|
 |
|
Seminar
tentang masuk ke perguruan tinggi.
Dilaporkan oleh: Dr.Irawan.
 |
Pomona , December 18 , 2004/Indonesia
Media
Kalau kita bicara kehidupan Imigran di Amerika, maka tidak
terlepas dari pergulatan hidup mereka untuk meraih sukses
dalam rangka mengejar taraf hidup lebih baik bagi mereka.
Agaknya itulah alasan utama dari para imigran yang hijrah
ke negara yang sering di cemoohkan sebagai negara yang penuh
arogansi ini. Namun herannya semakin banyak saja peminat
yang ingin bermukim di negara Pak De' Sam ini. Tentunya
para pendatang dari Indonesia tidak mau hanya datang dan
bekerja sebagai TKI ilegal semacam di Malaysia, untuk memasuki
jenjang kehidupan yang lebih representative sudah pasti
harus berbekal pendidikan yang memadai.
Menyadari akan kurangnya pengetahuan para imigran terhadap
system pendidikan di Amerika, akibat dari kesibukan mereka
yang harus berjuang ekstra keras, dibanding dengan penduduk
yang memang sudah lama tinggal disini. Belum lagi kendala
bahasa yang mereka harus hadapi. Maka Amerindo United yang
di ketuai oleh Dr.Robert Kaunang bersama Co Sponsor, Indonesian
Chinese American Association (ICAA), serta Indonesia Media,
dan dibantu oleh segenap unsur masyarakat, melakukan penyuluhan
kepada masyarakat Indonesia di wilayah greater Los Angeles,
tentang bagaimana caranya untuk masuk ke perguruan tinggi
di Amerika Serikat.
Sebagai catatan, beberapa bulan yang silam ICAA pernah juga
membuka seminar 3 babak mengenai sekolah di public school
sampai di K12, yang dibawakan oleh guru Public School asal
Indonesia , Miss Angelia Soetjipto. Ketika itu sempat juga
dibahas mengenai persiapan masuk ke perguruan tinggi beserta
petunjuk untuk mengambil bea siswa, dan dana pinjaman pendidikan.
Kali ini Amerindo United mencoba mengupasnya lebih comprehensive
lagi lewat seminar yang berjudul "Educational Opportunities
for the Underrepresented". Seminar yang di gelar di
Bronco Student Center, Cal Poly Pomona ini dinilai banyak
memberi manfaat bagi masyarkat Indonesia.
 |
Mr. Frank Reyes , M.A. yang
memandu acara adalah tokoh dari golongan Latino yang dikenal
dikalangan US Congress dan Senate sebagai pemimpin yang
mengusahakan kesempatan pendidikan akademis di Amerika Serikat
bagi kelompok masyarakat yang masih kurang terjangkau. Frank
juga mengingatkan akan pentingnya pengaruh politik dari
kalangan masyarakat Indonesia agar dapat memelihara kepentingan
kelompoknya dalam hidup berbangsa dan bernegara di Amerika
Serikat. Dr. Robert Kaonang pun menambahkan bahwa untuk
kegiatan politik kita tidak perlu harus berkiblat kepada
partai tertentu. Pokoknya partai mana saja yang bisa membela
kepentingan masyarakat Indonesia kita, hal ini juga sejalan
dengan pandangan dari organisasi ICAA dimana kepentingan
masyarakat Indonesia yang paling di utamakan. Inilah yang
menjadi salah satu landasan kerja sama antara Amerindo United
dengan ICAA.
Bapak Harris Iskandar, atase pendidikan dan kebudayaan KBRI
Washington D.C. dalam pidatonya menyambut baik usaha seminar
semacam ini yang tentunya akan membawa dampak yang baik
bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal ini dikaitkan
dengan keprihatinannya terhadap penurunan jumlah siswa Indonesia
yang sekarang datang belajar di Amerika Serikat. Menurut
beliau saat ini hanya ada 8800 siswa Indonesia yang datang
belajar di AS dibanding dengan tahun 2003 yang masih berjumlah
10040 siswa. Faktor-faktor yang menghambat antara lain adalah
lamanya pengurusan visa pelajar sekarang oleh kedubes AS.
