Kenapa tidak dimanfaatkan ?
Sepasang suami istri dalam perjalanan keluar kota dan karena jaraknya
lumayan jauh, mereka bermaksud menginap di sebuah hotel sebelum
meneruskan perjalanan keesokan paginya. Akhirnya mereka menemukan
Hotel yang cukup bagus walaupun tidak berbintang dan bermalam. Keesokan
paginya ketika akan keluar hotel, mereka harus membayar Rp 1.650.000,-

"Hah? Ini sih tarif hotel bintang. Nggak salah?" tanya si suami terkejut. Ia minta dipanggilkan manajer hotel dan memprotes tarif yang terlalu tinggi.

Setelah mendengarkan dengan penuh perhatian, simanajer berkata, "Hotel ini dilengkapi dengan kolam renang standar
internasional, ruang konferensi dan berbagai hiburan taraf internasional."

"Tapi kami sama sekali tidak memanfaatkan fasilitas yang Bapak sebut tadi," kata si suami bersikeras. "Salah Bapak sendiri. Fasilitas itu disediakan untuk dimanfaatkan," kata si manajer tak mau kalah. Setelah tercenung sejenak si suami membuka dompetnya, mengeluarkan uang Rp 100.000,- dan mengulurkannya kepada si manajer.

"Kok hanya seratus ribu?" tanya manajer.

"Karena Bapak harus membayar Rp 1.550.000.- untuk tidur dgn istri saya."

"Tapi saya tidak tidur dengan istri Bapak..." "Salah sendiri. Sudah tersedia semalaman, kenapa tidak dimanfaatkan..."


Salah menilai diri.
Seorang gadis muda menemui pendetanya dan mengaku bahwa ia takut telah
melakukan dosa kesombongan.

"Apa sebabnya kamu berpikir demikian?" tanya si pendeta. "Karena setiap pagi ketika saya melihat pada cermin, saya selalu berpikir alangkah cantiknya saya itu," jawab si gadis muda.

"Jangan takut, anakku," jawab pendeta meyakinkan. "Itu bukan dosa,
hanya suatu kesalahan menilai diri."

Pelit.
Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk
naik heli. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia-pun setuju. Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang :

"Naik bayar U$ 100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$ 500 tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$ 1000." Setelah setuju dgn perjanjian tsb, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi :

"Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun" Si bapak bilang : "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" kata si pilot

"Anak saya jatuh."

Sekarang baru ajalmu tiba.
Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba_ saja sudah
dikepung sekelompok primitif yang haus darah. "Oo... Tuhan matilah
aku...", gumamnya. Tiba_ dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan
terdengar suara menggema : "Tidak anakku..., ajalmu belum tiba.

Ambillah batu didekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang
tepat berdiri didepanmu itu". Si penjelajah itupun mengambil batu dan
menyerang pemimpin gerombolan itu, dan memukulkan batu itu ke kepala
si pemimpin sekuat tenaga... Dan si pemimpin itu mati seketika. Dia berdiri diatas mayat si pemimpin. Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh. Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema : "Nah...
sekarang... baru ajalmu tiba anakku..."


Pasti ada orang lain yang menembak.
Setelah mengawini seorang perempuan muda yang sangat cantik, seorang
kakek-kakek berusia 90 tahun dengan bangga bercerita kepada dokternya
bahwa istrinya sedang hamil. Sambil menahan perasaan, sang dokter
berkata, "Kakek, Saya punya sebuah cerita. Seorang lelaki dungu pergi
berburu, tetapi karena dungunya ia malahan membawa payung, bukannya
senapan. Nah, di tengah hutan ia dihadang oleh seekor beruang besar.
Kemudian ia menodongkan payungnya, menembak si beruang, dan beruang
itu mati seketika". "Mustahil!!!" potong si kakek. "Pasti ada orang lain
yang menembak beruang itu!" teriaknya lagi. "Tepat sekali," jawab si
dokter sambil memandang sang kakek dengan prihatin.

     

 


FastCounter by bCentral