ICAA menggelar Concert Dana Tsunami Indonesia.

Dilaporkan oleh: Dr.Irawan
San Gabriel. January 15, 2005/ Indonesia Media.

Dalam waktu yang terlampau singkat (10 hari), ICAA (Indonesian Chinese American Association) dengan berpuluh-puluh mitra organisasinya ternyata berhasil dengan sukses menyelenggarakan event malam kesenian untuk menggalang dana demi korban Tsunami di Indonesia. Tentunya tanpa kerja sama solider antar sesama masyarakat Asia umumnya di Southern California ini tidak akan terlaksana pagelaran yang begitu memukau itu. Dengan melihat latar belakang DR. Frist Hong selaku ketua umum ICAA juga merupakan ketua kehormatan dari gabungan organisasi Chinese di Southern California, yang sering dimintai nasehat apabila mereka menghadapi masalah di organisasi mereka masing-masing, singkat cerita mereka sudah menganggap Boss Duarte Inn ini adalah sesepuh mereka. Itulah sebabnya Pak Frits selalu berkata: "Membina hubungan dengan net work organization lainnya adalah penting, jangan hanya kalau ada perlunya saja kami menghubungi mereka, dalam saat saat dimana kami memerlukan bantuan, mereka dengan serta merta datang menawarkan, inilah suatu take and give tulus yang harus dipelihara antar sesama organisasi".

Pendukung utama lainnya adalah BioCalth International Corp. dimana Mr.Jackson Wen sebagai President yang menurunkan wakil president-nya Mrs Sophia Lee kedalam panitia penyelenggara. Disamping itu Gabungan Pengusaha dan Industri Chinese American turut menyampaikan kontribusinya yang diketuai oleh President dari Chinese CEO, Mr. Liu Kang. LACME, dan Indonesia Media juga tidak ketinggalan dalam event ini.

Menurut ketua organizing commitee, Mr Tony D.Chen (lawyer), pengunjung yang datang ke San Gabriel Civic Auditorium (Mission San Gabriel) itu diperkirakan mencapai 1500 orang. Semua tiket tercetak dengan nomor tempat duduknya, sehingga sangat sulit sekali bila ingin duduk bergerombol semaunya, karena petugas auditorium melaksanakan tugasnya tanpa kompromi.

Acara umumnya dibawakan dengan bahasa pengantar Mandarin, sehingga banyak kawan-kawan Indonesia kesulitan untuk mengerti apa yang diucapkan oleh MC maupun pidato dari para pemimpin organisasi yang turut berpartisipasi dalam event ini. Paling tidak Group Paduan Suara ICAA yang dipimpin oleh Suryani mengetengahkan lagu Bengawan Solo, dan Rayuan Pulau Kelapa, ditambah lagi group Paduan Suara dari Group Chinese menyanyikan lagu Sing Sing So, dan Ayo Mama dalam versi Mandarin. Keseluruhan acara yang berlangsung tidak lebih dari 3 jam itu sebenarnya menyajikan hasil karya dengan nilai artistik yang sangat berkualitas, dari orchestra, tarian, dan paduan suara, sampai ke penyanyi solo. Sebagian besar dari mata acara disumbangkan dari berbagai assosiasi, organisasi, dan club kesenian golongan Chinese di Southern California, dengan tulang punggung utamanya dari Assosiasi Artis Mandarin di Los Angeles.

Ditengah-tengah acara diadakan pembacaan puisi dan presentasi slides tentang Tsunami di Asia Selatan khususnya Indonesia, setelah itu dilanjutkan dengan penarikan dana yang di kerjakan oleh kelompok volunteer Youth ICAA, yang dipimpin oleh Michael dengan staff nya a.l. : Kwan, Dennis, Josephine, Bryant , Mario, Jennifer, Stacey, Tri, dan Nancy. Dari hasil perhitungan sementara malam itu telah dicapai pengumpulan dana dari donatur sebanyak $47.000,00 , namun diduga angka akhir akan mendekati $50.000,00, sehubungan dengan masih adanya dana yang masuk dan ditunggu sampai berita ini diturunkan. Seperti yang sudah disepakati Cek sebesar $30.000,00 diserahkan kepada ICAA untuk dikirim ke Indonesia.

Uniknya dari acara ini adalah pertemuan KonJen RI, Bpk. Handriyo Kusumo Priyo dengan Kon Jen RRT Mr. Cung Jien Hwa bersama-sama naik kepanggung dan memberikan sambutan . Memang dalam urusan ke protokoler-an banyak hal sensitif yang harus dihindarkan, semisal perwakilan Republik Indonesia tidak memperkenankan atau diperkenankan oleh DepLu untuk tampil resmi dengan pejabat dari Taiwan ROC, itulah sebabnya hanya Konsul Jendral RRT yang bisa berdampingan dengan Konsul jendral RI diatas panggung. Masalahnya RI hanya mengakui satu China. Masing masing KonJen mengerahkan jajaran staff-nya untuk hadir dalam acara ini, kendati mereka tidak duduk di barisan terdepan, seperti tradisi biasanya.

Bagi yang masih ingin meyumbang untuk korban bencana Tsunami, silahkan hubungi ICAA, keterangan lebih lanjut silahkan lihat pengumuman “ICAA is accepting donation for Indonesia Tsunami Disaster”. Sumbangan anda sangat berarti dan dapatkanlah Tax deductible receipt (pemotongan pajak). M (DI/IM)

     

 


FastCounter by bCentral