"Saat sekarang warga Indonesia tidak dilihat dari apakah
dia punya K.T.P , atau paspor , dan surat-surat lainnya,
tapi yang dilihat dari hatinya, dan atas kepeduliannya terhadap
indonesia. Dimana saja kita dapat memperjuangkan untuk kemajuan
Indonesia, tidak perlu harus berada di Indonesia, anda sekalian
tinggal di Amerika tetap saja bisa membawwa nama baik Indonesia,
kenapa tidak? Di Amerika umumnya dituntut prestasi yang
tinggi, kalau kemampuannya hanya pas-pas-an jangan terlalu
mengharapkanlah." demikian kata Pak Harris. Temeka
Alexander, Admission Counselor, Cal Poly Pomona : Konsultasi
sebelum mendaftar masuk sekolah adalah hal yang penting
dilakukan oleh calon siswa. Dapatkanlah segala informasi
dari sekolah dan kesempatan membahas secara one on one transcripts
anda, semua itu akan membantu rencana anda supaya terarah
dan effiesien dalam menuntut ilmu disini.
Alfred R.Hererra, M.A., Director of the Center for community
college Partnerships : Kami melayani para mahasiswa tidak
memandang Ras, latar belakang Kebudayaan dan Agama. Kami
malah ingin anda (para imigran) mampu mempertahankan kebudayaannya
masing-masing di Amerika. Walaupun anda berasal dari community
college anda tetap bisa transfer ke UCLA.
Sonia Rodriguez , Senior Administrator for American Studies
and Ethnicity Program research center , dari USC (University
of Southern California): Image-nya di masyarakat adalah
sekolah mahal , tapi kenyataannya tingkat income rata-rata
dari orang tua yang anaknya sekolah di USC ternyata lebih
rendah dibanding dengan orang tua yang anaknya sekolah di
UCLA. Apakah anda tahu bahwa USC juga memberikan bea siswa
penuh kepada mahasiswanya yang qualified? Bagaimana caranya?
(Click di www.fafsa.ed.gov) .Student loan (pinjaman dana
pendidikan) sudah ada rumusannya setiap sekolah akan memberikan
angka-angka yang sama . Jangan berpikir kalau anda kalau
sudah dikasih jawaban "No" berarti sudah tidak
ada harapan lagi, kadang-kadang "No" bisa menjadi
"Yes".yang penting adalah keuletan kita. Jangan
lupa GPA dan SAT anda harus di posisi prima.
Dr. Bonavita Quinto-MacCallum, Dean Student Services dari
Riverside Community College; menerangkan bahwa di California
ada 117 Community College dengan siswa total sebanyak 1.617.551
orang yang umurnya berkisar dari 12 sampai 80 tahun . Ini
adalah pendidikan murah meriah yang hanya dikenakan biaya
$26,- per unit (1 class bisa terdiri dari 3-5 units) . Rata-rata
siswa yang mengambil 4 class hanya mengluarkan biaya $372,-
termasuk uang parkir. : Walaupun anda tidak lulus SMU (High
School) anda tetap bisa masuk ke Community College , dengan
syarat anda sudah berusia diatas 18 tahun. Community College
umumnya menawarkan program untuk transfer ke college 4 tahun,
carrier education programs, remedial atu "catch up"
program, continuing education for cultural growth, life
enrichment, dan skill improvement.
Sementara itu Gary Saphiro, Ph.D dari Orang Utan Republic
memanfaatkan momentum ini umtuk mengkampanyekan proyek preservasi
Orang Utan di Indonesia. Memang tepat sekali usaha beliau
yang senantiasa mencegah kepunahan dari species ini yang
terus merosot tajam populasinya dalam satu dekade terakhir
ini melalui mimbar yang dihadiri oleh orang-orang yang berkecimpung
didunia akademis. Dr. Saphiro sendiri pernah bertugas di
reservasi Orang Utan di Indonesia. Perlu diketahui habitat
Orang Utan saat ini di Indonesia hanya ada di pulau Borneo
dan Sumatera dalam jumlah yang mencemaskan.
Disela-sela break dari Seminar yang dilakukan dari Jam 1:00
siang sampai 5:30 sore itu, Group Paduan suara Suryani dan
Shinta Cs turut mengambil bagian memperkenalkan lagu-lagu
dari Indonesia. Acara diakhiri dengan tanya jawab, pada
umumnya Audiens merasa cukup puas menghadiri Seminar gratis
ini. Menurut panitia penyelenggara, acara serupa akan diadakan
secara berkala, karena diantisipasi minat masyarakat Indonesia
terhadap info pendidikan semacam ini akan selalu tinggi.
Diharapkan lebih banyak ormas lagi yang akan turut bergabung
dalam penyelenggaraannya disaat mendatang, dan tentunya
juga perwakilan resmi Republik Indonesia akan selalu mendukungnya.
Atas nama panitia penyelenggara, Benny Kaonang mengucapkan
maaf yang sebesarnya atas kekurangan rambu-rambu lokasi
yang sempat membingungkan pengunjung untuk mencari lokasi
gedung. Untuk itu panitia akan mempersiapkannya lebih baik
disaat mendatang. M (DI/IM)
|