Perlu Menguasai Kepandaian Buat Kehidupan
Ditulish oleh: Sobron Audit

Ada satu peraturan yang tak tertulis di kalangan keluarga kami. Peraturan
ini ditetapkan oleh ayah saya dengan persetujuan semua anak-anaknya. Bahwa
semua anakanaknya pabila mau ke luar kampung buat meneruskan sekolahnya
karena di kampung kabupaten Belitung ketika itu belum ada sekolah lanjutan.
Sesudah tahun 1950 barulah ada Sekolah Lanjutan , harus bisa masak. Semua
kami yang begitu keluar dari kampung buat meneruskan sekolah di Tanah Jawa ke Batavia harus bisa masak ( jangan salah, bukannya pandai tetapi bisa ). Bisa tanak nasi bisa bikin sayuran masakan sekedarnya bisa bikin
telordadar ceplok telor dan makanan sederhana lainnya. Maksudya bisa
hidup sendiri bisa berdapur sendiri. Dan pada akhirnya semua kami memang
bisa masak sederhana begitu ke luar kampung merantau bersekolah di Tanah Jawa.

Saudara kami yang tertua bang Amat pada tahun 1936 yang mulamula
bersekolah di Tanah Jawa di Batavia. Lalu adilkadiknya sesudah beberapa
tahun sesudah itu. Lalu saya melanjutkan sekolah ke Batavia pada tahun 1948
yang akhirnya satu rumah dengan Chairil Anwar penyair yang mau hidup 1000 tahun itu. Tampaknya ini tahap pertama. Tahap keduanya, tahun 1963 saya sekeluarga bertugas ke Tiongkok dan sampai kini yang mulamulanya dilarang pulang lalu dihalangi pulang ke kampung sendiri dan 41 tahun hidup di luarnegeri ( bisa datang tetapi tidak bisa pulang ).

Ada yang diberikan sebagai contoh oleh abang kami bang Amat, bagaimana
seharusnya pabila seseorang ( dari kami adik-adiknya ) mau hidup di tanah
lain di rantau di tanah asing di negeri orang. Yaitu sebaiknya dan seharusnya menguasai beberapa kepandaian buat "cari makan cari hidup".

Kepandaian ini sebaiknya yang praktis dapat digunakan di banyak lapangan
pekerjaan dan kehidupan. Yang dengan istilah sekarang ini adalah kepandaian yang siappakai siapguna dan digunakan. Banyak lapangan yang memerlukannya. Dengan perkataan lain, dengan kepandaian yang ada pada kita itu, kita akan gampang mencari pekerjaan karena banyak lapangan pekerjaan dan kehidupan yang memerlukannya. Bang Amat sendiri adalah pelajar Sekolah Dagang Handelsschool di Batavia. Dan dia dalam pada itu banyak mempelajari sekolah vak dan diplomanya yang saya tahu sendiri ada belasan banyaknya.

Dilploma mengetik dalam bahasa Belanda dan bahasa Inggris dan diploma
stenografi. Dia adalah muridnya Karundeng seorang akhli stenografi pada
zaman Belanda ( Penjajahan ). Lalu dilploma potongpakaian dan jahit-menjahit dari seorang guru jahit yang terkenal ketika zaman itu di Batavia, namanya Kasdani. Lalu, nah, ini hobbynya, barangkali dia dapat penghargaan sebagai murid Zonder seorang akhli dalam guru beladiri yang namanya Zonder, tanpa nama. Lalu dia juga pandai membuat sepatu dan ada diplomanya. Dia juga pandai masak walaupun tak punya diploma!

Sesudah dia berumur 17 tahun dan sudah merasa mau berdikari sepenuhnya dan lalu terjun ke politik secara utuh dan seluruh lalu dia minta izin
kepada ayah saya, agar dia diperkenankan mengubah namanya dari Akhmad Aidit menjadi Dipa Nusantara Aidit dan ayah saya setuju sepenuhnya. Dan semua ini pakai notaris di Batavia tahun 1941, Ada yang kami petik dari semua ini. Bahwa seseorang yang mau hidup dan cari hidup cari makan di tanah asing termasuk luarnegeri, haruslah menguasai kepandaian praktis yang siappakai siapguna dan digunakan. Yang paling utama kalau menurut saya, sebagai dasar : harus bisa masak atau pandai masak. Pandai merajut bikin wol bikin pakaian harus bisa nyetir mobil punya rebewes ABC

punya kepandaian montir. Montir mobil montir sepedamotor dan pandai buka bengkelsepeda. Pandai cukurrambut pandai bikinkue akhli tusukjarum akupungtir pandai pijat dan pandai urut. Punya kepandaian tehnik secara serabutan. Pandai memperbaiki rumah dapur. Akan sangat berguna kalau pandai mendekor rumah dalam rumah dan di kebunrumah. Akhli memperbaiki berbagai jenis jam.

Tadi malam, mantu saya Breg nginap di apartemen saya. Dia baru kembali
dari membawa tamunya dari Spanyol Italia dan akan ke Luxembourg dan
Jerman. Ini selama dua minggu dalam perjalanan dengan mobilnya berempat
dengannya. Kepandaian Breg dan sesuai dengan hobbynya suka nyetir begini menjadikan Breg dapat mempertahankan kehidupanya yang bagaimanapun beratnya tetapi demi kehidupan harus siapsedia menjalaninya. Salah satu kepandaian yang ada padanya : berkat bisa dan senang nyetir begini dia dengan tidak sangat sulit dapat menanggung empat jiwa dalam keluarganya! Punya beberapa kepandaian praktis dan khusus akan dengan mudah dapat bertahan hidup daripada punya ilmutinggi dan berdiplomatop, tapi tidak ada lowongan kerjanya. Ini kami alami selama puluhan tahun ini hidup di tanah rantau dan di negeri asing

     

 


FastCounter by bCentral