|
 |
|
Suara
Pembaca
Mengapa Indonesia Media sering amat memuat berita berita
yang jelek mengenai Indonesia. Memang Indonesia sekarang
bukan pada posisi yang menguntungkan , tapi jangan selalu
mengkritik dong, berikan juga solusinya. Lalu juga mengenai
SBKRI, mengapa sering amat beritanya, apa nggak bosan tuh?
DKT, Jakarta
. Indonesia.
Sdr. DKT yang baik,
Pertama, terimakasih atas saran dan kritik anda, apalagi
jauh-jauh dari tanah air. Sebagai masyarakat awam kita melihat
suatu ketidak beresan wajar-wajar saja kalau kita mengeluh
dan mengkritik. Mengenai alternatif dan solusinya itu adalah
kewajiban pihak penguasa untuk menanganinya. Kami rasa pengkritik
kadang juga memberikan saran solusinya dengan membeberkan
contoh-contoh di mana mereka pernah alami , misalnya di
negera dimana mereka tinggal. Namun solusi tetap harus dicari
oleh pihak penguasa disana.
Mengenai kritik yang diulang-ulang terus lalu jadi bosan.
Nah kalau masalahnya masih tetap ada tidak ada perubahan,
yah keluhan dan kritik tetap ada toh? Contoh; Masalah SBKRI
yang katanya pernah dicabut dari zaman Suharto 1996, lalu
Habibie juga mencabut pada tahun 1999, dan terakhir Megawati
2004. Koq aneh peraturan yang dicabut berulang kali koq
masih ada saja praktek-praktek nya. Apakah masyarakat yang
dikenakan peraturan tersebut nggak jadi bosan ?? Juga termasuk
pemalakan terhadap warga Singapore di Bandara CGK beberap
waktu yang lalu oleh aparat Imigrasi disana.
Yang pasti kami di LN (luar negeri) melakukan bagian kami
sebagai masyarakat Indonesia di LN. Disini kami hidup damai
saling menghormati, saling membantu dan bersatu dari segala
kalangan, segala suku dari Indonesia, dan beragam agama,
kita semua hidup harmonis. Contohnya; pada Bazaar ICANet
(Indonesian Chinese American Net work) di San Francisco,
mereka mengadakan event pasar senggol di Golden Gate Park
yang dihadiri oleh lebih dari 1500 orang, terdiri dari beragam
suku asal Indonesia . Mereka berbaku sapa dan anak-anaknya
bermain bersama tanpa adanya rasa perbedaan. Staff KJRI-SF
tidak ketinggalan dengan ramahnya memperkenalkan diri kepada
masyarakat seraya menyuluh Pemilu 2004. Konsul Jendral ,
Ibu Tanzil yang mendapat kehormatan menggunting pita berbaur
dengan masyarakat dengan kehangatannya.. Alangkah senangnya
kalau aparat di Indonesia juga bisa berbuat semacam itu
kepada masyarakatnya . kalau di LN bisa kenapa di dalam
negeri koq tidak.
Yang kami kagumi Speaker Protemp California State Assembly,
Leland Y. turut berpartisipasi pada event itu. Kalau di
Indonesia beliau setingkat dengan ketua DPRD. Kedatangan
beliau bukan urusan protokoler KJRI, tapi semata karena
kedekatan beliau kepada masyarakat Indonesia di SF.
Tentunya kami senang melihat aktivitas masyarakat Indonesia
di Bazaar ICANet San Francisco yang juga menampilkan sendratari
kebudayaan Indonesia, ini adalah bagian dari pelestarian
budaya diantara masyarakat Indonesia disini, dan pada local
news beritanya tentang event ini juga bagus, jadi kalau
bagus kita bilang bagus, masa kalau jelek haru kita bilang
bagus? Disamping itu sekaligus kami menghimbau agar kekompakan
yang bersifat pluralistis dalam menyelenggarakan event itu.
bisa dijaga dan dikembangkan terus demi nama baik Indonesia.
Jadi kalau diminta kasih alternatif atau solusi untuk Indonesia,
itu bukan tugas kita, toh kita sudah melakukan sebisa kita
di tempat dimana kita tinggal demi masyarakat Indonesia.
Kalau aparat atau penguasa yang notabene dipilih oleh rakyat
tidak mampu membuat solusi yang baik, yah monggo lengser
saja.
Langkah positif kami di sini.
Pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus kami lakukan
disini secara swasembada masyarakat sendiri, berhubung kantor
konsulat tidak ada disemua kota. Demikian pula Tragedi Mei
'98 kami peringati setiap tahun, kendati sampai sekarang
pihak penguasa RI masih belum mau mengusutnya,bahkan terkesan
fraksi TNI dan Polri mau menguburkannya begitu saja seperti
yang terdengar di rapat DPR beberapa waktu yang lalu.
Mengenai SBKRI yang membosankan.
Disini (LN) sudah lama tidak pakai SBKRI lagi. Mengapa di
Indonesia sampai harus dicabuti SBKRI nya 3 kali oleh 3
Presiden yang berbeda, dan tidak tuntas-tuntas?
Editor.
Barang siapa yang ingin melontarkan
aspirasi kepada Indonesia Media, silahkan kirimkan kepada
kami dengan dibubuhi tulisan surat pembaca di
kiri atas amplop, lengkap dengan copy identitas anda kealamat
kami di 505 E. Arrow Hwy. Suite C. Glendora . CA 91740.
USA. Kiriman lewat e mail tanpa copy identitas yang jelas
(KTP/ Driver License) akan kami pertimbangkan (tapi belum
tentu akan kami muat). Bila anda ingin jati diri anda hanya
berupa initial saja harap dinyatakan, kalau tidak kami akan
cantumkan nama jelas anda.
|