|
 |
|
Amerika
Memilih
 |
Polling: Bush Ungguli
Kerry 8%
Meski John Kerry dinilai lebih meyakinkan ketimbang
George W Bush saat debat, namun hasil polling berbicara
lain. Bush mengungguli Kerry 8 persen.
Demikian hasil polling CNN/USA Today/Gallup seperti dilansir
CNN, Senin (18/10/2004). Bush memperoleh 52 persen, sedangkan
Kerry mendapat 44 persen. Sementara kandidat independen
Ralph Nader hanya mendapat 1 persen.
Meski demikian, sebanyak 47 persen respoden menilai Kerry
tampil lebih baik saat debat daripada Bush yang hanya mendapat
35 persen.
Sementara menurut The Star, sejumlah polling selain CNN/USA
Today/Gallup menunjukkan Bush unggul 2 hingga 4 persen dari
Kerry.
Polling yang dilakukan majalah Time dan Reuters/Zogby menunjukkan
Bush yang dijagokan Partai Republik itu unggul 2 persen
dari Kerry. Sedangkan polling ABC News menempatkan Bush
unggul 4 persen atas Kerry dari Partai Demokrat.
Angka polling tersebut mengindikasikan hal berlawanan. Pemilih
menilai Kerry memenangkan debat. Namun pemilih tetap menempatkan
Bush sebagai pemimpin yang lebih kuat ketimbang Kerry selama
masa perang dan kewaspadaan terhadap serangan teroris berikutnya
di AS.
Poling Global: Kerry Didukung untuk Jadi Presiden
AS
Kebijakan Presiden AS George W Bush telah memicu
kebencian global dan dunia lebih menginginkan Senator John
Kerry menjadi presiden AS berikutnya. Setidaknya demikian
hasil poling yang dilakukan koran-koran terkemuka dunia.
 |
Eksekutif Partai
Berkuasa Jepang Kecam Kerry Soal Korut
Pejabat tinggi partai berkuasa Jepang mengritik
kandidat presiden AS John Kerry soal kebijakan Korea Utara
(Korut). Orang nomor dua Liberal Democratic Party (LDP)
itu berharap Presiden George W Bush akan kembali memenangkan
pemilihan presiden November mendatang.
"Saya pikir akan ada kesulitan jika bukan Presiden
Bush," ujar Sekjen LDP Tsutomu Takebe pada sebuah program
radio, seperti dilaporkan kantor berita Jepang, Kyodo dan
dilansir Reuters, Jumat (15/10/2004).
"Sebagai contoh, Mr Kerry ingin menangani isu Korut
secara bilateral, yang mana itu tidak mungkin. Kita saat
ini dalam era multilateralisme," imbuh eksekutif LDP
itu.
Komentar tersebut dicetuskan Takebe sehari setelah Perdana
Menteri Jepang Junichiro Koizumi melontarkan statemen, yang
mengisyaratkan bahwa dirinya lebih mengharap Bush yang memenangkan
pemilihan 2 November akan datang.
Namun ternyata kebanyakan warga sipil Jepang lebih menyukai
Kerry. Berdasarkan poling yang diterbitkan surat kabar liberal
Asahi Shimbun hari Jumat ini, terlihat bahwa 51 persen responden
menginginkan Senator Kerry memenangkan pemilihan presiden
AS, sementara 30 persen mendukung Bush.
Komentar Kerry Soal Lesbian Bikin Wapres AS Marah
Besar
Wapres AS Dick Cheney dan istrinya marah kepada
Senator John Kerry karena menyebut-nyebut putri mereka yang
lesbi saat debat kepresidenan ketiga dan terakhir di Tempe,
Arizona.
Dalam sesi debat yang berlangsung Rabu (13/10/2004) malam
waktu setempat, Kerry menyinggung soal putri Cheney, Mary
ketika ditanya apakah homoseksualitas merupakan pilihan.
"Kita semua anak-anak Tuhan," ujar Kerry.
Adapun Presiden Bush dalam debat tersebut menyatakan bahwa
dirinya tidak tahu apakah homoseks merupakan pilihan atau
tidak.
Wapres Cheney dan istrinya marah besar dengan komentar Kerry
tersebut. "Kalian melihat orang yang akan melakukan
dan mengatakan apa saja agar terpilih," cetus Cheney
mengenai Kerry di depan massa di Fort Myers, Florida.
 |
Bush: Kerry Alami
Amnesia Pemilu
Bush menyindir Kerry mengalami 'amnesia pemilu'.
