ERA KEPEMIMPINAN BARU INDONESIA
Gustaf Dupe (Pemerhati Sosial Politik)

Pemilu Presiden/Wkl.Presiden tahap 2 hari Senin 20 September 2004 terlaksana dengan aman, tenang dan damai. Rakyat telah memberikan suaranya sesuai kata hati nuraninya. Kita berani katakan sesuai suara hati nurani karena kita tahu betul betapa besarnya biaya yang diobralkan untuk merayu dan membeli suara rakyat.

Entah dari mana sumber dana yang sangat besar itu. Tapi rakyat telah menentukan pilihannya, kendatipun sebagian masyarakat memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Pemilihan Presiden/WklPresiden oleh rakyat secara langsung yang untuk pertama kali terjadi dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan kita ini telah menghantar kita memasuki Era Kepemimpinan Baru, kepemimpinan nasional hasil pilihan rakyat secara langsung.

Karena itu hasil final pemilu Presiden/WklPresiden patut dilihat sebagai kemenangan rakyat. Bahwa yang dipilih adalah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, itu bukan urusan kita. Kita menghormati keputusan rakyat yang memberi kepercayaan kepada pasangan ini untuk memimpin bangsa besar ini lima tahun ke depan. Karena itu dengan tulus kita ucapkan selamat kepada pasangan Jend.(Purn) Susilo Bambang Yudhoyono ini. Sekaligus dengan ucapan selamat ini kita merasa wajib mengingatkan kepada mereka bahwa kepercayaan yang diberikan rakyat ini bukan sekedar kepercayaan, melainkan kepercayaan yang mengandung pengharapan besar bahwa pimpinan nasional yang baru ini akan sungguh2 membawa perubahan yang memulihkan harkat dan martabat bangsa. Ya, harkat dan martabat bangsa besar yang majemuk ini, majemuk dalam suku bangsa, kebudayaan serta agama dan kepercayaan maupun ideologi harus dipulihkan. Perubahan yang diharapkan tentulah perubahan yang menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

Perubahan menuju yang labih baik bagi bangsa besar yang majemuk ini hanya bisa dilakukan oleh tim kerja atau kabinet yang terdiri dari orang2 yang bukan saja ahli dan kapabel dalam bidang tugas dan tanggungjawabnya melainkan yang lebih penting adalah yang memiliki wawasan kebangsaan yang utuh dan kemauan atau tekad yang kuat untuk memulihkan harkat dan martabat serta harga diri bangsa. Harkat dan martabat bangsa majemuk ini terekspresi dalam semangat dan jiwa persaudaraan yang memupuk dan mempraktekkan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat kita tanpa melihat dan memb edakan latar belakang kemajemukan itu sendiri, baik suku bangsa, kebudayaan, agama dan kepercayaan maupun ideologi. Segala bentuk diskriminasi dan stigma harus dihapus, ditiadakan. Dalam aspek ini patut dicatat bahwa rezim Orde Baru telah melegalkan diskriminasi dan stigma2 melalui perangkat2 hukum dan perundang2an. Maka seperti yang dijanjikan juga oleh SBY dalam salah satu kampanye terakhirnya, segala perangkat hukum dan perundang2an yang diskriminatif dan stigmatif harus dicabut dalam 100 hari pertama

Pemerintahan baru yang akan dilantik 20 Oktober yang akan datang. Hanya dengan menciptakan suasana kesetaraan sejati dalam masyarakat majemuk Indonesialah kita akan mampu memulihkan harkat dan martabat serta harga diri bangsa di arena pergaulan internasional. Terpeliharanya suasana kesetaraan sejati dalam masyarakat berarti ada penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu dan penghargaan terhadap hak azasi setiap dan semua komponen bangsa. Kita akan terbebas dari ketakutan, bebas berkumpul dan berorganisasi, bebas menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing2, bebas berekspresi budaya, bebas beraktivitas ekonomi dan politik.

Pendidikan harus menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah yang baru. Dalam konteks ini perangkat perundang2an di bidang pendidikan pun harus ditinjau kembali. Tujuan utama pendidikan nasional haruslah mencerdaskan anak bangsa yang berbudi pekerti. Pendidikan adalah tanggungjawab

Pemerintah dan masyarakat. Tanggungjawab masyarakat dalam pendidikan dijalankan oleh lembaga2 pendidikan swasta yang juga majemuk. Karena itu diskriminasi dalam penanganan lembaga2 pendidikan swasta harus dihapus seperti halnya diskriminasi di bidang2 lain.

Dengan penegakan hukum yang nondiskriminatif dan tegas maka pemulihan dan pembangunan ekonomi pun akan lebih terdorong karena keraguan para investor asing maupun domestik akan jaminan dan perl;indungan hukum seperti yang dialami akhir2 ini akan terkikis. Penjahat2 ekonomi, baik yang swasta maupun dan terutama yang di dalam birokrasi harus ditindak dan diganjal dengan hukuman berat. Dengan demikian para investor menjadi yakin akan jaminan hukum sehingga mereka akan berinvestasi kembali di negeri kita. Lapangan kerja akan terbuka kembali dan sejalan dengan itu daya beli masyarakat akan terangkat lagi.

Pada sisi lain, kita sangat menghargai dan menghormati sikap Megawati Sukarnoputeri sudah berusaha keras dalam kampanye tapi menerima hasil pilihan rakyat ini dengan lapang dada dan jiwa besar. Seluruh rakyat patut berterimakasih kepada Megawati sebagai Presiden RI yang ke-5 yang telah mempersiapkan dan menyiapkan pemilihan umum langsung ini dengan baik. Marilah kita sama2 mendukung program kerja Pemerintahan yang baru ini, tapi sekaligus juga terus mengawasi dan memberi kritik yang tajam bilamana Pemerintahan ini menyimpang dan mengingkari janji2nya lalu membuat kebijakan2 yang mengkhianati kepentingan rakyat.

Mari bersama2 kita merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa!!! M (GD/IM)

     

 


FastCounter by bCentral