Pak King : Perkarakan pamong yang masih diskriminatif !

Go Hwie Khing, yang akrab dipanggil Pak King, sempat mampir di pondok kaki lima, Duarte pagi itu (Aug 14), pada kesempatan itu beliau meminta agar Indonesia Media meralat sebutan jabatan kepada beliau yang pernah diterbitkan pada edisi sebelumnya. Ternyata jabatan Pak King bukan sekedar sebagai anggota DPR-RI , tapi seharusnya sebagai Lit Bang DPW-ASPRI Anggota DPR-RI . No. A241, dengan ini ralat telah dibuat.

Pak King sebagai tokoh vocal dari initiator JATIM lebih jauh menyampaikan kepada IM sebagai berikut:
* Adalah bagus dalam era Reformasi ini kita lebih gigih dan berani menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada siapapun terutama pejabat yang bersangkutan dengan cara persuasif dan baik,secara pribadi masing masing atau per kelompok. Semua aspirasi yang disampaikan akan sangat membantu pembenahan Penye lenggaraan Berbangsa dan Bernegara yang semakin baik yang diupayakan dengan me Reformasi pemerintahan Diktator Orde Baru. Bagaimanapun juga sudah ada kebijakan diskriminatip/mempersulit pelayanan kepada Msayarakat yang telah diperbaiki oleh pejabat yang berwenang,dalam hal ini yang saya tahu kebijakan Konsulat Jendral Los Angeles,Kantor Imigrasi Waru Surabaya bagi yang pengurusan paspornya dijalani sendiri (saya amati sendiri beberapa hari disana dan menanyai puluhan orang disana).
Semoga Perubahan Baik ini segera ditiru ditempat lain demi kejayaan Indonesia kita Pada pusat pusat pelayanan yang tidak benar,tidak memuaskan, karena diskriminatip, yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi dan melumpuhkan daya saing global, saya serukan !

** Agar kita sebagai pribadi maupun secara kelompok dan kolektif untuk BERANI MEMPERKARAKAN siapapun (Lurah sampai Presiden,Polisi maupun Militer maupun Pribadi) yang masih diskriminatip dan berulah-ulah lain yang merugikan Bangsa dan Negara.

Langkah ini haruslah segera di back up segenap pribadi maupun kelompok yang konsern dengan Indonesia sesuai dengan Cita-cita Pendiri Bangsa Indonesia Merdeka,dengan upaya nyata sebagai berikut:
* Lapor ke Polisi, DPRD/ DPR Pusat dan media masa dan Partai Partai dan tokoh tokoh yang selama ini berjuang dijalur yang sama.
* Rakyat harus dibiasakan untuk mengontrol penyelenggaraan Berbangsa dan Bernegara yang Transparan.

Akhirnya saya sampaikan kata Bijak:
ALLAH TIDAK AKAN MENOLONG SESEORANG ATAU KAUM JIKA SESEORANG ATAU KAUM ITU TIDAK BERANI MEMPERBAIKI NASIBNYA.

Terima kasih atas pemuatannya semoga bermanfaat, demikian tandas tokoh yang mengaku dari komisi I (PAN) itu.

     

 


FastCounter by bCentral