Menyambut Presiden terpilih
Los Angeles, September 21, 2004

DR.Frits Hong selaku ketua umum ICAA menyambut baik Presiden terpilih Soesilo Bambang Yudhoyono yang berhasil mendapatkan suara yang signifikan terhadap rivalnya, Presiden Megawati. (dari data KPU) Pilpres ke -II , September 20, 2004 yang baru lalu. Adalah merupakan moment penting bagi bangsa Indonesia, yang patut dicatat dalam sejarah. Hal ini mengingat bangsa Indonesia sudah masuk kedalam suatu era demokrasi yang tidak lagi terpimpin, atau dipimpin. Rakyat dapat menentukan pilihannya secara langsung, dan sistem perhitungan suara "quick count" dirasa sangat membantu dalam menghindari kecurangan, maupun beban emosi dari kedua belah kubu. Kalau kita bandingkan dengan Pemilu 1999 yang perhitungan suaranya bisa makan waktu sampai 3 bulan, pilpres kali ini adalah terobosan baru. Ini adalah kemajuan yang kami dapati dari pemerintahan Megawati, dan hendaknya kita mengucap syukur kepada beliau bahwa tahapan ini telah membawa Indonesia ke pada kepastian demokrasi yang dimiliki oleh rakyat. Prestasi ini harus dipelihara dengan baik, dan tidak boleh menyurut kembali pada pilpres-pilpres selanjutnya.

Sikap SBY yang menyatakan terimakasih kepada Presiden Megawati atas penyelenggaraan pilpres yang demokratis dan aman, adalah sikap gentlement yang patut dipuji. Sebaliknya Presiden Megawati yang menyatakan bahwa siapapun yang keluar sebagai presiden terpilih, harus diterima dengan legawa, juga merupakan sikap besar hati dan menghargai demokrasi. Kekurangan dari pemerintahan Megawati sebenarnya tidak dapat disalahkan dengan sertamerta, karena beliau hanya diberikan waktu sebagian dari term-nya sebagai presiden. Sebaliknya Megawati justru telah meletakan sendi-sendi demokrasi yang memberikan kesempatan rakyat untuk memilih langsung. Disamping itu hendaknya semua komponen bangsa bergandeng tangan untuk mendukung point-point, dan janji-janji SBY agar terlaksana seperti yang pernah diucapkannya yang antara lain: Berantas Korupsi, berantas terorisme, penegakan hukum yang adil, anti diskriminasi, profesionalisme TNI, meniadakaan pengangguran, Tentunya hanya SBY dan Kalla saja tidak bisa mengerjakan janji janji nya itu, untuk itu dibutuhkan partisipasi masyarakat luas, kami yang diluar negeri juga akan mengerjakan bagian kami sesuai dengan kemampuan kami yang ada.

     

 


FastCounter by bCentral