|
|
|
Internasional
Rayakan Cheng Ho di Semarang
Bagi komunitas Tiong Hoa, Cheng Ho adalah tokoh besar. Untuk
memperingati 600 tahun pendaratannya di Semarang, mereka
menggelar berbagai acara internasional.
Acara-acara itu antara lain pameran dagang, pariwisata,
dan investasi. Lalu, ada juga acara seminar perdagangan
dan kebudayaan, serta temu dagang. Semua acara bertaraf
internasional. Panitia pelaksana menyediakan 280 kamar selama
5 hari untuk acara itu.
“Laksamana Cheng Ho adalah tokoh simbol persahabatan negara
Tionghoa dan Indonesia. Ia datang ke Demak pada tahun 1405
untuk menjalankan misi diplomatik,” kata Ketua Pelaksana
Sindu Dharmati kepada wartawan di Restoran Seoul Palace
J Pandanaran Semarang, Senin (11/4/2005) malam.
Dalam lawatannya ke Indonesia, Cheng Ho melewati Malaysia,
Singapura, Bangka, Palembang, dan Semarang. Khusus di Semarang,
ia mendirikan prasasti penting berupa klenteng Sam Po Kong.
Klenteng itu, kini jadi wisata relijius.
“Untuk acara internasional itu, kami telah mengundang pengusaha
dari RRT, Singapura, Malaysia, dan Hongkong. Mereka akan
melakukan pameran dan diharapkan bisa menjalin ikatan bisnis
dengan pengusaha Indonesia,” paparnya.
Acara yang diorganisir oleh Capung Organizer itu akan diadakan
pada 3-7 Agustus mendatang di Pusat Rekreasi dan Promosi
Pembangunan (PRPP) Jateng Jl Anjasmoro Tawang Mas Semarang.
Setidaknya, 30 pengusaha asing sudah menyatakan hadir.
Selain itu, panitia juga menggelar bermacam kegiatan seperti
penempatan Patung Cheng Ho pada 14 Juli, penyalaan lilin
setinggi 6 meter pada 3 Agustus, pawai keliling kota pada
4 Agustus, dan pesta kembang api serta festival lampion.
Gubernur Jateng Mardiyanto yang hadir dalam acara itu menyatakan,
pihaknya akan mengusahakan fasilititas yang dibutuhkan.
Ia menilai even itu bisa jadi agenda promosi dan investasi
bagi warga Jateng.
“Secara langsung maupun tidak langsung even itu pasti akan
memberi dampak positif bagi perekonomian Jateng. Karena
itu, kita harus bisa menggarapnya dengan bagus,” kata dia
sesaat sebelum meninggalkan ruangan.
Hadir dalam acara itu, sejumlah tokoh Tionghoa Semarang
seperti Haryanto Halim, David Herman Jaya, Benita Eka Arijani,
Tee Ban Swan, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot
Semarang dan Pemprov Jateng. " (dc/IM)
|