ICAA Disambut Hangat di RRT
DILAPORKAN OLEH : DR.IRAWAN.

DR. Frits Hong mendapat penghargaan dari pemerintah RRT

Shanghai, April 5, 2005/Indonesia Media. Pada hari pertama rombongan ICAA mendarat di Beijing (April 1, 2005), dari keseluruhan rombongan ICAA Tour China 2005 yang berjumlah lebih dari 150 orang itu, 20 orang yang termasuk pengurus ICAA dan pengurus sister organization-nya dari beberapa wilayah lainnya yakni; San Francisco, Toronto dan Washington DC, disambut dalam jamuan makan malam ala kenegaraan oleh pemerintah RRT, di Prime Hotel, di jalan Wangfujing, Beijing.

Adalah suatu kehormatan yang tak diduga sebelumnya bagi para undangan. Meja panjang yang ditata dengan elegan itu ditaburi dengan makanan lezat yang dihias rapih satu persatu ala “Iron Cheff” membuat beberapa tamu undangan menjadi canggung rasanya, belum lagi pramusaji yang siap dibelakang melayani tahap demi tahap pergantian hidangan-nya. Semua ini telah diatur sebelumnya oleh Chinese Overseas Liaison Departement, Mr. sang Baoshan selaku Protokol.

Dalam pidatonya pejabat setingkat menteri dari Committee of National People’s Congress, Mr. Lin Zhaoshu menekankan bahwa persahabatan Indonesia - RRT dan Amerika dapat dipelihara oleh warga warganya yang saling berinteraksi secara lintas negara. Dalam kaitannya para warga dunia yang masih mempunyai ikatan leluhur dengan Tiongkok, maka bahasa Mandarin akan merupakan sarana yang bagus untuk membina hubungan antar negara masing-masing yang diwakilinya dengan Republik Rakyat Tiongkok. Untuk itu atas nama pemerintah RRT kami menerima dengan tangan terbuka bagi warga dari luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Mandarin. Khusus kepada para Chinese overseas yang berada di manca negara, biar bagaimanapun kami masih menganggap anda masih seperti saudara kami.

DR. Frits Hong dengan Dirjen Lin Youhui

Dari Director General All China Federation of returned Overseas Chinese, Mr. Lin Youhui, menambahkan bahwa mereka (RRT) telah mengatur suatu sistem pendidikan bahasa Mandarin baru yang dapat di tempuh hanya dalam waktu 6 bulan, dijamin dapat menguasai 2000 kata yang umum digunakan untuk membaca sehari hari. Selebihnya Mr. Qiu Guowu, selaku Secretary General dari Beijing Returned Overseas Chinese Federation, yang fasih berbahasa Indonesia, karena beliau memang dilahirkan di Belitung, memperkenalkan program belajar 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan dan 1 bulan bagi siswa yang ingin melakukan kunjungan belajar ke RRT. Kepada organisasi anda tidak tertutup kemungkinan kami berikan layanan khusus seperti potongan harga untuk akomodasi dan lain sebagainya, ujarnya.

Acara diakhiri dengan toast dan pemberian tanda penghargaan kepada ketua umum ICAA Dr. Frits Hong dari pemerintah RRT.

Disambut perwakilan Indonesia di Shanghai
Pengurus ICAA disambut di Shanghai pada April 5, 2005 oleh sejumlah warga Indonesia disana, mereka dari kelompok IBAS (Indonesian Business Association of Shanghai) www.indosnet.com dan Chief Representative Bank Mandiri, Bapak Adilaksana Putranto. Mereka bertindak sebagai perwakilan Indonesia di Shanghai sementara Konsulat resmi disana belum tersedia. Menurut Bapak Adi Harsono selaku President IBAS, Kantor Konsulat Indonesia akan dibuka di Shanghai pada bulan Oktober mendatang ini, sementara itu konsulat Indonesia di Guang Zeuw telah beroperasi melayani visa pada bulan April ini. Suami dari Menteri perdagangan Mari Pangestu itu sudah sejak lama berkorespondens dengan kami. Sedangkan Mari Pangestu sendiri sebelum menjadi menteri sudah tak asing lagi sebagai pakar ekonomi yang pernah memberikan ceramah di Duarte Inn.

Dr. Frits Hong yang sebagai penasehat luar negeri propinsi Chi Lim dan propinsi Hei Lung Chiang mengidamkan agar Indonesia bisa menggunakan peluang dari kebangkitan pesat sector ekonomi RRT.

Untuk itu Indonesia harus mengkondisikan diri sedemikian rupa agar hambatan yang bisa menyebabkan kelesuan pelaku bisnis bisa dihapus, dan kepercayaan masuknya modal dari luar tercipta, demikian seloroh pakar perbankan ini.

Bincang-bincang dengan perwakilan Indonesia di Shanghai

Bapak Adi Laksana penguasa Bank Mandiri yang ditempatkan di Shanghai ini juga turut sharing kekagumnya terhadap budaya yang ada di Tiongkok. Beliau sebagai muslim memaklumi bahwa sebenarnya Tuhan itu hanya satu, agama hanya sebagai sarananya. Beliau sendiri sangat tertarik mengetahui Taoisme dan Kong Fu Chu, termasuk mengunjungi kelenteng Budhis.

Sedangkan Bapak Adi Harsono mencitakan pemerintah Indonesia bisa membuka semacam Indonesian Center di Shanghai, pasalnya akan memudahkan hubungan bisnis Indonesia dan RRT, disamping itu juga bagus untuk pertukaran sosial budaya. Dewasa ini masyarakat Indonesia yang berdatangan ke Shanghai semakin hari semakin banyak,.
Kantor IBAS yang beralamatkan di Lippo Plaza, 222 Huaihai Zhong Rd. Shanghai ini ditangani oleh anggota IBAS yang bekerja volunteer, pada malam itu hadir diantaranya, Elly Tanadi, Honisary, Djoko Pramono, Lin Louis dan Elwiwaty Widjaya.
Sayangnya kami dari ICAA hanya mempunyai waktu yang sangat terbatas untuk kunjungan malam itu. Namun dari kedua belah pihak berjanji akan keep in touch selalu.
Perjalanan rombongan ICAA Tour China 2005 yang di komandoi oleh Sdr. Adrianus Khoe (sekretaris ICAA) berjalan dengan sangat sukses. Kunjungan ke Beijing, Shanghai, Suzhou dan Hang Zhou yang yang menggunakan transportasi darat dengan 4 bus dan transportasi udara tidak pernah mengalami insiden. Bahkan beberapa petinggi ICANet dari San Francisco diberi kehormatan untuk duduk di kursi kelas satu, tentu saja ini bukan termasuk scenario Pollycarpus. " (DI/IM)

Catatan: Laporan perjalanan selengkapnya akan di tuturkan oleh Bang JH pada terbitan mendatang. Sedangkan laporan singkat dalam bahasa Inggeris ditulis Bryant Irawan dapat dibaca di terbitan ini

Foto Gallery


     

 


FastCounter by bCentral