Warisan Gedung Putih Reagan

Saat berkuasa di Gedung Putih selama delapan tahun, Reagan meninggalkan bekas di jutaan warga Amerika dan masa kepresidenannya pun mendefinisikan sebuah era.

Asal muasal Reagan sangat sederahan. Sebagai putera seorang salesman sepatu yang pemabuk, karir awal Reagan dimulai saat dia menjadi komentator olahraga di radio, saat dia pertama kali mempergunakan kemampuannya berkomunikasi.
Saat meliput latihan sebelum musim kompetisi baseball di Los Angeles, Reagan memutuskan untuk menjadi aktor. Dia berhasil mendapat kontrak dengan perusahaan film Warner Brothers pada tahun 1937 dan kemudian berlaga di 50 film.

Dia tidak pernah bisa masuk ke jajaran bintang film terkenal dan menggambarkan dirinya sebagai "Errol Flyinn-nya film-film murahan".
Namun Hollywood meluncurkan karir politiknya, sebagai presiden serikat persatuan aktor layar, dia membantu membersihkan dunia perfileman dari orang-orang yang dipandangnya sebagai kaum subversif komunis.
Dari tahun 1966 hingga 1974, Ronald Reagan menjabat sebagai gubernur Kalifornia dan terbukti memiliki kemampuan, meski dia seorang pejabat yang sangat konservatif. Dia kemudian mengarahkan pandangan pada jabatan kepresidenan dan tahun 1968, dia pertama berupaya menjadi calon presiden dari Partai Republik. Upayanya ini gagal, namun hasilnya lebih baik dari yang diperkirakan.

Reagan mencoba lagi pada tahun 1976, namun Presiden Ford terlalu kuat baginya. Akhirnya empat tahun kemudian dia berhasil setelah mengalahkan Presiden Jimmy Carter.

Namun upacara pelantikannya pada bulan Januari tahun 1981 dibayangi oleh perundingan akhir pembebasan 52 warga Amerika yang menjadi sandera di Iran.

Upaya pembunuhan
Semua presiden baru pasti mengalami masa bulan madu politik. Reagan mendapat status pahlawan seperti dalam film, setelah dalam dua bulan menjabat dia ditembak di dada oleh John Brinkley. Sikap ringan Reagan dalam peristiwa ini membuat lebih banyak orang yang memujanya. Kepada ahli bedah yang akan melakukan operasi, Reagan berkata: "Saya berharap kau pendukung partai Republik." Kepada isterinya Nancy, dia bercanda: "Sayang, saya lupa tiarap."
Satu bulan setelah upaya percobaan pembunuhan itu, presiden Reagan telah kembali bekerja untuk mewujudkan janji-janji kampanye: pemotongan pajak dan anggaran. Satu-satunya bidang yang tidak mengalami pemotongan adalah pembelanjaan pertahanan. .

Saat Reagan berkuasa, Amerika dipersenjatai mulai dari laut hingga bintang. Kenaikan tahunan sebesar 13 persen di bidang anggaran yang bertujuan mengatasi ancaman Uni Soviet bukan hal yang luar biasa saat itu.

Politik luar negeri dipertanyakan

Reagan berhasil memupuk persekutuan politik yang kuat, yang paling terkemuka adalah dengan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang dia dukung saat terjadi konflik pulau Falkands dengan Argentina.

Namun politik luar negerinya dikecam karena berantakan. Pada bulan Oktober 1983, hampir 250 marinir Amerika yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, tewas akibat serangan bom di Beirut.

Muncul pembicaraan mengenai hancurnya kebijakan Amerika di Timur Tengah, ditambah dengan kritik karena tidak ada "pengambilan keputusan di Washington".

