|
 |
|
Diskusi:
Jihad dan Ijtihad
 |
Pada tanggal
17 Juli 2004 mulai jam 14.00 s/d 15.00 di KJRI-Los Angeles
telah dilaksanakan sebuah diskusi yang diprakarsai oleh
warga masyarakat Indonesia dengan mengambil topik Jihad
dan Ijtihad sebagai landasan kerukunan dan etos kerja dalam
membangun Indonesia. Adapun pembicara dalam kegiatan tsb.
adalah Pdt. Josias L. lengkong, M Th., Phd (Islamolog),
Rektor Institute Kalimatullah, Jakarta dan Sdr. Munim
A. Sirry, MA, kandidat Doktor di UCLA yang mengambil Jurusan
Middle Eastern Policy.
Diskusi dimaksud mendapat sambutan yang baik dari masyarakat
Indonesia, hal ini dapat terlihat dari banyak yang partisipasi
hadir sekitar 100 orang dari berbagai latar belakang agama
yang berbeda, dan bertanya dalam berbagai hal sekitar topik
dimaksud. Karena topik itu selain menarik juga relevan bagi
keberadaan masyarakat Indonesia yang berada di negara Amerika
Serikat ini.
Isi dari diskusi mengupas tentang perkembangan Islam diIndonesia
yang sangat menarik dibandingkan dengan di Timur Tengah.
Dalam paparan kata Jihad para pembicara sepakat
bahwa asal kata Jihad dimaknai dari suatu upaya yang dilakukan
sekuat-kuatnya hingga terasa lelah yang dilakukan oleh hati,
lisan dan perbuatan. Dalam hal perbuatan kata Jihad
tidak diartikan dengan mengangkat senjata. Menjawab pertanyaan
seorang warga setempat yang hadir dalam acara tsb yang menyatakan
adanya tindakan kekerasan di Indonesia yang dilakukan oleh
yang orang Islam diIndonesia, dijawab oleh penceramah bahwa
jikalaupun ada perbuatan mereka itu hanya mengatasnamakan
islam dan jumlahnya sangat kecil sekali, dilain pihak pemerintah
telah mengambil langkah-langkah positif untuk menanggulangi
tindakan tersebut.
 |
Diskusi tersebut
berjalan baik dan penuh keakraban, pada kesempatan tersebut
Konsul Jenderal dalam sambutannya pembukaannya menyampaikan
dukungan inisiatif seperti ini dan KJRI akan selalu mendorongnya,
selain untuk menambah wawasan juga memahami sesuatu yang
mungkin dirasa belum jelas, yang pada gilirannya menumbuhkembangkan
saling pengertian antara sesama warga Indonesia disatu pihak
dan dengan masyarakat setempat dipihak lain.
Acara tersebut diakhiri dengan pemberian cendera mata oleh
Konjen RI kepada kedua panelis dan dilanjutkan dengan ramah
tamah sambil menikmati hidangan.
Agung/ KJRI-LA/IM
|