|
 |
|
Bush
Akui Salah Perhitungan Soal Pasca Perang di Irak
Presiden Amerika Serikat George W Bush untuk pertama kalinya,
mengakui bahwa dirinya telah salah memperhitungkan kondisi
pasca perang di Irak. Demikian dilaporkan harian terkemuka,
The New York Times mengutip ucapan Bush dalam sebuah wawancara.
Dalam tanya jawab selama 30 menit itu, Bush mengaku bahwa
dirinya telah "salah memperhitungkan kondisi apa yang
akan terjadi pasca perang Irak." Namun dikatakan Bush
bahwa strategi yang dijalankannya telah "cukup fleksibel"
untuk merespons perjuangan gerilyawan Irak.
"Kami saat ini menyesuaikan diri dengan kondisi kami
di tempat-tempat seperti Najaf," tutur Bush seperti
dikutip surat kabar AS tersebut dan dilansir Reuters, Jumat
(27/8/2004).
Menurut Pentagon, 969 pasukan AS telah meninggal di Irak
sejak invasi dimulai untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein.
Ini masih ditambah dengan 6.690 personel AS yang mengalami
luka-luka.
Dalam wawancara itu, Bush juga membicarakan isu ambisi nuklir
Korea Utara (Korut) dan Iran. Dituturkan Bush, dirinya tidak
ingin tergesa-gesa menetapkan deadline mengenai masalah
tersebut. Menurut Bush, ia akan terus melakukan tekanan
diplomatik terhadap negara-negara tersebut.
"Saya pikir kita tidak memberikan batas waktu untuk
para diktator," ujar Bush mengenai pemimpin Iran dan
Korut. "Saya yakin bahwa pada waktunya ini (pendekatan
diplomatik) akan berhasil -- saya tentu saja berharap demikian,"
tulis The New York Times mengutip Bush.M (RUH/dc/IM)
|