|
|
|
Tinggal
dan Bekerja di Amerika melalui Greencard Lottery
Oleh:
Lia Suntoso
 |
DARI pengalaman saya sehari-hari
dan dari berbagai komentar yang saya terima melalui artikel-artikel
saya di media-media Indonesia maupun di AS, saya mengambil
kesimpulan bahwa terdapat dua kelompok besar orang yang
ingin hijrah ke AS. Pertama, orang yang merasa bahwa dia
bisa memperbaiki hidupnya karena alasan ekonomi, pekerjaan,
dan keuangan, dan seputar itu. Kedua, orang yang ingin ber-imigrasi
ke AS karena merasa Indonesia bukanlah lagi tempat yang
aman untuk ditinggali, entah berdasarkan ras, agama, kebangsaan,
keanggotaan suatu kelompok sosial khusus, dan opini politik.
Secara umum, hukum keimigrasian di Amerika memberikan tiga
opsi untuk dapat tinggal dan bekerja di sana. Yaitu pertama,
sponsorship dari hubungan keluarga (suami/istri, anak, orangtua,
saudara). Kedua, sponsorship dari hubungan dalam pekerjaan.
Ketiga, melalui hukum-hukum khusus, mulai lotere kartu hijau
(greencard lottery) sampai pengajuan suaka. Informasi di
bawah ini bersifat secara umum menyangkut cara-cara berpartisipasi
untuk mengikuti greencard lottery.
Tahun ini, pemerintah AS, melalui kuasa yang diberikan oleh
Jaksa Agung AS, kembali mengadakan program greencard lottery.
Indonesia kembali menjadi salah satu negara yang penduduknya
eligible untuk mengikuti program ini. Pengumuman resmi Departemen
Luar Negeri AS (Department of State) dapat diakses di .
Pemenang lotere yang berhasil melalui proses aplikasi bagi
penduduk permanen sebelum kerangka waktu yang dipersyaratkan
(lihat penjelasan dibawah mengenai tahun fiskal), akan mendapatkan
kartu hijau yang memungkinkannya untuk tinggal dan bekerja
secara tetap di AS. Untuk mengikuti program gratis ini,
akses langsung di akan dibuka dari tanggal 5 November 2004
sampai 7 Januari 2005.
Seperti undian berhadiah, proses ini adalah murni undian
yang ditarik secara acak. Adapun jumlah greencard dari program
lotere yang tersedia adalah 55.000 setiap tahunnya (secara
teknis, angka ini dikurangi 5.000 dari jumlah kartu hijau
yang diberikan kepada pengaju berdasarkan program kartu
hijau dari Nikaragua. Jadi, sebetulnya greencard yang tersedia
adalah 50.000). Untuk program lotere tahun fiskal 2005,
tercatat sekitar 9,5 juta pelamar untuk DV-2005, maka kemungkinannya
lima dari seribu orang, dan 258 warga Indonesia sukses dalam
program, lihat di .
Secara teknis, dalam konteks lotere, Jaksa Agung akan mengevaluasi,
hanya warga dari kawasan dan negara-negara yang memiliki
angka imigran ke AS rendah dapat mengikuti program ini.
Negara-negara yang memiliki lebih dari 50.000 warganya berimigrasi
ke AS dalam periode 5 tahun fiskal, tidak berhak untuk berpartisipasi
dalam program ini. Secara historis, termasuk tahun ini,
Indonesia masih termasuk negara yang mempunyai imigran ke
AS rendah, karena itu warga Indonesia boleh ikut. Jadi,
secara umum, untuk bisa ikut dalam program, yang bersangkutan
harus lahir atau berasal dari negara-negara yang jumlah
imigran ke AS masih rendah, sebagaimana ketentuan Jaksa
Agung AS. Program ini membagi dunia menjadi enam kawasan
yakni 1) Afrika, 2) Asia, 3) Eropa, 4) Amerika Utara, 5)
Oceania, dan 6) Amerika Tengah dan Selatan, Meksiko, dan
Karibia. Setiap kawasan mempunyai kuota tersendiri dari
50.000 pelamar tadi, dengan batas kuota tidak lebih dari
7% (3,850 pemenang) untuk setiap negara dari jumlah total
seluruh jumlah visa yang tersedia. Syaratnya sederhana.
