|
 |
|
Dr.
Mari Pangestu dukung Mega
Dilaporkan oleh Dr.Irawan
Los Angeles, July 20, 2004
Tokoh CSIS (Centre for Strategic and International Studies)
ini tiba-tiba muncul di LA. Beruntung sekali Indonesia Media
sempat memergokinya sebelum beliau menuju airport LAX untuk
terbang ke Shanghai. Seperti yang kami ketahui puteri mendiang
tokoh ekonom kondang yang humoris itu, Panglaykim sering
dimintai masukan oleh lembaga keuangan dunia seperti World
Bank dan IMF. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
ini menyelesaikan pendidikan SMA sampai mendapat gelar Master
of Arts di Australia. Puteri bangsa Indonesia kelahiran
Jakarta 23 Oktober 1956 ini meraih gelar MA dalam bidang
Microeconomics, Macroeconomics, International Trade, Economic
Development & Accounting dari Australian National University,
Canberra (1980) dengan judul disertasi "Direct Foreign
Investment in the ASEAN Countries". Sementara gelar
Ph.D. diperolehnya dalam bidang International Trade, Finance
& Monetary Economics dari Universitiy of California,
Davis (1986) dengan judul disertasi "The Effect of
Oil Shocks on a Small Oil Exporting Country: The Case of
Indonesia". Ia seorang ekonom yang telah menjadi pembicara
laris bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan
dunia lainnya. Namanya sudah tidak asing bagi media berkelas
dunia.
 |
Dari kiri ke kanan:
DR. Frits Hong, DR. Mari Pangestu, Dr. Elly, Dr. Irawan. |
Dukung
Mega.
Walaupun namanya tercantum sebagai Menteri Perindustrian
dan Perdagangan dalam kabinet bayangan kubu SBY- Kalla,
tidak mengurungkan niatnya untuk mendukung Megawati.
Mantan director CSIS ini dengan mantap mendukung Megawati
dengan alasan analisa yang dipertimbangkan dengan matang
berdasarkan temuan temuan yang di paparkan dari ex murid-muridnya
yang mempunyai akses ke innner core kubu SBY-Kalla. Mari
Pangestu tidak menjelaskan secara detail apa itu, barangkali
ada hubungannya dengan pola perekonomian dan perdagangan
yang di canangkan oleh kubu SBY-Kalla. Mari juga menyesalkan
sikap Amerika yang salah menilai SBY-Kalla. "Susilo
Bambang Yudhoyono bukanlah sosok yang sigap dan tegas dalam
mengambil keputusan. Dalam hal ini AS kurang informasi mengenai
Indonesia", demikian ujarnya.
Beliau berjanji kalau ada kesempatan nanti bulan September
ini beliau mau menggelar seminar dan tanya jawab interaktif
dengan masyarakat Indonesia di Los Angeles. Kita tunggu
tanggal mainnya! Stay tune dengan Indonesia Media !
|