|
 |
|
Oleh
oleh dari Washington DC
Oleh Dr.Irawan
Washington DC, July 3 , 2004 /Indonesia
Media
Pagi itu udara cerah menyambut hangat persiapan perayaan
US independence day untuk keesokan harinya dikawasan Washington
DC. Dimana mana terlihat kesibukan yang sama, di depan Capitol
Hill juga sudah disediakan meriam alteleri lengkap dengan
pagar betis petugas keamanan. Kesibukan menyambut hari kemerdekaan
itu bukan hanya melulu untuk US, ternyata di wisma Indonesia
, didaerah North West Washington DC pun tidak ketinggalan
dengan segala kegiatan pertandingan dari Tennis , Gapleh,
dan Bridge juga digelar secara simultan, dalam rangka menyambut
HUT RI yang ke 59. untuk 17 Agustus yad. Indonesia Media
dengan diantar oleh sohibnya Jawa Pos (wartawan Ramadhan
Pohan) sempat mampir di fasilitas Wisma Indonesia yang terkesan
asri bertengger di sebuah bukit yang di jalan Triden Street
itu.
 |
Dubes RI untuk US , Drs. Soemadi Djoko Moerdjono
Brotodiningrat, terlihat santai ngobrol dengan beberapa
staff nya di beranda wisma. Diantaranya yang sempat dikenali
oleh Indonesia Media antara lain: Bpk. Harry Purwanto SH
sebagai minister, Bpk.Ibnu Hadi.SE. MEC, selaku Counsellor
of Economic, Bpk. Teguh Wardoyo dari Bidang Konsuler, Brig
Jen TNI. Anshory Tadjudin dari atase pertahanan, Bpk. Suharjono
Kabid. Pol, Tony Sumartono ketua PPLN. Washington DC, Karina
Sudyatmiko dari Grace Foundation, Astari D. dari Usindo,
serta staff Voice of America, Gugah Pardede dan Irawan Nugroho
yang juga mengetuai Ikatan Keluarga Indonesia di Washington
DC.
 |
Dari Dubes yang bersenyum lebar ini di informasikan
bahwa aktivitas masyarakat Indonesia jelang HUT RI 59 ini
secara garis besar bisa dikelompokan menjadi 4 bagian yaitu
;1. Turnamen macam-macam cabang oleh raga, termasuk gapleh
dan bridge, perlombaan menggambar dan karang mengarang bagi
anak-anak juga tidak luput masuk kategori ini, 2. Panggung
Gembira untuk masyarakat Washington DC dan sekitarnya, 3.
Upacara resmi pengibaran bendera Merah Putih pada hari H
nya, 4. Resepsi Diplomatic bagi korps diplomatic dari berbagai
negara.
"Khusus untuk perlombaan mengarang memang dibuat dalam
bahasa inggris, karena pernah dicoba dalam bahasa Indonesia
ternyata tidak berhasil dengan baik", demikian aku
Dubes yang pernah menjabat Dubes juga di Jepang dan Negara
Federasi Micronesia itu. Dubes menekankan bahwa segala aktivitas
ini dipentingkan untuk berkumpulnya masyarakat Indonesia
di luar negeri, ini semua juga terbuka untuk masyarakat
Indonesia yang sudah menjadi US Citizen.
Pemberdayaan Masyarakat.
Pak Soemadi sudah wanti wanti agar kami menggaris bawahi
kata-kata "pemberdayaan masyarakat", pasalnya
Dubes menginginkan agar masyarakat Indonesia sendiri mengambil
inisiatif sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara, bukan
saja melalui ikut pemilu kita berpartisipasi sebagai warga,
tapi juga dalam menyumbangkan pikiran melalui diskusi diskusi
macam yang dilakukan oleh pemuda pemuda kita seperti pada
acara setelah penurunan bendera sore harinya digelar diskusi
mengenai "Peranan masyarakat Indonesia untuk diplomasi
publik di US", kalau tahun lalu diskusinya berjudul
"Pemulihan Ekonomi Indonesia" .Kesempatan untuk
pemberdayaan masyarakat sudah ada sekarang, namun jangan
disalah gunakan, itu ada konsekwensinya. (maksudnya jangan
hanya sekedar cuap cuap saja ....red)
Ketika ditanya bagaimana komentarnya terhadap hasil pilpres
putaran pertama ini, Dubes menjawab: "Mengenai kepala
negara yang terpilih pada putaran kedua capres nanti, jangan
mengharap ada perubahan drastis, namun pasti ada perubahan
dari sekarang ini. Implementasi dari policy yang dilakukan
pemerintah yang sekarang memang belum mencapai sasaran yang
diingini, namun dengan belajar dari pengalaman yang sudah
ada dan pemberdayaan masyarakat niscaya kita bisa memajukan
Indonesia bersama, demikian jawaban politis dari Dubes.
Dubes yang sudah meniti kariernya di DepLu sejak 1965 itu
juga menerima usulan dari Indonesia media untuk menambahkan
mata cabang perlombaan "Debat" dikalangan Permias
disertakan dalam aktivitas yang akan datang. "Mau debat
politik juga silahkan, wong sekarang sudah zaman reformasi
koq", ujarnya.
|