|
|
|
Australia
Longgarkan Peraturan Izin Menetap
Kebijakan ketat diberlakukan untuk mencegah masuknya imigran
dengan kapal Dalam perubahan kebijakan yang radikal, Australia
akan menawarkan kesempatan kepada ribuan pencari suaka untuk
mengajukan permohonan izin menetap. Langkah ini diambil
menyusul lobi yang diadakan oleh para anggota parlemen.
Mereka menghendaki pendekatan lebih manusiawi dalam masalah
imigrasi ini.
Berdasarkan peraturan lama, pendatang yang dipandang pencari
suaka murni hanya diberi visa sementara.
Beberapa kelompok pengungsi menyambut langkah tersebut,
namun pihak-pihak lain menyebutnya sebagai langkah politis
menjelang pemilihan yang akan diadakan akhir tahun ini.
Menteri Imigrasi Australia, Amanda Vanstone mengatakan 5.900
pencari suaka yang saat ini memegang visa perlindungan sementara
yang berlaku selama tiga tahun bisa mengajukan permohonan
untuk menetap di Australia.
Ia mengatakan orang-orang yang mengantongi visa tersebut
sekarang ini bekerja di daerah-daerah pedesaan. Mereka mengisi
lapangan pekerjaan yang biasanya sulit dipenuhi.
"Kami berpendapat adalah hal yang masuk akal untuk
memberikan mereka kesempatan mengajukan permohonan visa
utama," kata Vanstone.
Visa sementara kontroversial
Menurut wartawan BBC di Sydney, Phil Mercer, langkah pemerintah
ini adalah pertanda melunaknya pendekatan garis keras Australia
terhadap masalah pencari suaka.
Visa perlindungan sementara yang kontroversial diberlakukan
lima tahun lalu untuk mencegah meningkatnya pencari suaka
yang masuk dengan kapal. Sebagian besar dari mereka adalah
dari Afghanistan atau Irak.
Visa yang berlaku selama tiga tahun ini memungkinkan pencari
suaka murni dikeluarkan dari pusat penampungan dan diperbolehkan
mencari pekerjaan, namun mereka tetap saja menghadapi masa
depan yang tidak menentu.
Dengan status sementara, mereka tidak berhak mendapatkan
tunjangan sosial dan tidak boleh memboyong keluarganya ke
Australia.
Kebijakan suaka yang ketat di Australia
Vanstone menekankan bahwa pemerintah masih mengambil tindakan
tegas terhadap penyelundupan manusia dan imigrasi gelap.
"Saya bisa memastikan bahwa kami tidak akan bersikap
lunak dalam pengawasan perbatasan. Saya tidak akan pernah
mengundang penyelundup manusia untuk masuk ke Australia
karena mereka akan menghadapi tindakan tegas dari pemerintah
ini," kata Vanstone.
Kesempatan politis
Pegiat pengungsi mengeluarkan reaksi beragam tentang perubahan
visa di Australia.
Sebagian menyambut hal yang mereka sebut langkah pragmatis
pemerintahan konservatif pimpinan Perdana Menteri John Howard.
Namun aktivis-aktivitis lain menekankan perubahah ini 'penuh
dengan kesempatan politis," menjelang pemilihan federal
yang dijadwalkan akan diadakan akhir tahun ini.
Partai Buruh yang beroposisi menuduh pemerintah munafik
dan mencuri kebijakan Buruh.
"Selama bertahun-tahun pemerintah mengatakan dengan
memberikan ketidakpastian kepada pencari suaka dengan visa
perlindungan sementara berhasil mencegah masuknya imigan,"
kata juru bicara Partai Buruh, Stephen Smith kepada para
wartawan.
|