Invasi ke pulau kecil di kepulauan Karibia, Grenada, dianggap sebagai memalukan. Kemudian ada juga kesalahan-kesalahannya, yang terkenal adalah saat dia bercanda untuk membom Uni Soviet saat mencoba microphone sebelum melakukan pidato radio mingguan. Namun, para pengkritik Presiden Reagan juga menyebutnya presiden "teflon" karena tidak pernah ingat akan kesalahan yang dibuat. Dia berhasil mengatasi defisit anggaran yang sangat besar dan mendinginnya hubungan dengan Uni Soviet membuat reputasinya tetap terjaga.

Buntu di pertahanan
Dalam pemilihan presiden tahun 1984 dia hanya kalah di satu negara bagian, mengubur lawannya dari partai Demokrat Walter Mondale dalam longor politik dan sikap patriotik. Setelah itu dia bisa menempatkan diri dalam sejarah. Dia mengalihkan perhatian untuk mengatasi Moskow. Tahun 1995 dia bertemu dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachov dalam pertemuan puncak di Jenewa. Perundingan berlangsung terbuka namun akbrab dan kedua pihak berjanji untuk membuat dunia tempat yang lebih aman.

Namun muncul kebuntuan akibat impian Reagan membuat langkah pertahanan strategis yang berbasis di ruang angkasa, dan dikenal dengan sebutan Star Wars. Perundingan lebih serius berlangsung di ibukota Islandia, Reykjavic pada bulan Oktober 1986, dan kedua pemimpin mempertimbangkan menghantikan seluruh senjata nuklir. Namun perundingan tetap buntu akibat Star Wars.
Akan tetapi, perundingan Reykjavik ternyata merupakan terobosan yang pada akhirnya menyebabkan penghancuran seluruh kategori senjata nulir. Namun, tahun 1986 merupakan titik balik bagi kepresidenan Reagan.

Kritik atas keamanan nasional
Presiden Reagan terpaksa mengaku bahwa dia menyetujui pengiriman bantuan militer ke Iran yang bertentangan dengan politik luar negeri yang didengungkan. Kemudian dibeberkan bahwa keuntungan hasil penjualan senjata itu digunakan untuk membantu para pemberontak "Contra" yang berjuang melawan pemerintah sayap kiri Sandinista di Nikaragua.

Kolonel Oliver North dipecat dan Marsekal John Poindexter mengundurkan diri karena keterlibatan mereka dalam masalah ini. Penasihak Keamnan Nasaional Reagan, Robert McFarlane, mencoba bunuh diri.

Reagan memberi kesan dirinya tidak terlalu banyak tahu mengenai masalah itu. Laporan Komisi Tower soal skandal ini membebaskan dari tuduhan bahwa dia dengan sengaja berbohong pada rakyat Amerika, namun laporan itu mengkritiknya karena tidak tahu apa-apa.

Kemudian, laporan terakhir Kongres ini menyatakan presiden sama-sama bertanggungjawab atas masalah itu. Laporan itu menulis: "Jika seorang presiden tidak tahu apa yang dilakukan oleh para penasihat keamanan nasionalnya, dia seharusnya mengetahui."

Laporan itu dipandang sebagai keputusan yang menghancurkan terhadap gaya pemerintahan Reagan.

Masa Reagan berkuasa selama delapan tahun mengalami masa kejayaan dan masalah. Dia meninggalkan defising anggaran yang lebih besar dari total defisit anggaran 39 presiden sebelumnya.

Reagan lebih merupakan tokoh utama, bukan seorang pemimpin yang mengerti betul rincian masalah, namun dia adalah komunikator terbaik yang pernah dimiliki Gedung Putih. Dan untuk sesaat Amerika kembali merasa bisa berbangga diri.

Setahun setelah meninggalkan Gedung Putih, dia menulis surat terbuka kepada warga Amerika. Dia mengatakan: "Baru-baru ini saya dinyatakan sebagai satu dari jutaan warga Amerika yang akan terkena penyakit Alzheimer... Saya sekarang memulai perjalanan yang akan membawa diri ini ke kesenjaan hidup saya."

     

 


FastCounter by bCentral