Amnesia pemilu ini, menurut Bush, yang membuat Kerry mengubah
pendiriannya tentang Irak. Yakni, dari semula mendukung
dilancarkannya serangan atas Irak berubah menjadi menentangnya.
Berada di lapangan football Jacksonville, Florida, Sabtu
(24/10/2004) Bush menyerang balik Kerry yang menudingnya
salah urus soal Irak.
Bush menyatakan kritik Kerry itu bertentangan dengan persetujuan
pra-perangnya untuk dilancarka perang atas Irak, serta bertentangan
dengan peringatannya sebelumnya bahwa mantan pemimpin Irak
Saddam Hussein adalah tokoh berbahaya.Bush, menilai Kerry
'terlihat melupakan' pendirian sebelumnya, dan ia menduga
senator dari Massachusetts ini mengubah pendirannya untuk
keuntungan politik.
Kerry bersikukuh pandangannya atas Irak konsisten dan menyalahkan
Presiden Bush karena gagal menggalang dukungan internasional
dalam melancarkan perang pada Irak dan waktunya tidak tepat.
Bush memerintahkan invasi atas Irak pada Maret 2003 untuk
melumpuhkan senjuta pemusnah massal Irak, tapi sebuah komisi
pemerintah AS telah menyimpulkan bahwa tidak ada senjata
pemusnah massa di Irak
Mayoritas Mahasiswa AS Pilih Kerry Sebagai Presiden
Mayoritas mahasiswa AS ternyata lebih mendukung
Kerry sebagai presiden mendatang dibandingkan Bush. Setidaknya
demikian menurut hasil poling Universitas Harvard yang dirilis
hari Kamis (21/10/2004) .
Poling yang dilakukan Institut Politik universitas terpandang
itu menunjukkan bahwa 52 persen mahasiswa menginginkan Senator
Kerry terpilih sebagai presiden. Sementara 39 persen mahasiswa
mendukung Bush dan 8 persen abstain.
Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (22/10/2004).
Data terbaru ini menunjukkan bahwa dukungan untuk Kerry
meningkat dibandingkan survei serupa yang dilakukan Harvard
enam bulan lalu. Dalam jajak pendapat yang dirilis bulan
April lalu, terlihat bahwa Kerry mengungguli Bush dengan
48-38 persen, dan 11 persen abstain.
Meski Kerry mengalahkan Bush dalam keseluruhan dukungan,
namun Bush dipandang sebagai pemimpin yang lebih kuat dibandingkan
Kerry (49 persen untuk Bush dan 36 persen untuk Kerry).
Bush juga mengungguli Kerry dengan 57-27 persen soal kandidat
mana yang mengambil sikap jelas mengenai isu-isu.
"Poling tersebut menunjukkan bahwa Bush merupakan pemimpin
yang kuat namun juga memperlihatkan bahwa mereka tidak ingin
dipimpin Bush lagi,' tukas King.
Poling ini didasarkan pada wawancara dengan 1.202 orang
yang dipilih secara acak dari database hampir 5,1 juta mahasiswa
di seluruh Amerika. Survei dilakukan antara 7-13 Oktober
lalu dan memiliki margin of error plus atau minus 2,8 persen.
Pencoblosan dini sudah dilakukan sejak Oktober
18, 2004.
Negara bagian Florida lagi-lagi melakukan pencoblosan
lebih awal. Pencoblosan dilakukan hari ini. Padahal Pemilu
AS masih dua pekan lagi, yakni 2 November 2004.
Florida terhitung sudah dua kali melakukan hal serupa. Pertama
kali, pencoblosan lebih awal dari jadwal dilakukan Florida
pada Pemilu tahun 2000 dengan 537 pemilih. Saat itu George
W Bush yang dijagokan Republik menang.
Demikian dilaporkan AP, Senin (18/10/2004). Pencoblosan
awal juga diselenggarakan di Texas, Colorado, dan Arkansas.
Negara bagian lainnya pada tahun ini sudah siap memulai
pencoblosan pribadi termasuk Wisconsin, Iowa, Nevada, Ohio,
New Mexico, Pennsylvania, dan Michigan.
Beberapa pihak mengkritik konsep pencoblosan awal. Sebab
bisa memicu kesempatan untuk berbuat curang. Meski demikian
kebanyakan negara bagian tetap menawarkan pencoblosan awal.
Menurut para pejabat penyelenggara Pemilu, meski pencoblosan
awal membuat pihaknya jadi lebih sibuk, namun pemilih tetap
diharapkan berpartisipasi untuk menyoblos.
Dari berbagai sumber (CNN/AP/Reuter/DC/IM)
|