Perayaan Kemerdekaan RI Atlanta 2004

HUJAN TIDAK MENGURANGI SEMANGAT PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI OLEH MASYARAKAT INDONESIA DI ATLANTA
Atlanta, 29 Agustus 2004
Mendung sudah terlihat sejak siang hari Minggu tanggal 29 Agustus, tetapi tidak terlihat sedikitpun keinginan untuk membatalkan acara yang sedang dipersiapkan dari, oleh, dan untuk masyarakat Indonesia di Atlanta dan sekitarnya, yaitu Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-59.

Bersamaan dengan diadakannya upacara dan bazaar makanan Indonesia tersebut, panitia juga menyelenggarakan seminar 2-hari yang bertemakan hukum keimigrasian untuk memberikan informasi yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia yang berada Atlanta dan sekitarnya. Seminar tersebut dipandu langsung oleh seorang ahli hukum imigrasi, Ibu Pricillia Suntoso, Esq., yang pada saat ini berdomisili di Nashville, Tennessee. Acara seminar tersebut diminati oleh cukup banyak warga Indonesia yang dengan aktif menjadikan media ini sebagai tempat untuk memperoleh informasi dan bertanya jawab dengan Ibu Suntoso.

Panitia penyelenggara yang dikoordinir oleh Denny Chandra dan sejak beberapa bulan terakhir cukup disibukkan dengan berbagai persiapan, terutama dalam pencarian tempat acara, akhirnya pada hari penyelenggaraan pun masih saja terlihat sangat sibuk dalam mempersiapkan acara seminar, upacara, dan bazaar makanan Indonesia. Terlihat sejak siang hari, beberapa panitia telah mulai mendirikan tenda-tenda yang disediakan bagi para penjual makanan, dan juga panggung tertutup yang disediakan untuk persiapan acara upacara bendera.
Walaupun acara secara resmi diumumkan akan dimulai pukul 4 sore,

masyarakat Indonesia sudah berdatangan sejak pukul 3 sore, terutama para penjual makanan di acara bazaar tersebut. Tampak ratusan orang telah berkumpul di lapangan parkir Gereja Methodist di Johns Creek yang disewa untuk penyelenggaraan acara upacara dan bazaar tahun ini. Paskibra (Pasukan pengibar bendera) yang dipersiapkan oleh Permias Atlanta juga tampak sibuk dengan persiapan dan latihan berulang kali untuk memastikan kesempurnaan dalam pelaksanaannya.

Beberapa menit sebelum acara secara resmi dibuka, hujan mulai turun rintik-rintik, beberapa orang mulai mencari tempat untuk berteduh, tetapi masih banyak yang tidak mempedulikannya. Acara dimulai 20 menit terlambat dari rencana semula dan dibuka oleh Yovanda Santoso yang menjadi pembawa acara untuk upacara bendera. Upacara dilaksanakan dengan sangat khidmat dimulai dengan pengibaran bendera merah putih yang diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang seluruhnya dilaksanakan oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Atlanta. Upacara bendera terasa memberikan semangat kesatuan yang sangat menyentuh walaupun dilaksanakan di bawah hujan rintik-rintik.

Setelah acara upacara selesai, pembawa acara dilanjutkan oleh Ibu Mariana Mayer, yang merupakan salah seorang penggerak masyarakat Indonesia di Atlanta. Acara setelah upacara bendera adalah beberapa sambutan yang kemudian diikuti dengan acara pentas seni budaya Indonesia. Sambutan yang pertama adalah wakil dari Indonesian Community Heritage Foundation (ICHF), yaitu Tjendera Santoso, Ph.D. yang pada hari itu mengingatkan masyarakat Indonesia di Atlanta akan pentingnya kemerdekaan bagi sebuah bangsa dan bagi setiap pribadi. Diingatkan pula bahwa kemerdekaan tidaklah didapat dengan cuma-cuma, tetapi harus dibayar dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia diajak untuk menjunjung tinggi kemerdekaan Indonesia dengan turut serta mengisinya melalui kegiatan dan prilaku yang positif. Sesuai dengan motto ICHF “Together we make a difference”, masyarakat Indonesia di Atlanta perlu bersatu dan bersama-sama membawa perubahan menuju ke arah yang lebih baik! Sambutan ini ditutup dengan salam “Merdeka!” dan kemudian diiringi dengan lagu “gugur bunga” yang dinyanyikan oleh vocal group “Bengawan Solo”.

