|
|
|
RI
dan Negara Sahabat Akan Kembangkan Early Warning System
Pemerintah akan bekerjasama dengan negara-negara sahabat
untuk mengembangkan early warning system terhadap bencana
alam, seperti datangnya gempa bumi dan gelombang tsunami,
seperti yang baru-baru ini terjadi di Aceh dan sebagian
wilayah Sumatera Utara.
Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut pemerintah bisa
melakukan tindak pencegahan lebih awal terhadap bencana-bencana
yang akan datang, walaupun bencana alam sulit diprediksi.
"Kami sedang mengembangkan dan bekerjasama dengan negara
sahabat untuk sebuah early warning system terhadap bencana
alam, termasuk gelombang tsunami," kata Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) usai membuka perdagangan saham di
Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Senin,
(3/1/2005).
SBY juga menjelaskan, hari ini pihaknya akan memanggil BPPT,
BMG dan organisasi-organisasi terkait lainnya untuk membicarakan
bagaimana menghadapi masa depan, karena secara geografis
Indonesia memang rawan gempa dan bencana alam.
"Ini nantinya sangat diperlukan karena bisa mencegah
korban yang lebih besar dan bisa menjadi deteksi dini bagaimana
kita menghadapinya," kata dia.
Pada kesempatan itu, SBY mengucapkan rasa terima kasihnya
kepada masyarakat dan dunia internasional yang telah membantu
penanganan Aceh pasca gempa dan tsunami meski di beberapa
tempat masih sulit untuk diatasi, seperti Meulaboh.
Dia juga mengatakan, berbagai bencana alam tidak akan menjadi
ancaman bagi perekonomian Indonesia karena pemerintah telah
memiliki program yang jelas untuk ekonomi lima tahun ke
depan.M (IG/dc/IM)
|