Protest Statement

Regarding the Remarks of Indonesian Newly Elected VP, Jusuf Kalla
A Call for World Justice to lift Discrimination towards Ethnic Chinese in Indonesia

Initiated by
ICANET (Indonesian, Chinese, American Network) San Francisco

ICAA (Indonesian Chinese American Association) Los Angeles

CCEVI (Canadian Concern of Ethnic Violence in Indonesia) Toronto

October 20, 2004
On Sinar Harapan Daily, October 12, 2004, as well as on Al Jazeera.net on October 15, 2004, we learned that the newly elected Vice President of Indonesia, Jusuf Kalla, expressed the following racist remarks:
The Jakarta daily Sinar Harapan (Voice of Hope) this week quoted Jusuf saying he was considering changes on lending polices that would lower the interest rates on loans to a group overwhelmingly comprised (by his own admission up to 95%) of indigenous Indonesian businessmen.
Jusuf claims that the policy will level the business playing field and reduce the amount of discrimination directed at the nation's tiny ethnic Chinese community.


When asked whether the policy was discriminatory, he replied: "Would you (Indonesian Chinese) choose to be discriminated against or you prefer to be burned out and hunted down?"

With this letter, we strongly condemn this discriminatory statement and demand apology from the Vice President. We believe that this sort of comment should not be expressed by Indonesian leader with pluralistic society that hopefully promotes fairness, unity, harmony and racial tolerance. His remarks, gave a strong impression that VP Jusuf Kalla tolerates the state discrimination and violence towards ethnic Chinese in Indonesia, including unsettled bloody May Riots 1998.

We strongly call all Indonesian Citizens and World Citizens who have a heart for humanity to urge this new administration of Indonesia, President Susilo Bambang Yudhoyono and VP Jusuf Kalla, as follow;

1. To bring to justice the actors and perpetrators of May Riots 1998 that victimized ethnic Chinese Indonesians.

2. To stop official government discrimination and to abolish 60 Articles of Discrimination towards Ethnic Chinese in Indonesia

3. To respect the human rights of all minorities, including Chinese and Christian in Indonesia.

4. To stop on-going church closing, burning and destruction throughout Indonesia.

Contact: ICANET President - Peter Phwan - 415-812-2414
CC:

Leland Yee, California State Assembly and Speaker Pro Tempore
Diane Feinstein, U.S. Senator
Barbara Boxer, U.S. Senator
Nancy Pelosi , U.S. Congresswoman and Leader of the Democratic Party
Colin Powell, U.S. Secretary of State
Basillo Chen, Chairman of the California Republican Party District of San Mateo
Tom Lantos, U.S. Congressman
Jackie Speir, California State Senator
George Radanovich, U.S. Congressman
Bok Pon, Former two term California Republican Party Vice Chairman and 2nd Asst. Secretary
Edward Liu, Huaren
John Miller, East Timor Action Network (ETAN)
Medea Benjamin, Co Chairwoman Global Exchange


SURAT PROTES

Atas Pernyataan Wakil Presiden Terpilih Indonesia, Jusuf Kalla
Panggilan untuk Menghentikan Diskriminasi terhadap Etnis Tionghoa di Indonesia

Oleh
ICANET (Indonesian, Chinese, American Network) San Francisco
ICAA (Indonesian Chinese American Association) Los Angeles

20 Oktober, 2004
Dalam harian Sinar Harapan, 12 Oktober 2004, dan juga di Al Jazeera.net tanggal 15 Oktober 2004, kami mendapati bahwa Wakil Presiden terpilih Indonesia, Jusuf Kalla, memberikan pernyataan rasis berikut :

Kalla menyebut peristiwa Mei 1998 dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap jurang kaya-miskin yang terjadi di Indonesia. “Jangan disembunyikan masalah republik ini. Harus terbuka. Ini kepentingan Anda (pengusaha Tionghoa-red), saya bilang. Kalau banyak orang miskin, banyak pengusaha kaki lima yang didorong-dorong kiri kanan. Tahun depan siapa yang akan dia bakar? Anda yang akan dibakar. Suka mana? Suka diskriminasi atau suka kau dibakarin, diburu-buru. Anda enak bawa duit keluar negeri kalau terjadi apa-apa. Saya terbuka begitu. Saya tidak pernah tutup-tutupi,” kata Kalla menceritakan pengalamannya berdialog dengan pengusaha Tionghoa.

Melalui nota ini, kami menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas pernyataan rasialis ini dan menuntut pernyataan maaf. Kami percaya bahwa komentar semacam ini tidak seyogyanya disampaikan oleh pemimpin Indonesia dengan masyarakat majemuk yang seharusnya menjunjung tinggi keadilan, kesatuan, harmoni dan toleransi antar etnis. Dengan komentar yang terakhir tadi, kami mendapat kesan kuat bahwa Wakil Presiden Kalla memberi toleransi terhadap diskriminasi negara dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa, termasuk kerusuhan berdarah Mei 1998 yang tidak terselesaikan.
Dalam kesempatan pelantikan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil President Jusuf Kalla yang baru berselang, kami sangat menghimbau seluruh Warga Negara Indonesia dan Dunia yang memiliki hati yang perduli Kemanusian untuk menuntut pemerintahan Indonesia yang baru ini untuk :
1. Menyelesaikan dan membawa ke Pengadilan aktor dan perpetrator Kejadian Mei 1998 yang mengorbankan banyak warga Tionghoa di Indonesia.
2. Menghentikan diskriminasi negara yang rasis dan menghapuskan 60 Aturan yang secara khusus mendiskriminasi Warga Tionghoa di Indonesia.
3. Menghormati hak asazi semua minoritas, termasuk Tionghoa dan Kristen
4. Menghentikan penutupan, pembakaran dan perusakan gereja dan tempat ibadah Kristiani yang masih berlangsung sampai kini di seluruh Indonesia.

Contact : ICANET President - Peter Phwan - 415-812-2414

     

 


FastCounter by bCentral