Apabila terpilih sebagai pemenang, pelamar harus memenuhi
persyaratan pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Pemohon
harus mempunyai ijazah SMA atau sederajat, atau dalam lima
tahun terakhir telah bekerja selama dua tahun dalam sebuah
profesi yang membutuhkan pelatihan sedikitnya selama 2 tahun.
Greencard juga diberikan kepada keluarga, yakni isteri/suami
dan anak-anak yang berusia di bawah 21 tahun dan dicantumkan
pada saat mendaftar. Jika tidak, mereka tidak akan mendapatkan
derivatif dari pemenang tadi. Namun bagi mereka yang berkeluarga
setelah memenangkan greencard, maka pasangan maupun anak
mereka, juga tetap akan memperoleh visa. Istilah asli
atau native umumnya diterjemahkan lahir
di wilayah suatu negara. Jadi lebih mengacu pada negara
tempat pelamar dilahirkan, dan tidak ada kaitannya dengan
kewarganegaraan. Umumnya, bagi orang Indonesia, yang lahir
dan berkewarganegaraan Indonesia, chargeability
nya juga Indonesia. Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat
.
Proses penyesuaian status (aplikasi bagi penduduk permanen)
melalui greencard lottery ini harus dilengkapi, tanpa kecuali,
sebelum tahun fiskal program yang bersangkutan berakhir.
Misalnya, program greencard lottery tahun ini adalah DV-2006,
maka proses penyesuaian status (adjustment of status) harus
sudah diselesaikan sebelum tahun fiskal 2006 berakhir, yaitu
sebelum Oktober 1, 2006. Biasanya pengumuman pemenang dilakukan
pada pertengahan setahun sebelumnya. Contoh, pemenang lotere
tahun fiskal 2005, yang harus proses sebelum tahun fiskal
imigrasi 2005 berakhir, yaitu sebelum Oktober 1, 2005, sudah
diberitahu bahwa ia memenangkan lotere pada bulan Juni atau
Juli 2004, sehingga ada rentang waktu kira-kira setahun
untuk menyelesaikan proses aplikasi permanennya. Jadi, apabila
anda salah satu yang beruntung dari greencard lottery DV-2006
ini, anda akan mendapatkan notifikasi di sekitar musim panas
tahun 2005.
Pelamar yang mengajukan lebih dari satu aplikasi, secara
otomatis akan didiskualifikasi, tanpa melihat siapa yang
mengajukan permohonannya. Di samping dapat mengajukan sendiri,
pelamar dapat meminta bantuan orang lain untuk mengajukan
permohonannya.
Proses greencard lottery ini adalah murni lotere dan diselenggarakan
secara gratis. Sejak tahun lalu, Departemen Luar Negeri
AS hanya akan menerima Formulir Lamaran yang disebut Electronic
Diversity Visa (EDV) yang ditulis secara lengkap yang dikirimkan
secara elektronik ke , yang akan bisa diakses dari tanggal
5 November 2004 sampai 7 Januari 2005. Pengajuan via surat
tidak akan diterima dan dianggap tidak memenuhi syarat.
