Ronald Reagan, Bertahan 5 Tahun Lebih Lama

"Bila Tuhan memanggil saya pulang, kapan pun, saya akan pergi dengan kasih yang paling dalam bagi negeri kita dan optimisme yang terus menerus akan masa depannya..."

Demikian mantan Presiden AS Ronald Reagan (93) mengakhiri suratnya yang ditujukan kepada rakyat Amerika 10 tahun lalu.

Dalam surat dengan tulisan tangan tertanggal 5 November 1994 itu, Reagan mengatakan dirinya telah dinyatakan mengidap penyakit Alzheimer.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika, yang telah memberikan kehormatan besar dengan mengijinkannya melakukan pengabdian sebagai presiden dalam dua periode sekaligus dari tahun 1981 sampai 1988.
Alzheimer yang menggerogoti Reagan memang penyakit maut. Penyebabnya belum diketahui, mungkin berasal dari faktor genetik, mikroba, infeksi, keracunan, ketidaknormalan perut, atau kerusakan disebabkan zinc.

Penyakit yang biasa menimpa orang berusia 70 tahun ke atas ini belum ada obatnya dan akan berkembang terus dengan kerusakan otak yang tak bisa diobati. Ditandai dengan kehilangan ingatan secara bertahap, disorientasi, perubahan kepribadian dan penderitaan fungsi-fungsi kognitif. Alzheimer dianggap penyebab utama senile dimentia (semacam pikun). Akibatnya, orang akan pikun, semakin pikun, dan pikun.

Beberapa tahun setelah Reagan mengumumkan dirinya terkena penyakit pikun tak tersembuhkan itu, ia masih bisa menghabiskan waktunya beberapa jam setiap hari di kantornya di distrik Century City, Los Angeles, atau bermain golf, berjalan sepanjang pantai dengan pengawal-pengawalnya dari Dinas Rahasia AS.
Namun sejak tahun 2000, hal itu tak lagi bisa dilakukannya. Reagan, menghabiskan hari-harinya dalam perawatan istrinya, di rumah mereka di St Cloud Road, kawasan Bel Air. Ketika ditanya, apakah Reagan mengenali istrinya, Nancy dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS dalam acara "60 Minutes II" ketika itu mengatakan tidak tahu.

Dokter pribadi Reagan, John Hutton dalam pernyataannya Maret 2000 bahkan meragukan apakah Reagan masih bertahan hidup sampai lewat tahun 2000.
Prediksi dokter Hutton tersebut beralasan. Dalam laporan yang diungkapkan kepada publik April 2004 disebutkan wanita yang baru didiagnosa menderita Alzheimer rata-rata bertahan hidup 5,7 tahun, sedangkan penderita pria hanya mampu bertahan sampai 4,2 tahun kemudian.

Namun, Reagan yang meninggal 5 Juni 2004 mematahkan semua prediksi tersebut. Ia hidup sampai 10 tahun terhitung sejak pertama kali didiagnosis menderita Alzheimer. Artinya, Reagan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan dokter pribadinya atau 5,8 tahun lebih lama dari rata-rata penderita Alzheimer lainnya.

Sayangnya, meski mampu bertahan begitu lama hilangnya daya ingat Reagan merusak kebahagiaan yang seharusnya terjadi pada saat-saat penting, seperti peringatan ulang tahun perkawinannya ke-50 yang jatuh tanggal 4 Maret 2002. Ia pun tak menyadari kepergian putrinya Maureen Reagan (60), buah perkawinannya dengan aktris Jane Wyman, yang meninggal 9 Agustus 2001 setelah berjuang melawan penyakit melanoma, kanker kulit yang mematikan.

Penyakit yang sangat progresif

• Ahli-ahli kedokteran memperkirakan kebanyakan orang berusia 65-85 tahun menderita kehilangan ingatan dan melemahnya konsentrasi.

Satu dari lima orang di dunia berusia lebih dari 80 tahun menderita kepikunan. Sejumlah pasien hidup dengan penyakit ini selama bertahun-tahun atau meninggal karena sebab-sebab tak pasti.

Pada stadium ringan penyakit Alzheimer akan menunjukkan kelambanan daya ingat, yang paling menonjol berupa kelambanan mengingat-ingat sesuatu (nama orang, benda atau peristiwa) baru (delayed recall). Kelambanan ini dalam waktu singkat disusul oleh penurunan daya ingat.

Lambat laun terdapat kesulitan dalam berbahasa terutama gramatika dan semantik serta gangguan visuosspasial berupa disorientasi waktu dan tempat sehingga ada ancaman untuk orang tersesat. Gangguan personalitas terutama dimulai dari menurunnya inisiatif dan hobi.

Proses penyakit otak dengan gejala-gejala tersebut berlangsung sangat progresif dan tampak dalam waktu sekitar enam bulan.

Oleh karenanya perlu diwaspadai jika orang mulai sering lupa, saat bicara artikulasi dan kelancarannya berkurang, sering mengulang, salah mengerti, sulit mengikuti pembicaraan. Pada fase lanjut, bicara mulai tak teratur, kehilangan keterampilan, misalnya tak bisa memegang sesuatu, tak mampu berpakaian, walau tak lumpuh. Penderita mulai tak mengenal orang dan lingkungan, seringkali kepribadiannya berubah, misalnya menjadi apatis, mudah tersinggung. Akhirnya, penderita tak bisa meninggalkan tempat tidur sampai meninggal.

Penyakit Alzheimer mempunyai beberapa faktor risiko. Usia lanjut adalah faktor risiko utama, selanjutnya adanya riwayat demensia atau sindrom Down pada salah satu anggota keluarga, ada riwayat cedera kepala (antara lain petinju), ada riwayat hipotiroidi atau depresi.

Lingkungan juga dapat menjadi faktor risiko antara lain kandungan aluminium dalam air minum. (Reuters/zrp)

     

 


FastCounter by bCentral