Jambore KKI USA 2004 - Walk Humbly With God

Untuk ketiga kalinya Komunitas Katolik di Amerika mengadakan acara nasional yang diberi nama Jambore KKI USA. Kali ini diadakan di Hoblitzelle Conference Center, Midlothian, Texas dari tanggal September 3-6 2004. ICC DFW (Komunitas Katolik Indonesia di Dallas Fort Worth) adalah tuan rumah untuk kali ini. Sekitar 250 peserta datang dari berbagai penjuru dari Amerika seperti Boston, New York, Washington DC, Philadelphia, Delaware, North Carolina, Atlanta, Tennessee, New Orleans, Detroit, Columbus, Chicago, Houston, Austin, San Antonio, Lubbock, Seattle, Los Angeles, San Bernardino, Orange County, Tucson, dan tentu Dallas dan tidak ketinggalan dari Jakarta Indonesia ikut meramaikan acara yang dilaksanakan dua tahun sekali. Kali ini juga diramaikan dengan kehadiran dari empat belas pastor atau romo, selusin diantaranya adalah romo-romo Indonesia yang sedang melanjutkan studi lanjut di berbagai perguruan tinggi di Amerika atau yang telah menjadi romo tetap dalam pelayanan diantara KKI maupun untuk paroki local Amerika.

Tidak ketinggalan tiga frater (seminarian yang sedang dalam formasi untuk menjadi romo), seorang permanent deacon dan seorang biarawati ikut mengambil bagian. Konsul General dari Republik Indonesia di Houston berhalangan datang dan mengirimkan surat yang dibacakan oleh Ronny Rusli.
Tema Jambore ini adalah “Walk Humbly with God”( Berjalan Dengan Rendah Hati Bersama Tuhan). Romo Godlif Sianipar, O’Carm, yang sedang melanjutkan program PhD di Catholic University of America di Washington DC dan sebagai romo pembimbing untuk Jambore menulis dalam kata pengantarnya sebagai berikut: “Berjalan Bersama senasib sepenanggungan dengan siapa saja yang ada di sekitar kita, dan hanya dengan kerendahan hati kita bisa melakukan aksi ini.”
Acara Jambore ini berjalan lancar meskipun ada ancaman badai Ivan di Florida yang dapat mengacau jadwal penerbangan. Dalam perlindungan dan sejalan dengan rencanaNya, ancaman ini tidak pernah menjadi kenyataan. Satu persatu peserta tiba sesuai dengan jadwal dan disambut dengan hangat dan penuh dengan keramahan Indonesia di tanah rantau, Amerika. Keluarga-keluarga di ICC DFW membuka rumah mereka untuk memberikan penginapan bagi peserta yang tiba sehari sebelum hari H.

Ketua Jambore, saudara Julius Hartono dibantu oleh tenanga-tenaga cakap dan ramah yang relah diguyur air hujan untuk memastikan para peserta dapat dengan selamat berangkat ke airport. Panas dan hujan tidak menjadi halangan bagi panitia ataupun para peserta. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Mulyati Sulaiman, ketua ICC DFW bahwa beliau bersama kawan-kawan sangat berterima kasih atas kehormatan dan kesempatan yang diberikan kepada komunitasnya untuk dapat mewujudkan kerinduan akan persatuan umat Katolik Indonesia di Amerika. Perjalan dan persiapan penuh dengan tantangan dari awal konsepsi di musim gugur 2003 dimana saya selaku Konsultan Nasional dari Kantor Konperensi Para Uskup Amerika (USCCB) diminta untuk memberikan petunjuk untuk persiapan Jambore.

Suster Ancilia,CB datang dari Tennesse dengan membawa dua ratusan rosario dan mengajak peserta untuk berdoa rosario sambil berjalan menikmati alam yang diciptakanNya. Tidak ketinggalan ada perlombaan menafsir Kitab Suci yang disampaikan melalui gerak dan lagu. Kebetulan kelompok saya menjadi pemenang pertama dan diberi hadiah yang sangat menarik.

Dari ICC DFW menampilkan saudari Kartika bertitel Master in Theology dan memberikan sesi “ What Does It Mean To be Catholic.” Kami sangat bangga seorang awam, ibu muda yang mengunakan talenta untuk memberikan pelajaran Katekismus.

Meskipun Auditorium panas karena A/Cnya rusak dan hari sudah lanjut malam, ruangan tetap penuh diisi peserta untuk mengikuti acara Taize, Adorasi dan Benediksi yang di pimpin oleh romo Benny Phang, O’Carm, yang sedang melanjutkan study Bio-Ethis dari Catholic University of Amerika di Washington DC dan romo Rukyanto, SJ yang sedang melanjutkan program PhD. dalam Systematic Theology di Weston Jesuit School of Theology di Boston. Mudika dari Detroit ikut mendukung acara ini. Tidak ketinggalan romo Tom Betz, OFM Cap dari Philadelphia dan frater Budi Wardhana dari LA datang untuk membawakan informasi bagaimana mendengarkan suara panggilan untuk menjadi pastor, biarawan/wati dan permanent deacon.

Acara demi acara padat diisi oleh berbagai KKI dan Mudika, menunjukkan kerjasama dan solidaritas kukuh telah terjalin diantara KKI. Tidak ketinggalan para ketua KKI dan para romo mengadakan pertemuaan. Romo Yulianus Adi, CM dari Philadelphia sebagai moderator. Pertemuan ini akan di lanjutkan di Philadelphia di tahun 2005. Waktu berjalan cepat sekali tidak terasa kami sudah tiba pada malam terakhir dan diadakan misa yang tidak dapat ditulis dengan kata-kata. Di alam yang indah dan matahari mulai turun, kami berkumpul bersama untuk merayakan Ekaristi yang dirayakan oleh romo Godlif Sianipar, O’Carm dan dirayakan bersama 13 romo-romo lainnya. Di Indonesiapun tidak mudah untuk mengumpul para romo untuk merayakan misa konselebrasi sebesar ini. Peserta Jambore sunguh beruntung telah dapat mengambil bagian dalam acara ini, apalagi di tanah rantau masih bisa berkumpul tiga belas romo Indonesia. Romo Godlif dalam homilynya memberikan pesan bahwa dalam perayaan Jambore 2004 ini kita disatukan Kristus dari berbagai penjuru tempat di Amerika Serikat. Tetapi walaupun demikian kita tidak boleh lupa bahwa kita semua yang sedang berkumpul ini adalah imigran atau pendatang dari Indonesia. Maka dari kita semua dituntut semangat kebersatuan: saling mendukung, melayani, dan bersatu. Karena hanya dengan demikian kita mencerminkan murid Kristus yang sejati.

     

 


FastCounter by bCentral