Meeghan Henry
Little Miss San Dimas
Oleh: Fitri Noersali


Putri Kecil memilki hati yang besar
Sebelumnya, selama 2 tahun berturut-turut, Meeghan Henry selalu saja berada pada urutan ke tiga, dalam kontes "The Little Miss San Dimas". Ia tidak begitu yakin apakah ia akan masuk untuk final year of eligibilty, sehubungan dengan batas umur yang ditentukan adalah dari 6 tahun sampai 9 tahun. Tetapi tahun ini, ketika ia naik keatas panggung, set amid the Western Days Festival, ia sangat mengagumkan para juri dan memenangkan mahkota.

"Seseorang memberitahukan kami bahwa kita harus terus maju, jangan menyerah" kata Meeghan, 9.

Tahun pertama sewaktu ia mengikuti kontes berumur 7 tahun, Meeghan sewaktu itu tidak siap dan tidak mempersiapkan diri untuk pidato dimuka umum. "Mereka bertanya, Mengapa saya suka dengan San Dimas?" ujar Meeghan. "Saya menceritakan musim panas saya di kolam renang, dan Kids Fun Club saya."

Dalam kompetisi Little Miss San Dimas, ia mengenakan baju cowboy, lengkap dengan sepatu boot. Ketika ia tidak mendengar namanya pada putaran runner up saat diumumkan pada presentation ceremony, ia memandang mamanya dengan wajah yang sangat berharap. "Dan ketika saya melihat raut wajah mama saya", ujar Meeghan. Lalu judge memanggil nama saya. "saya mulai tersenyum lega."

"Meeghan selalu yang nomor ketiga, jadi saya tidak menduga kalau ia yang pertama," ujar mamanya Christina Pratiknjo, yang menjalankan bisnis akuntan itu. Tetapi bagi Meeghan yang baru menjadi putri makhota di kota tersebut bukanlah suatu yang baru dalam kompetisi itu. Setelah menandatangani model untuk shopping mall-based child pada umur 5 tahun, tahun 2000, Meeghan mulai berkompetisi dalam beauty pageants.

Tahun tersebut, Meeghan hanya menjadi juara runner-up dalam child model of the year competition di New York. Tidak lama setelah itu, Meeghan berperan dalam iklan McDonald di televisi, yang mana dia mulai membangun karirnya. Ketika masa kontraknya habis Meeghan mendapat tawaran dari Jack in the Box, baru saja kontrak akan ditandatangai, tiba-tiba Mc Donald kembali menariknya untuk film iklan mereka. Sekarang Meeghan menjadi serba salah yang mana yang harus diambil?. Disatu sisi dia sudah sepakat walaupun belum ditandatangani namun kalau tidak jadi akan membuat pihak agency yang satu dikecewakan, tapi disisi lain project yang lainnya dinilai lebih berbobot. Sekarang ibunya, sedang menimbang-nimbang..
Impian itu menjadi kenyataan.

"Kita tidak pernah menduga," ujar Pratiknjo, yang mana dari pertama ia mengira child modeling adalah hanya bohongan saja. Meeghan memasuki sekolah akting setelah pertama kali ia terjun kedalam dunia periklanan. Sejak itu Meeghan mendapatkan kontrak iklan Home Depot dan Disneyland. Belum lama ini Meeghan berakting dalam sitcom pilot yang bernama "Sebastian's Home," yang mana ia berperan sebagai seorang anak yang diadopsi oleh keluarga latino.
Meeghan juga berperan dalam versi muda dari karakter Ming Na dalam film yang berjudul "Perfection" dan berperan dalam Quincy di "Chapter 21," film tahun 2003 yang diambil dalam cerita buku "The Catcher in the Rye." Wajahnya belum begitu populer sehingga orang lewat dijalanpun tidak mengenalinya, tetapi selama ia masuk sekolah melihat iklan McDonald di televisi sekolah dan mencoba untuk menunjukkan dirinya sendiri terhadap teman-temannya. "Saya melihat diri saya dan tidak ada yang mengenal atau percaya kepada saya," ujar Meeghan.

Meeghan masih belum terlalu sibuk, ia hanya bekerja sebulan sekali, dan audisi sekali atau dua kali seminggu. Meeghan memiliki empat agen: Menari, iklan televisi, film dan modeling. "Meeghan ingin menyanyi, tetapi ia tidak memiliki agen untuk menyanyi," ujar Pratiknjo. "Bakat Meeghan yang paling terbaik adalah menyanyi." Karena semua ini Meeghan harus belajar dirumah lewat Charter oak School District dan sekarang ini sedang dalam pengembangan tropical rain forest untuk project sciencenya. Kebanyakan film-film yang ia perankan adalah independent dan film asing, yang mana dibuat di US tetapi diputar diluar negeri.

Sangat sulit, meskipun untuk anak Asia yang ingin masuk ke dunia perfilman Amerika, ujar Pratiknjo, "Didalam audisi kita harus mengucapkan kata-kata "Trick or Treat, Smell my feet," ujar Meeghan. "Sangat menyenangkan."
Aktris favoritnya adalah Lucy Liu, film favoritnya "Cheaper by the Dozen" dan penyanyi favoritnya termasuk Mandy Moore, Shania Twain, Raven Symone, Hillary Duff dan Jessica Simpson. Dan sudah 2 tahun belakangan ini Meeghan mengikuti acara gereja di Christ's Church of the Valley, San Dimas, seperti paduan suara dan akan memainkan drama sebagai Mary di acara Christmas yang lalu. "Saya ingin menjadi seorang artis. Saya ingin pergi ke red carpet. Saya ingin menjadi director, seorang penyanyi terkenal," ujar Meeghan melambungkan cita-citanya. Dan titel Little Miss San Dimas tidaklah kurang penting dari semua kompetisi-kompetisi yang sudah ia pernah ikuti. "Kamu akan sangat bangga di San Dimas karena teman-temanmu berada di San Dimas," ujar Pratiknjo.

Foto Caption: Meeghan bersama yang mulia Curt Morris Walikota San Dimas, Santa, dan Chamber of Commerce, pada acara penyalaan lampu Natal, December 1, 2004 di Rhode Park dekat musium kereta api Pacific Rail Road, di Bonita avenue.

     

 


FastCounter by bCentral