Dari Democrat ke Republican
Dilaporkan oleh: Dr. Irawan

Fresno, September 25, 2004/Indonesia Media
Rebeca Shen ,adalah sosok activist Human Rights yang selalu peduli dengan masalah perpolitikan di Amerika. Sebagai seorang ibu yang membawa 3 anaknya datang ke AS, merupakan potret perjuangan imigran yang patut diacungi jempol. Sekarang anak-anaknya sudah tumbuh dewasa dan bekerja, bahkan yang satu sudah menempuh hidup berumah tangga beberapa bulan yang lalu. Adalah tidak mudah membesarkan anak sebagai single parent sekaligus sebagai pendatang ditanah rantau, apalagi sambil turut berpartisipasi didalam dunia social politik Amerika. Yang kami kagumi adalah, Ibu Rebeca telah menanamkan filosofi hidup kepada semua anak-anaknya. Kebudayaan asal suku bangsa, dan nilai-nilai kekeluargaan juga tak luput dari sentuhannya.

Kilas balik
Kalau para pembaca masih ingat beberapa tahun yang silam ketika Presiden Gusdur datang ke Salt lake City, beliau lah yang maju kedepan bicara dengan Gusdur mengungkapkan uneg-unegnya. Kalau dulu Rebeca sebagai activist Human Rights yang selalu bicara tentang hak-hak minoritas sampai ke Capitol Hill, dan party conventions yang dibawa oleh Partai Democrat, sekarang Ibu ini ternyata banting setir sebagai simpatisan Partai Republican. Sangat menarik disini kami dengarkan pemaparannya selaku imigran asal Indonesia.

Democrat Party tidak identik dengan Demokratis
“Begini lho, Saya ini dulu mengira yang namanya Partai Democrat itu, harusnya membawakan suara demokrasi, namun nyatanya tidak! Setelah saya bergaul dengan mereka lebih lama, koq banyak plaat formnya yang nggak masuk diakal. Contohnya; menaikan minimum wages (upah minimum), bagaimana kita mau bersaing dalam global market, sedangkan upah minimum yang sekarang berlaku di AS saja sudah cukup tinggi. Kalau perusahaan harus dibebankan upah dan benefit yang tinggi, bagaimana mereka bisa survive? Yang sangat keterlaluan adalah, mereka mendesak agar negara-negara dunia ketiga juga harus menaikan upah minimumnya sesuai dengan minimum wages yang berlaku di AS, mereka tidak bisa membayangkan realita yang ada di negara dunia ketiga,” seloroh ibu kelahiran Kediri itu.

Republican lebih menghargai imigran
“Dulu pikir saya partai Democrat itu memihak kaum imigran dan tidak diskriminatif, nyatanya mereka itu jauh lebih rasis. Contohnya; Dari pengalaman saya bergaul dengan orang-orang Democrat dan Republican, ternyata orang-orang dari Partai Democrat lebih sinis kalau bicara mengenai negara-negara asing, terutama kalau sedang menyinggung negara dunia ketiga. Mereka agaknya mengangap negara dunia ketiga adalah sumber dari pendatang-pendatang gelap yang akan merampas porsi pekerjaan mereka. Berbeda dengan orang-orang dari Partai Republican, mereka selalu mengangap Amerika adalah negara yang dibesarkan dari kaum imigran. Dikalangan Republican, apabila mereka ingin mengetahui asal usul para imigran, mereka selalu menanyakannya secara hati-hati, menunjukan bahwa mereka tidak ingin menyinggung perasaan orang lain,” tukasnya.

Lebih rasional.
Setelah saya pelajari ternyata Partai Republican memang lebih konservatif dan menjunjung tinggi Family Value. Berpikir lebih rasional, yaitu menaikan daya saing dulu, baru dapat mengurangi tingkat pengangguran, dan setelah itu meningkatan kesejahteraan masyarakat. Kalau langsung meningkatkan upah minimum, uangnya dari mana? Sebagai contrast-nya Partai Democrat selalu memperjuangkan warefare (tunjangan) bagi para penganggur tanpa batas waktu, ini malah bisa memicu penyalahgunaan kebijakan warefare itu sendiri. Memangnya dari mana datangnya dana warefare itu?

Dukung aksi militer Bush.
Mengenai masalah perang, Rebeca yang mengaku tidak suka perang, dan militerisme, mengomentari sebagai berikut; “Saya hanya mendengar perihal perang dari orang tua, saya sendiri tidak pernah mengalaminya, hanya mengetahuinya lewat membaca, dan menonton film. Tapi mengingat kejadian 9/11 yang memakan korban 3000 -an jiwa, dan kerugian material lainnya akibat tindak terorisme, bukan tidak mungkin terorisme akan mengancam kehidupan sehari-hari kita entah dibelahan dunia mana saja. Untuk itu saya mendukung aksi militer yang dilancarkan oleh pemerintahan George W.Bush untuk memerangi kelompok radikal terorisme. Kemerdekaan yang kami nikmati di tanah Amerika ini, bukanlah sesuatu yang tersedia begitu saja, namun kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan seluruh masyarakat Amerika. Maka dengan resiko apapun hendaknya kita harus mampu memelihara kemerdekaan ini”,demikian tandas Rebeca Shen.

Catatan: Rebeca selama ini bukan sebagai juru kampanye dari partai manapun, beliau hanya seorang activist Human Rights yang sering menyatakan opininya, atas dasar analisa, dan survey yang dijalani bersama NGO’s lokal di Amerika.

     

 


FastCounter by bCentral