|
 |
|
HUT
Kemerdekaan RI ke-59 di LA
 |
Pada tanggal
17 Agustus 2004, tepat jam 09.30 pagi telah dilaksanakan
Upacara Pengibaran Bendera untuk memperingati detik-detik
Proklamasi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-59. Kegiatan
berlangsung di halaman KJRI-Los Angeles, dengan dihadiri
lebih dari 350 warga masyarakat Indonesia terdiri dari Home
Staff, Dharma Wanita, Lokal staff, Tokoh masyarakat, Mahasiswa
dan Pelajar serta Warga Indonesia pada umumnya.
Konsul Jendral yang bertindak selaku Inspektur Upacara dalam
amanatnya menyampaikan bahwa para pahlawan telah mewariskan
kemerdekaan Indonesia sebagai dasar pembangunan negera Indonesia.
Warisan berupa kemerdekaan ini dibayar dengan harga yang
sangat mahal mulai dari penderitaan fisik dan mental hingga
harus rela mengorbankan nyawanya untuk tujuan mulia ini.
Untuk itu Konjen mengajak untuk merenungkan hal-hal yang
telah kita perbuat untuk mengisi makna kemerdekaan yang
kita nikmati.
Dalam kesempatan amanat tersebut juga disampaikan tentang
canangan ëDiplomasi Totalî, dimana proses diplomasi
dan pelestarian dan peningkatan citra Indonesia di mata
publik internasional menjadi kewajiban seluruh masyarakat
Indonesia. Untuk menopang itu salah satunya memintamasyarakat
Indonesia untuk selalu mematuhi ketentuan dan peraturan
pemerintah setempat dan peka akan lingkungannya. Masalah
perlindungan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan jasa lainnya,
promosi budaya serta peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan
di wilayah akreditasi merupakan tugas utama KJRI yang perlu
mendapat dukungan dari masyarakat. Dalam kata akhir sambutannya
menghimbau agar masyarakat Indonesia mensukseskan pelaksanaan
pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran kedua yang akan
dilaksanakan pada tanggal 20 september 2004 mendatang.
Dalam Upacara kali ini setelah inti upacara selesai, Konsul
Jenderal selaku Inspektur Upacara memberikan piagam penghargaan
Dubes RI-Washington kepada Sdr. Dwirana Satyavat, seorang
tokoh masyarakat Indonesia yang berjasa dalam membantu KJRI-Los
Angeles untuk mendorong dan menggerakan masyarakat Indonesia
dalam menumbuhkembangkan rasa persaudaraan, memupuk akar
budaya bangsa serta dalam upaya meningkatkan citra Indonesia
di wilayah akreditasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukkan angklung
oleh seorang seniman kemudian parade baris berbaris yang
ditampilkan oleh para pelajar yang telah memenangkan juara
1 pada perlombaan baris berbaris di OSKHOSH, Westconsin.
Selanjutnya pengumuman para pemenang perlombaan olah raga
yang mempertandingkan berbagai cabang. Acara diakhiri dengan
ramah tamah dengan santap siang bersama dan dimeriahkan
pula dengan perlombaan anak-anak.
Pada sore harinya, tepat pukul 18.00 dilakukan upacara penurunan
bendera yang dihadiri lebih dari 100 orang.
|