2009, Mega Siap Bertarung Lagi

Mantan presiden Megawati Soekarnoputri tetap dengan keputusannya untuk tidak bersedia menghadiri pelantikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres M Yusuf Kalla. Namun bukan berarti dia tidak mengikuti prosesi hasil Pemilu 2004, yang digelar di Gedung MPR RI.

Usai acara pelantikan yang disaksikannya melalui layar kaca, Ketua Umum PDI-P Megawati di kediamannya Jl Kebagusan, kemarin, terlihat santai ditemani suaminya, Taufik Kiemas, Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Jacob Nuwa Wea, Tjahjo Kumolo. "Ibu santai saja," ujar Tjahjo kepada Suara Merdeka, kemarin.

Baru sore harinya Megawati menerima kedatangan sekitar 8.000 simpatisan dan kader PDI-P, serta dilanjutkan berbuka puasa bersama.

Pada kesempatan sebelum buka puasa bersama, Mega memberikan sambutan yang intinya mengajak simpatisan dan kadernya untuk terus berusaha memperjuangkan aspirasi rakyat, serta mau turun ke bawah bersama rakyat .

"Saya juga akan rutin turun ke bawah bersama rakyat," ujarnya.
Terkait kekalahannya dalam Pemilu Presiden putaran kedua, Mega dengan lantang mengatakan bahwa itu bukan kekalahan.

"Kita tidak kalah hanya kurang suara. Karena itu kita perlu kerja keras untuk menambah kekurangan itu. Anda sekalian siap kerja keras?" tanya Mega kepada para kadernya, yang langsung dijawab secara serentak, "Siap."

Melihat kesiapan para kadernya itu, Mega menyatakan siap untuk bertarung lagi pada 2009.

Menurut Tjahjo, Mega tidak memberi komentar apa-apa tentang pidato Presiden SBY di Istana Negara, namun mengajak kepada kadernya untuk mengawal aspirasi rakyat, agar keinginan rakyat bisa terwujud.

Megawati keluar dari kediamannya di Jalan kebagusan IV/56, pukul 17.25 WIB. Dia mengenakan celana dan baju panjang biru muda. Perhelatan di halaman rumah kakak kandung Guruh Soekarnoputra tersebut sempat terhambat karena aliran listrik padam. Keadaan itu tidak mengurangi antusiasme pengunjung yang hadir. Hal itu terbukti dengan hadirnya ratusan orang yang memadati halaman rumah tersebut.

Seperti biasanya, "pesta" di Kebagusan selalu menyediakan makanan dan jajanan. Warga setempat yang menyediakan semua menu itu. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan ganti voucher senilai Rp 10.000 untuk setiap paket makanan yang terjual. Voucher yang berasal dari Ketua Umum PDI-P tersebut biasanya diuangkan kepada petugas yang ditunjuk usai acara.

Banyaknya warga yang hadir di Kebagusan, sempat membuat jalan ke arah lokasi perhelatan menjadi macet total. Acara yang didahului dengan kultum oleh politikus PDI-P Hasyim Wahab itu, dilanjutkan dengan shalat magrib dan shalat tarawih berjamaah. Sayangnya, Megawati sudah tidak terlihat di tengah kerumunan massa pendukungnya usai shalat magrib. Tampak yang masih setia bersama para pendukung PDI-P tersebut adalah Taufik Kiemas yang didampingi oleh Adang Ruchiatna yang selama ini dikenal sebagai Ketua Tim Kampanye Mega-Hasyim.

Pribadi dan Sensitif
Ketidakhadiran Mega pada acara pelantikan, menurut Ketua DPP PDI-P Kwik Kian Gie, alasannya sangat pribadi dan sensitif untuk diungkapkan ke publik. Namun Mega tidak dengki terhadap SBY.

"Ketidakdatangan Mbak Mega kan sudah banyak yang memberi penjelasan, seperti Pramono Anung, Panda Nababan, dan Sabam Sirait. Tetapi penjelasan yang diberikan berkelit, politiking, dan merugikan Mega, karena alasan

ketidakhadirannya begitu pribadi dan sensitif. Yang jelas tidak ada rasa dengki, dan tidak ada yang dirugikan karena alasan bersifat pribadi," ungkap Kwik Kian Gie usai menghadiri acara pelantikan SBY di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.
Kwik membantah ketidakhadiran Megawati karena konflik dengan SBY. "Ini semata-mata privacy yang tidak perlu diceritakan. Itu hak asasinya, kalau tidak datang," ujar Kwik.

"Toh 5 Oktober Ibu Mega sudah mengatakan, apa pun hasil pemilu harus diterima, dan sudah berkali-kali mengatakan kepada jajaran menteri untuk menyiapkan masa transisi. Bahkan, Istana sudah siap dihuni sejak kemarin. Yang jelas yang dikatakan Pramono Anung merugikan Ibu Mega," lanjutnya. M (IM)

     

 


FastCounter by bCentral