|
 |
|
Kwik
Berniat Usir The Gang of Three PDIP
Kwik Kian Gie, salah seorang petinggi Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) mengatakan akan membuat gerakan untuk
mengusir tokoh-tokoh PDIP yang sudah menjerumuskan Megawati
Soekarnoputri dalam kekalahan pemilihan umum presiden putaran
kedua. Tokoh-tokoh yang dimaksud Kwik adalah The Gang of
Three: Sutjipto, Pramono Anung dan Gunawan Wirosalyo. "Yang
bukan PDIP juga harus diusir: Cornelis Lay dan Soni Keraf,"
kata Kwik di kediaman Presiden Megawati, Kebagusan, Jakarta,
Rabu (22/9).
Menurut Kwik, orang-orang itu perlu diusir karena sudah
membuat kesalahan besar di tubuh PDIP dengan mencari muka,
menjilat, mementingkan diri sendiri, tidak melihat realita.
"Mereka tidak mau mengakui, jika mereka gagal sampai
tiga kali," kata Kwik yang kemudian mengatakan, The
Gank of Three hanya memberikan angin segar kepada Megawati.
Untuk itu, Kwik berencana akan melakukan gerakan pengusiran
terhadap para tokoh PDIP itu. "Tantangan ini serius
dan saya akan mempersiapkan segala kemungkinannya. Jika
mereka merasa siap bertempur, saya akan siap untuk itu,"
kata Kwik menyebut nama-nama Sabam Sirait, Sutardjo Suryoguritno,
Alex Litay, Hariyanto Taslam dan Rini Soewandi juga hadir
dalam pertemuan di kediaman Megawati itu.
Massa PDIP Minta Gang of Three Mundur
Sekitar 50 orang massa Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) yang berasal dari darah Jawa Barat seperti
Bandung, Bogor, Sukabumi, dan DKI Jakarta, meminta The Gang
of Three, yaitu Sekjen PDIP Soetjipto, Pramono Anung, dan
Gunawan Wirosarojo, mundur dari jabatannya. Massa menilai
ketiga orang tersebut harus bertanggung jawab atas kekalahan
Megawati dalam pemilihan presiden putaran kedua.
Menurut Asep, salah seorang massa yang berasal dari Bandung,
sekitar 400-an orang sudah berada di kantor DPP PDIP sejak
Minggu (26/9) kemarin. Namun, saat ini, sebagian besar sudah
meninggalkan kantor DPP ke rumah masing-masing untuk kemudian
kembali lagi.
Asep mengatakan mereka tidak berencana menduduki kantor
pusat berlambang banteng tersebut. Mereka hanya ingin menyampaikan
aspirasi yaitu menuntut The Gang of Three mundur. "Merekakan
tim sukses, seharusnya mengakui kegagalannya dengan mundur,"
kata Asep yang juga pengurus PAC PDIP kota Bandung kepada
Tempo didepan kantor DPP PDIP, Senin (27/9).
Menurut Asep, mereka yang datang tersebut adalah orang-orang
yang punya kepedulian terhadap partai. "Yang datang
ini orang-orang yang ingin menyelamatkan partai. Kami masih
cinta Ibu Mega," ujarnya. Asep juga memastikan, kelompoknya
tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan atau anarkis.
Menurutnya, mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi kepada
pengurus struktural partai.
Ketika ditanya apakah kelompoknya dimobilisasi oleh Kwik
Kian Gie yang menyuarakan hal yang sama, Asep menolaknya.
"Kami bukan orangnya Kwik. Kami cuma dengar di media
dan Kwik benar," katanya. Menurutnya, apa yang dilakukan
mereka bukan berarti tidak menerima kekalahan, tetapi hanya
meminta pertanggungjawaban ketiga orang tersebut. "Ini
perlu dapat dukungan dari seluruh unsur partai," tambahnya.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pengurus
DPP PDIP. Menurut Johanes Hadiyanto, Humas Sekretariat DPP,
keterangan resmi partai akan diberikan pada pukul 12.00
WIB siang ini. Sementara didalam kantor DPP, terlihat ratusan
satgas sudah disiapkan.
Sementara itu, pihak kepolisian sektor Jagakarsa juga tampak
siaga di sekitar lokasi. Menurut Kom. (Pol) Herukoco, Kapolsek
Jagakarsa, pihaknya telah menyiagakan satu pleton pasukannya.
"Itu masih akan ditambah satu pleton lagi dari Polres,"
katanya. M (TS/TNR/IM)
|