disebut-sebut sebagai penyebab hancurnya perkawinan Charles-Diana.
Namun, Camilla kini telah resmi menjadi istri calon Raja Inggris. Dia diberi gelar HRH Duchess of Cornwall.
William Jadi Saksi
Pangeran William, putra tertua Charles yang wajahnya mirip Diana, dan Tom (putra Camilla) bertindak sebagai saksi dalam pernikahan itu.
Jajak pendapat menunjukkan, publik menentang Camilla menjadi ratu. Namun sambutan rakyat kemarin memperlihatkan ada banyak isyarat positif bagi pasangan tersebut.
“Mereka layak berbahagia dan benar-benar menjadi pasangan yang berjodoh,” kata Jane Hand, warga Kanada yang ikut menyambut kedua mempelai, sambil melambaikan bendera Inggris.
Namun di tengah sambutan massa tersebut, sekelompok kecil demonstran membentangkan spanduk berisi kecaman: “Ilegal, tak bermoral, memalukan”.
Aktivis pembela hak-hak kaum gay Peter Tatchell mengacungkan poster yang berbunyi: ‘’Charles dapat menikah dua kali. Pasangan gay tidak boleh menikah, bahkan untuk sekali saja’’.
“Ini lebih mirip dengan acara barbekyu di belakang rumah ketimbang perkawinan kerajaan,” kata Vincent Jenkins.
Pasangan kerajaan itu akhirnya lega karena telah merayakan hari bersejarah mereka setelah berkali-kali menemui batu sandungan.
Pertama, mereka harus memindahkan tempat seremoni pernikahan ke balai kota Windsor itu karena masalah perizinan. Kemudian, Ratu Elizabeth (ibunda Charles) menolak untuk menghadiri seremoni sipil tersebut.
Tak hanya itu, Charles juga terpaksa menunda hari pernikahannya lantaran dia harus menghadiri upacara pemakaman Paus Yohanes Paulus II di Vatikan.
Tak Ada Antusiasme
Meskipun mendapat sambutan hangat, Charles tidak lagi merasakan euforia yang melanda seluruh wilayah Inggris seperti ketika dia menikah dengan Putri Diana di Katedral St Paulus, London, pada 1981. Saat itu, jutaan pemirsa menyaksikan detik-detik pernikahan terbesar abad ke-20 tersebut. Suasananya jauh berbeda sekarang. Charles dan Camilla hanya disaksikan 30 orang ketika keduanya saling mengucapkan janji setia di Windsor.
Menurut perkiraan polisi, 20.000 orang telah datang ke kota kecil itu. Jumlah tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan 600.000 orang yang memenuhi berbagai ruas jalan London pada perkawinan pertama Charles.
Negara-negara Persemakmuran, terutama dari eks koloni Inggris, ikut merayakan pernikahan Charles-Camilla. Namun, tetap saja tidak ada antusiasme seperti terlihat 24 tahun lalu.
Para pendukung republik di Australia, eks koloni Inggris yang tetap menginginkan Ratu Elizabeth sebagai kepala negara mereka, kemarin merayakan perkawinan tersebut dengan makan bersama di sebuah restoran China di Sydney.
“Hari ini kami ingat bahwa kepala negara kami adalah orang asing dari negeri lain, yang menjadi pemimpin secara turun-temurun, bukan berdasarkan kehendak rakyat Australia,” Jason Falinski, juru bicara Australian Republican Movement. " (rtr/IM)

     

 


FastCounter by bCentral