Berikutnya adalah pemberian “Community Service Award 2004” yang merupakan penghargaan tertinggi dari ICHF kepada seorang yang telah mengabdi dan melayani masyarakat Indonesia secara luar biasa. Tahun ini, ICHF memberikan penghargaan tersebut kepada Bapak drs. Abdul Rahman Dudung, yang merupakan salah seorang staf dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Houston. Bapak Dudung adalah sebuah figur yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia di Atlanta dan sekitarnya karena selama dua tahun terakhir ini, beliau selalu dengan suka rela datang ke Atlanta untuk melayani masyarakat dalam bentuk “warung konsuler” di berbagai acara, baik Spring Festival maupun Perayaan Kemerdekaan RI.

Sambutan berikutnya adalah wakil dari KJRI Houston, Bapak drs. Abdul Rahman Dudung. Bapak Dudung membawakan salam dari Bapak Konsul Jenderal di Houston yang pada hari itu berhalangan hadir di Atlanta. Pesan yang sangat penting dari beliau adalah berkenaan dengan penyelenggaran pemilihan presiden putaran kedua yang diselenggarakan di bumi pertiwi pada tanggal 20 September. Bapak Dudung mewakili Bapak Konsul Jenderal menghimbau agar masyarakat Indonesia di Atlanta khususnya ikut berperan aktif dalam pemilihan presiden tersebut agar bangsa Indonesia boleh memilih seorang presiden yang terbaik yang mampu melaksanakan tugas dan amanatnya. Bapak Dudung pada saat yang bersamaan juga menyampaikan selamat hari kemerdekaan RI yang ke-59 untuk masyarakat Indonesia di Atlanta. Setelah sambutan tersebut, Bapak Dudung sekaligus membuka pelayanan warung konsuler yang pada perayaan kali ini dikoordinir oleh Bapak Pancha Anugerah.

Walaupun antrian panjang segera terlihat di dekat warung konsuler, masih banyak masyarakat Indonesia yang terlihat membeli makanan dekat tenda-tenda penjual makanan. Berbagai masakan Indonesia terlihat sangat menggugah selera, seperti pempek palembang, nasi padang, sate ayam, sate padang, es blewah, es dawet, dan masih banyak lagi. Acara di panggung pun tetap meriah, acara pentas seni dan budaya Indonesia dipandu langsung oleh seorang pembawa acara profesional yang datang dari Surabaya, Bapak Masyok. Acara pentas seni diisi dengan beberapa tarian yang dibawakan oleh para penari dari “Sanggar Lestari” yang dibina oleh Ibu Rima dan Ibu Mariana. Juga dimeriahkan dengan nyanyian perjuangan seperti “Indonesia Tanah Airku” dan “Gebyar-Gebyar” yang dibawakan oleh vocal group “Bengawan Solo”.

Pada saat acara pentas seni dan budaya tersebut juga diselingi dengan acara penyerahan beasiswa dari ICHF kepada siswa Indonesia berbakat yang setelah melalui proses seleksi beberapa bulan sebelumnya, akhirnya diberikan kepada dua orang siswa Indonesia. Pemenang pertama diberikan hadiah beasiswa sebesar $1000 dan pemenang yang kedua sebesar $500. Walaupun jumlah beasiswa yang diberikan tidaklah dalam jumlah yang sangat besar, tetapi pemberian beasiswa tersebut menunjukkan komitmen dari ICHF untuk mendorong anak-anak atau siswa Indonesia di Atlanta agar mereka menjadi siswa-siswi yang berprestasi.

Akhirnya, dengan tetap di bawah hujan rintik-rintik, pelaksanaan upacara dan bazaar makanan Indonesia boleh terlaksana dengan sangat meriah. Hampir seluruh penjual makanan telah kehabisan barang jualan mereka bahkan sebelum acara selesai. Sekitar empat ratus orang berkumpul untuk merayakan hari kemerdekaan RI di Atlanta tersebut dan tak kalah pentingnya, warung konsuler tetap menjadi salah satu sasaran pengunjung yang sampai berakhirnya acara tetap ramai dikerumuni oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan dari petugas KJRI. Panitia mencatat bahwa lebih dari 80 orang yang mendapatkan pelayanan warung konsuler pada hari itu. Para pemimpin ICHF dan panitia penyelenggara menyatakan bahwa kesuksesan ini adalah berkat kerja sama yang baik dari semua pihak, termasuk para sukarelawan dan sukarelawati yang tidak dapat disebutkan nama mereka satu persatu.

Selamat dan sukses kepada ICHF, panitia penyelenggara, dan seluruh masyarakat Indonesia di Atlanta dan sekitarnya… Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kemerdekaannya. Merdeka!! Merdeka!!

     

 


FastCounter by bCentral