Vakansi ke Swiss dan Perancis tanggal 1-21 agustus (bagian ke delapan)

Ini hari tanggal 11 agustus hawa udara terang, tetapi tetap agak dingin, menantuku Gwan Hoei mengikuti perlombaan Golf diikuti oleh kira-kira seratus pemain golf amatir. Dia ke lapangan golf diantar oleh istrinya dan anak-anaknya, karena mobilnya nanti akan dipakai oleh putriku untuk belanja di supermarket LeClerc. Vakansi bagi orang Eropa adalah istirahat, tetapi menurut aku vakansi itu justru memakan banyak energi, menyetir mobil, memberes-beresin barang-barang bawaan, berenang atau bermain sport. Maka bagi aku vakansi itu adalah istirahat terutama bagi jiwa dan pikiran kita. Disamping itu kita banyak bermain diluar dan menjauhkan dari kerepotan-kerepotan yang biasanya kita hadapi dalam pekerjaan. Kami melihat perubahan dan perkembangan sesuatu kota yang kita sebelumnya kenal. Juga kita tahu bahwa pikiran dan pandangan kitapun berubah dengan bertambahnya umur.

Dengan ketenangan jiwa dalam periode vakansi, kita dapat “bertamasya didalam pikiran kita sendiri, kita berjalan-jalan dalam pikiran kehidupan kita yang lalu, dimana yang baik kita kembangkan dan dimana yang negatif kita rubah.” Bertamasya keluar negeri dan bertamasya dalam jiwa kita sendiri, kuanggap sama pentingnya bagi penghidupan seseorang. Dalam vakansi kita dapat mengerjakan dan menikmati hobby kita, membaca buku atau mendengarkan musik kesayangan. Di alam yang sunyi aku menikmati musik alam, suara air mengalir, suara angin yang menerpa daun-daun pohon, suara jangkrik dan katak dimusim panas bukankah ini juga suatu kenikmatan? Singkatnya vakansi bagiku adalah menikmati keindahan dan ketenangan alam dan perubahan keadaan dan situasi, bagi orang Tionghoa ialah hidup bahagia dengan keluarga.

Hari ini kami semua tinggal di rumah dan cucu-cucuku berenang dan saya ditugaskan untuk menjaganya. Untuk menghilangkan waktu bagiku satu-satunya ialah membaca buku. Karena aku menjaga cucu-cucuku berenang aku merebahkan diri dikursi malas dipinggir kolam renang dibawah pohon-pohon cemara yang bertumbuh rapat-rapat ditanah yang tinggi di belakang bungalow yang kami sewa. Angin semilir menerpa wajahku dan tanpa sadar aku merenungkan pikiranku, aku sudah lama senang membaca buku-buku yang tebal-tebal seperti Hung Lou-Meng, Sanguo Yuen-yi, Suihu quan, Xiyu ju, teori-teori filsafat dan buku-buku Perang Dunia Kedua, The German General Talks, memoire dari Churchil dll. Aku membaca buku-buku bukan untuk dapat tidur, tetapi untuk pengetahuan umum dan memperbaiki pikiran dan pandanganku. Dari membaca buku-buku ini aku tahu bahwa penghidupan manusia ini senantiasa berubah, juga aku tahu bahwa teman-teman yang kita kenal baik, bisa bergantian karena perubahan jarak, dan tempat-tempat yang kita kenal baik, berubah dengan jalannya waktu. Buku-buku itu mencerminkan perjuangan keras dan beratnya hidup, kecantikan wanita, roman, ambisi, keberanian, kejujuran, heroisme, hypocrisy, kebohongan, penuh dengan intrik-intrik, kediktatoran dan kejahatan dari peperangan dll. Buku-buku itu penuh dengan kekayaan karakter perorangan. Kita membaca buku harus mengerti isinya dan peristiwa di dalam buku ini kuanggap pencerminan kehidupan manusia yang kompleks, dan dapat dinilai melalui tindakan, perasahaan dan pikirannya. Ini semua membuat sejarah manusia itu dramatis dan sangat menarik.

Dari pengalaman perjalanan hampir satu tahun ini, dengan pikiran yang masih sehat meskipun badaniah menderita penyakit cancer, aku bertamasya ke Kanada, Roma, Mesir, Lanzarote dan sekarang ini ke Swiss dan Perancis, aku mendapatkan terlalu banyak pengalaman dan persepsi dalam waktu yang pendek ; maka bagiku susah untuk membedakan atau mengingat “What is what”, tetapi itu semua adalah hari-hari yang indah bagiku. Hari-hari ini tidak dapat menyedihkan hatiku lagi, meskipun aku tidak dapat mengingat semua pengalaman perjalanan ini namun aku mengerti terlalu banyak persepsi di dalam pikiranku membuat aku tidak ada tempo untuk memikirkan penyakitku. Bagiku “the here and now” adalah yang terpenting dan aku akan menikmati sepenuhnya.

Jam lima sore putriku dan anak-anaknya menjemput Gwan Hoei dan ternyata dia mendapatkan hadiah ketiga dari perlombahan golf ini. Dengan gembira dia menunjukkan pada kita apa hadiahnya yang berupa wine dari Bordeaux, beberapa makanan yang dibuat dari bebek dan hati bebek khusus makanan Perancis, semua ini dibungkus bagus di sebuah keranjang dari rotan.
Dr. Han Hwie-Song
Moliets-Sur-Plage 11-8-2004

     

 


FastCounter by bCentral