KBRI Paris Dibom, 10 Luka

Semua Kedubes Siaga I
BOM DI KBRI: Dua polisi sedang memeriksa puing-puing di luar Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris. Sebuah bom meledak di depan gedung itu, Jumat (8/10) pagi waktu setempat. Sepuluh orang terluka akibat ledakan tersebut. (79)
JAKARTA - Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Irjen Dadang Garnida mengatakan, pihaknya akan menyelidiki ledakan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis dan kaitannya dengan peledakan bom di Indonesia. Di samping itu, dia meminta semua kedubes siaga 1.

''Saya katakan, apa ada kaitannya dengan bom-bom di Indonesia. Saya coba lacak ada apa?,'' tandas Dadang. Dia mengaku sampai pukul 11.00 belum menerima informasi dari Datasemen 88 Antiteror Bom Mabes Polri.
Dadang menyebutkan, sampai saat ini belum ada perkembangan ataupun laporan terperinci atas ledakan itu. Seperti diberitakan, sekitar pukul 5 pagi waktu Paris, terjadi ledakan bom di KBRI Paris dan sedikitnya 10 orang luka-luka.

Sementara itu, Direktur VI Antiteror Bom Brigjen Pranowo Dahlan yang dimintai konfirmasi menekankan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh tentang ledakan itu. ''Apa benar itu ada ledakan?'' ujar pada wartawan seusai shalat jumat.

Seperti diberitakan, sebuah bom meledak di KBRI Paris, Prancis, Jumat (8/10). Belum diketahui asal bom itu. Menurut keterangan pemadam kebakaran setempat seperti disebutkan sumber di Deplu, setidaknya 10 orang terluka akibat insiden tersebut. Lima di antaranya merupakan staf kedutaan. Di samping itu juga merusakkan kaca-kaca gedung di sekitar lokasi kejadian.

Kedubes Siaga
Beberapa saat setelah ledakan di KBRI Paris, Departemen Luar Negeri (Deplu) RI mengirimkan edaran ke semua duta besar (dubes) di luar negeri untuk siaga atau mewaspadai setiap kejadian. Meski demikian, tidak ada penambahan pasukan keamanan di kantor-kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.

''Kami hanya sekadar (memberikan) imbauan untuk lebih waspada,'' ungkap juru bicara Deplu, Marty Natalegawa, dalam konferensi pers di kantornya, kemarin.
Dan meski ada ledakan, KBRI di Paris itu masih tetap beraktivitas seperti biasa. ''Meskipun polisi Prancis menutup jalan di sekitar lokasi ledakan, aktivitas di Kedubes tetap masih berlangsung,'' tutur Marty.

Marty juga telah memberitahu Menlu Hassan Wirajuda yang saat ini berada di Hanoi, Vietnam untuk menghadiri pertemuan ASEM. Menlu juga telah mengontak PM Prancis J Chirac.

Presiden Megawati pun telah diberi informasi. ''Akan tetapi, kami belum mendapat informasi tentang apa respons Ibu Mega,'' sambung Marty. Mega saat ini beristirahat di Gunung Geulis, Bogor.

Menurut data di Deplu, tiga warga Indonesia mengalami luka ringan akibat ledakan itu. Mereka adalah Poppy, Mona, dan Melani. Poppy adalah istri petugas keamanan KBRI Alex Paliamana. Mona dan Melani adalah anak Poppy dan Alex.
Mereka mengalami gangguan pendengaran dan telah menjalani perawatan di rumah sakit terdekat dan telah diperbolehkan pulang. ''Di luar tiga WNI itu, diperkirakan ada delapan hingga 10 orang yang mengalami luka,'' ucap Marty.
Dia menyebutkan pula, sumber ledakan berasal dari bawah jendela lantai dasar (basement) kompleks KBRI Gedung Nomor 49. Meski diledakkan dekat gedung tersebut, KBRI belum berani memastikan targetnya adalah kepentingan Indonesia.

SBY Kecam
Sementara itu, Presiden RI periode 2004-2009 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam terjadinya ledakan itu, kemarin. Hal itu dikatakan seusai shalat jumat di Masjid Al Maruf, kompleks Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur. Pada kesempatan itu dia meminta Pemerintah Prancis segera menegakkan hukum dan melindungi warga dan kepentingan-kepentingan Indonesia di negera itu.
Presiden Prancis, Jacques Chirac, dilaporkan terkejut atas terjadinya ledakan di dekat Kedubes RI di Paris, Perancis pada Jumat pagi dan menyatakan akan segera mengumpulkan informasi tentang insiden tersebut.

Menurut Natalegawa, reaksi tersebut ditunjukkan Chirac ketika Menlu Hassan Wirajuda, secara langsung menanyakan kepada Presiden Prancis tersebut di Hanoi, Vietnam.

''Presiden Prancis menyatakan kaget atas berita ini dan sedang dalam upaya memperoleh informasi tentang hal ini,'' kata Natalegawa.

Chirac menjamin dukungan Prancis pada Indonesia menyusul ledakan tersebut. ''Seluruh sarana akan dikerahkan untuk menyelidiki tindak kriminal tersebut,'' katanya kepada utusan Indoensia pada pertemuan ASEM.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Prancis, Dominique de Villepin, yang mendatangi lokasi terjadinya ledakan, mengatakan Paris tidak punya indikasi ancaman apa pun terhadap Kedubes Indonesia.

''Ini benar-benar tindak kriminal,'' jelasnya. ''Setahu kami, tidak ada ancaman khusus. Investigasi kami akan membantu menjelaskan beberapa poin. Kita benar-benar harus menunggu sebelum membuat kesimpulan.''

     

 


FastCounter by bCentral