|
 |
|
MENYAMBUT
TERPILIHNYA KEMBALI PRESIDEN GEORGE WALKER BUSH.
Los Angeles ,
Nov 5, 2004/ Indonesia Media
Dirangkum oleh: Dr.Irawan
 |
 |
 |
| Elaine Chao |
Dr. Frits Hong |
Norman Hsu |
Dengan terpilihnya kembali
Presiden George Walker Bush, Indonesia Media telah menjemput
reaksi dari beberapa tokoh prominent masyarakat Indonesia
di Amerika, tentunya pendapat ini tidak bisa mewakili opini
semua masyarakat Indonesia di Amerika, namun setidaknya
pembaca dapat memaklumi gambaran yang ada disini.
Norman Hsu, Presiden dari School Board La Puente dan Hacienda
Unified school district, sebagai Orang asal Indonesia yang
menjabat elected official di AS, dan mantan calon walikota
Hacienda Heights;
Norman memaparkan bahwa, dengan berakhirnya Amerika Pemilu
2004, November 2 yang lalu, maka rakyat Amerika sudah melakukan
demokrasi yang dianggap sangat mengesankan sehubungan dengan
hasil pemilu yang sulit diprediksi siapa yang akan keluar
sebagai pemenangnya sampai hari H nya. Kekuatan dari kedua
kubu yang cukup berimbang, diiringi dengan naik turunnya
polling selama kampanye.
Seperti apa yang diucapkan oleh Ayah dari GW Bush, (Bush
Tua) yang mantan presiden juga:" America has spoken",
nyatanya sekarang Presiden AS, George Walker Bush sudah
terpilih lagi, maka sudah selayaknya beliau mendapat pengakuan
dari seluruh rakyat AS. Perseteruan kedua kubu, hendaknya
disudahi dengan bergandengan tangan bersama kembali dalam
menghadapi tantangan kedepan, meskipun rakyat Amerika pernah
terbelah begitu pada saat sebelum pemilu dalam rangka membela
jagonya.
Pemilu kali ini mungkin agak berlainan dengan pemilu-pemilu
sebelumnya yang nuansa politiknya sangat kental. Kali ini
terkesan nilai-nilai moralitas lebih mendominasi ketimbang
politis. Perang terhadap terorisme menyadarkan rakyat Amerika
akan keperluannya mempunyai seorang pemimpin yang tegar
dan keras. Disini konsistensi dari Presiden Bush dengan
Perang Irak-nya lebih didukung, disisi lain keraguan Senator
John Kerry yang dianggap sudah melakukan "plin plan"
dengan mulanya menyetujui perang ke Irak, kemudian berbalik
menyalahkan Presiden Bush yang bertindak tanpa melibatkan
seluruh negara koalisi, tidak mendapatkan simpati.
Walaupun kegagalan Presiden Bush untuk menemukan senjata
pemusnah masal menjadi sorotan global disetiap media masa,
nyatanya tidak memberikan manfaat berarti terhadap Kerry.
Kendati popularitas Bush sempat melorot menyusul perdebatan
dengan Kerry yang sangat mantap dalam orasinya. Masyarakat
Amerika sangat serius dalam menentukan pilihannya ditambah
lagi banyak rancangan undang undang (propositions) yang
dilematis dilempar kedalam ballot kali ini. Mereka harus
berpikir secara extra hati hati dalam menentukan pilihannya
dengan pasti, dan harus siap dengan segala konsekwensinya.
Terpancingnya Kerry dalam pertanyaan apakah dia menyetujui
perkawinan sejenis, justru menjatuhkan pamornya ketika dia
kurang jelas dalam memberikan jawaban. Sementara GW. Bush
dengan mantap mengatakan bahwa perkawinan adalah bentuk
ikatan yang dilakukan oleh pria dan wanita. Manuver
Kerry yang membeberkan kehidupan Lesbian puteri wapres Dick
Cheney justru memancing sinisme dari publik yang mengesan
Kerry telah menggunakan isu-isu pribadi lawan demi mempermalukan
kubu rivalnya.
Kiranya disinilah public menilai seolah Kerry lebih condong
ke liberalisme, sedangkan Bush masih mempertahankan sikap
konservatif dan moralitas religius.
Bush juga mendapat simpati dari warga Florida yang pernah
dilanda angin Hurricane atas responnya yang cepat pada musim
panas lalu, maka tak ayal lagi negara bagian yang pada pemilu
tahun 2000 itu menjadi masalah kala dia berseteru dengan
Al Gore, menjadi begitu mulus didukung oleh 54% suara bagi
Bush.
