Malam Renungan Bencana Alam Aceh dan Sumut

Los Angeles, January 6, 2005
Di lantai 3 gedung KJRI-LA telah diadakan acara yang dihadiri oleh para pemuka agama yang terdiri dari Kristen, Katholik, Hindu, Islam dan Buddha ini juga sempat ditayangkan oleh media TV lokal yang menyampaikan doa bersama masyarakat dalam kepercayaannya masing-masing.

Dalam pidatonya, Konjen Handriyo menyampaikan kepada masyarakat dan tamu undangan, bahwasanya emosi manusiawi seperti kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan karena ketidak berdayaan kita menghadapi takdir Ilahi adalah suatu hal yang wajar. Manusia tidak dapat mengubah kenyataan ynag telah terjadi. Masa lalu tidak akan kembali, namun masa mendatang adalah realita yang harus kita hadapi.

Pada saat-saat seperti ini, sekali lagi kita perlu merenungkan betapa fananya keberadaan kita masing-masing. Inilah saat dimana batas-batas suku, budaya, agama, dan ras tidak lagi menjadi relevan. Tuhan Yang Maha Esa telah menanamkan dalam diri kita masing-masing rasa cinta terhadap sesama manusia.

Pada malam ini, kita bersatu sebagai bangsa Indonesia turut merasakan kesedihan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah satu, dimana kepedihan yang dirasakan sebagian dari masyarakat kita selayaknya dirasakan oleh seluruh bangsa kita.

Dalam KTT yang dihadiri oleh kepala-kepala negara dan berbagai instansi internasional tersebut akan dibahas berbagai macam tindakan yang akan diambil untuk menolong para korban bencana. Dalam KTT tersebut juga akan dibahas persiapan pembangunan sistem keamanan atau early warning system untuk mengadapi ancaman bencana serupa di masa depan.

Sementara itu KJRI Los Angeles telah membentuk Panitia Peduli Bencana Alam Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumut yang beranggotakan staff KJRI dan anggota-anggota masyarakat guna menampung pengumpulan dana yang disumbangkan oleh masyarakat di wilayah akreditasi Los Angeles dan sekitarnya.

Acara diakhiri dengan candle light vigil dan makan malam bersama. M (KJRILA/IM)

     

 


FastCounter by bCentral