Festival Seni Budaya Meriahkan Sosialisasi Pilpres
Laporan Ramadan Pohan, Washington, D.C.

BEDA suasana di tanah air, sosialisasi dan kampanye pemilihan presiden (pilpres) ronde dua dimeriahkan pertunjukan seni budaya. Selain itu juga diwarnai acara bazaar makanan dan masakan daerah-daerah Indonesia. Selain dibetot semarak tari-tarian, gamelan, angklung, warga Indonesia di Ibukota Amerika Serikat juga melihat biografi, poster-poster, program, dan janji kampanye Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla.

Sosialisasi pilpres yang dimarakkan pertunjukan seni budaya, bazaar, dan panggung gembira berlangsung meriah. Ini merupakan kerjasama Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Washington DC dengan Ikatan Keluarga Indonesia (IKI).

Dalam acara yang digelar di Richard J. Ernst Community Cultural
Center (NOVA Community College) berkapasitas 1000 orang, Minggu siang sampai petang kemarin ini hadir Dubes RI untuk AS Soemadi D.M. Brotodiningrat, DCM KBRI Harry Purwanto, ekonom UI yang kini Direktur Eksekutif IMF Sri Mulyani, kalangan pemuka masyarakat dan lintas agama. Selebihnya adalah para pekerja, mahasiswa, diplomat, generasi kedua Indonesia di AS, bule-bule dan orang-orang Amerika sendiri.


Dubes Soemadi yang dating bersama isteri memimpin hening cipta untuk para korban tragedy Serangan Teroris 9 September (9/9/04) depan Gedung Kedutaan Australia. Setelah itu, Amin Virginia pun mengedarkan kotak besar kepada para pengunjung. Sumbangan ini sepenuhnya akan diserahkan kepada para keluarga dan korban Bom tersebut.

Masyarakat Indonesia di Washington D.C. area sangat prihatin atas Tragedy Bom itu, dan mengharapkan Pilpres Ronde 2 pada 20 September 2004 berlangsung damai, aman dan sukses. Sukses Pilpres adalah sukses demokrasi Indonesia.
Kondisi Indonesia dan AS memang sangat berbeda. Di tanah air, masyarakat mudah dan tiap waktu dijejali informasi, kampanye, dan keterangan berkaitan dua pasangan kandidat. Sedangkan di AS, para pemilih warga Indonesia tidak banyak tahu informasi para kandidat.

Dengan Festival Seni Budaya, Bazaar, Panggung Gembira dan Sosialisasi Pilpres Ronde II yang dimotori IKI itulah, PPLN Washington DC bisa menjumpai atau mengampanyekan informasi dan pentingnya pilpres ke warga. Selain mengandalkan stand besar PPLN berisi informasi pilpres dan keterangan dua pasangan kandidat, panitia juga mengandalkan kekuatan panggung. Para pembawa acara Lia, Dewo, dan seniman Indonesia yang kini berdomisili AS Anang Totok bergantian menyisipi pesan-pesan pentingnya pilpres. Salah satu target panitia adalah mengampanyekan: Golput No, Nyoblos Yes.

Masing-masing pendukung Mega maupun SBY sering terlihat berbicara satu sama lain. Bagi para pemilih independen, diskusi pilpres terjadi lebih bebas namun tetap rileks. Mereka acap spontan bercanda dan bergurau, termasuk dengan tim kampanye kedua pasangan kandidat Pilpres Ronde 2.

Pada masyarakat Inodnesia di luar negeri, khususnya AS, memang perlu resep khusus menggalakkan antusiasme memilih warga. Pertunjukan kesenian dan dangdut termasuk memliki magnet kuat menarik perhatian massa.

Lewat Tari Ngarojeng, Tari Tor Tor Dijou, Tari Kuda Lumping, Kolintang, Tari Merak, Tari Jaipong Daun Pulus warga Indonesia di Ibukota AS antusias datang ke acara sosialisasi kampanye pilpres ronde kedua. Warga Indonesia yang haus hiburan sangat menikmati pertunjukan tersebut. Lebih-lebih band-band local Indonesia di Washington D.C. juga ikut menggebrak lewat lagu-lagu pop hingga dangdut. Penyanyi pop Indonesia yang kini domisili di AS, Shakila ikut menyumbang acara. Shakila yang bersuara merdu ini menyanyi sambil ngemong dua anaknya yang masih balita.

Yang paling heboh adalah pertunjukan Reog Ponorogo yang ditampilkan Grup PALAPA yang dimotori Bambang Suroso, Dewo, Totok dan 30-an pemain lainnya. Grup PALAPA adalah wadah warga Indonesia di Washington, Virginia dan Maryland yang banyak terlibat acara kesenian dan kemasyarakatan Indonesia di AS.

Ketika Reog Ponorogo dimainkan, para jurufoto dan penonton berdesak-desakan sampai mendekati panggung. Atraktif, memikat, dan kuat karakter kesenian tradisinya. Wajarlah jika para penonton antusias menyaksikan Reog Ponorogo nya PALAPA. Lebih-lebih, semua perlengkapan komplit Reog Ponorogo ini langsung didatangkan dari tanah air.

‘’Saya senang sekali melihat antusiasme warga yang begitu banyak datang, kendati persiapan waktu kita tak banyak. Semoga pilpres ronde kedua 20 September di Indonesia dan di mana saja lancar dan aman,’’kata ketua IKI Irawan Nugroho didampingi ketua PPLN Washington DC Tonny Sumartono.
Berbeda pula di tanah air yang ramai yel, di AS tidak demikian. Para pendukung Mega-Hasyim dan SBY-Kalla lebih pasip. Pendukung Mega yang dipimpin Rahmat Putranto, misalnya, hanya bawa bendera merah lambang PDI-P. Sedangkan pendukung SBY yang dipimpin Yan Wiramidjaja mengenakan dua model kaos bergambarkan SBY-Kalla.

Yang menarik, kedua pendukung kekuatan kandidat tersebut sangat kompak di AS. Rahmat dan Yan kerap muncul bersama, dan bahkan joget dangdut berdua bersama-sama dengan para warga lainnya. Kedua kubu pendukung ini pun sering foto bersama selama acara Festival Seni Budaya, Bazaar, Panggung Gembira dan Sosialisasi Pipres Ronde II kemarin.

Damailah Pilpres Ronde 2, semoga capres dan cawapres terpilih sukses membawa Indonesia pada kehidupan social, politik, budaya, dan perekonomian bangsa kita yang lebih baik.

     

 


FastCounter by bCentral