Submisi elektronik tersebut harus diajukan dalam waktu 63
hari periode registrasi. Informasi yang ditanyakan adalah
nama lengkap pelamar, tempat dan tanggal lahir (negara),
jenis kelamin, alamat, dan keterangan apakah negaranya masuk
dalam daftar yang diizinkan untuk ikut lotere. Di samping
itu, ditanyakan pula status perkawinan mereka, termasuk
keterangan lengkap isteri/suami serta anak-anak yang belum
menikah dan berusia dibawah 21 tahun, kecuali anak tersebut
adalah warga atau penduduk tetap AS. Tidak dibutuhkan tandatangan
dalam aplikasi ini. Untuk mendapatkan konfirmasi submisi,
jangan lupa menyertakan e-mail di boks yang telah tersedia
karena segera setelah menerima aplikasi lotere lengkap,
Departemen Luar Negeri AS akan memberikan kepada pelamar
secara elektronik melalui e-mail tersebut. Setiap pelamar
wajib menyertakan foto diri, keluarga , termasuk isteri/suami
dan anak-anak dibawah 21 tahun yang diikutsertakan dalam
aplikasi. Fotonya harus dikirim dengan format JPEG dan berwarna
atau grayscale. Resolusi yang dipakai adalah ukuran 320
pixels kali 240 untuk foto digital, atau 300 pixels kali
300 pixels untuk foto yang di-scan, dengan kedalaman warna
24-bit yang berwarna, atau 8-bit berwarna atau 8-bit grayscale.
Gambar monokromatik akan ditolak. Jika di-scan, foto yang
tercetak harus berukuran 2x2 inchi dengan resoulsi 150 dot
per-inchi menggunakan warna dasar yang sama. Kapasitas maksimum
file adalah 62.500 bytes. Wajah pelamar harus menghadap
langsung ke kamera dan mencakup 50% kertas foto. Warna latar
harus netral atau warna yang terang, tidak memakai kacamata
hitam atau cadar meskipun dengan alasan agama. Untuk jelasnya,
silahkan lihat di , bagian Technical Specifications
- Digital Image dan juga .
Jika Departemen Luar Negeri AS memberikan notifikasi kepada
sekitar 100.000 pemenang, sementara jatah greencard yang
tersedia adalah 50.000, maka kunci untuk memenangkannya
adalah dengan mangajukan aplikasi unuk penduduk permanen
secepat mungkin sebelum jumlah 50.000 ini tadi habis. Namun
yang harus dicatat adalah bahwa tidak semua orang yang berhak,
meskipun menang, dapat memperoleh greencard. Hal ini dapat
terjadi jika pelamar pernah melanggar hukum, contohnya,
memalsukan visa, melakukan tindak kriminal, turis yang tinggal
melebihi batas waktu yang ditetapkan, atau pernah out of
status di AS. Belum lagi ditambah dengan masalah pengecekan
nama yang makan waktu, yang seringkali memerlukan waktu
hingga 3 bulan, dapat menjadi ganjalan untuk menyelesaikan
penyesuaian status sebelum tahun fiskal berakhir.
Saya berharap informasi ini menjawab berbagai pertanyaan
yang telah ditujukan ke saya melalui e-mail maupun telepon.
Akhir kata, apabila anda adalah salah seorang yang beruntung,
hendaknya jangan lupa bahwa meski mendapatkan greencard
memperbolehkan anda tinggal dan bekerja di AS, kewarganegaraan
anda masih Indonesia. Kartu hijau bukan kewarganegaraan
AS, meski pemegang kartu hijau dapat mengajukan aplikasi
untuk kewarganegaraan AS dalam waktu 5 tahun. Sebelum anda
merubah kewarganegaraan, anda masih harus memenuhi hukum
imigrasi Indonesia, dan sebagai pemegang kartu hijau, harus
harus maintain berlakunya paspor.
Akhir kata, berkaca dari pengalaman, saya menyarankan bahwa,
apabila Anda menjadi pemenang lotere ini dan Anda serius
untuk mencoba hidup baru di Amerika, pikirkanlah baik-baik.
Jangan kegirangan karena dapat lotere, lalu hijrah tanpa
perhitungan ke AS. Jadi, lakukan riset, tempuhlah jalan
yang terbaik untuk Anda dan keluarga Anda. M (LS/IM) * Lia
Suntoso adalah pengacara imigrasi yang tinggal dan bekerja
di Amerika Serikat.
|