Hasilnya adalah Bush telah memenangkan Electoral votes dan
Popular votes
Dimana 286 Electoral votes dimenangkan Bush dari Negara
bagian Ohio , Florida, Alaska, Arizona, Arkansas, Colorado,
Georgia, Idaho, Kansas, Louisiana, Mississippi, Missouri,
Montana, Nebraska, Nevada, North Carolina, North Dakota,
South Dakota, Texas, Utah, Virginia dan Wyoming. Sementara
itu Senator Kerry hanya mendapatkan 252 Electoral votes
. Presiden Bush juga mengantongi Popular votes sebanyak
59,5 juta (51%), dibanding dengan Senator Kerry pada posisi
55,95 juta (48%)
Apapun yang disiarkan oleh media masa kebanyakan (lebih
dari 60%), dan pakar-pakar universitas yang mendukung John
Kerry, ternyata tidak mempan menembus hati nurani para voters.
Harus diakui bahwa Senator Massachussett, John Kerry dengan
cawapresnya John Edward telah mendominasi negara bagian
pesisir, dan berhasil merebut hati kaum muda sebagai para
pemilih perdana.di Election 2004 ini. California yang paling
banyak nilai electoral votes (55) dilalap habis oleh partai
Demokrat. Gubernur Extreminator-pun tidak sanggup membendung
kekuatan Demokrat. Banyak orang yang mengasumsikan kalau
dipesisir masyarakatnya lebih terbuka , sedangkan dipedalaman
mereka lebih kolot. Ada pula yang berpendapat kalau dipesisir
banyak dipengaruhi oleh para imigran (pendatang) yang melihat
Amerika ini sebagai negara yang sudah esthablished dalam
kehidupan yang damai dan teratur. Hal ini bisa dimaklumi,
kalau para pendatang yang justru datang ke Amerika ini untuk
menghindari kehidupan yang tidak tenang dinegara asalnya,
kalau malah datang ke AS disuruh berperang, mereka juga
takut kalau anak-anak mereka akan mati dimedan perang..
Disisi lain mereka yang bukan dipesisir mayoritas penduduknya
sudah turun-temurun akrab dengan istiadat sejarah perjuangan
berdirinya Amerika Serikat, mengerti apa arti sebenarnya
dari kebebasan dan kemerdekaan itu. Bagi masyarakat yang
hidup di pedalaman Amerika, memiliki senjata api adalah
hal yang biasa. Bahkan pernah dilaporkan disalah satu kota
kecil di Amerika, ada peraturan wajib memiliki senjata api,
karena alasan keamanan.
Kampanye Kerry dan Bush sempat membentuk opini publik bahwa,
Kerry anti perang sedangkan Bush gila perang. Padahal andai
kata Kerry terpilih sebagai presiden, belum tentu perang
akan berakhir dengan serta merta.
Elaine L. Chao, menteri tenaga kerja AS menanggapi kemenangan
Bush sebagai momentum penambahan lapangan kerja baru dan
perluasan bidang usaha, untuk mem-boost up economic.. Sebagai
catatan, Elaine Chao adalah menteri dari kabinet Bush dari
kalangan Asia, dan beliau bersama suaminya Senator Mitch
McConnell, dari Kentucky, pernah datang ke Indonesia mengunjungi
Presiden Habibie untuk menanyakan masalah perkosaan wanita
Tionghoa sewaktu terjadi kerusuhan Mei 98 di Indoensia.
Kebetulan juga Elaine Chao merupakan sobat dari DR. Frits
Hong.
DR.Frits Hong, selaku ketua umum ICAA, dan penasehat dari
Conggresman Gerry Miller dari 42th District : Menyambut
gembira atas terpilihnya kembali Presiden George W. Bush
untuk term ke II, yang berarti ada banyak masalah AS yang
bisa beliau selesaikan dalam masa jabatan 2004-2008 ini.
Dengan itu juga berarti kawan-kawannya (Frits Hong) yang
duduk dikabinet maupun di pembantu kabinet pemerintahan
GW. Bush masih bisa dimungkinkan untuk bertahan. Adapun
persaingan yang sangat ketat dalam masa kampanye antara
partai Democrats dan Republican hendaknya diambil hikmahnya
sebagai manifestasi check and balances yang sehat. Syukurlah
Proposition 68 dan 70 mengenai perluasan arena judi bisa
digagalkan. Semoga dengan terpilihnya kembali Presiden George
walker Bush hubungan bilateral AS dan RI bisa terpelihara
dengan baik.
|