Banner 120X90

Pastor Hart
Graduation Worship, Peneguhan dan Pengutusan SFTS-SC

Claremont, May 15 , 2004/Indonesia Media

Pastor Hart (Hartanto, panggilan akrabnya) yang baru saja diteguhkan pada Academia graduation SFTS-SC seminari ini memang terlihat merendahkan diri. Tak banyak keterangan diperoleh dari beliau sebab katanya takut disangka cari popularitas, sebab ini pelayanan "hamba" untuk kemuliaan Kristus, dan bukan untuk ketenaran pribadi. Namun dari kumpulan-kumpulan catatan Jemaat, terbetiklah kerinduan beliau agar gereja benar-benar memenuhi panggilannya, yaitu memberi nafkah rohani dengan tulus, tanpa mencari keuntungan bagi kelompok organisasi-nya. Kotbah merupakan hal sensitive yang perlu diajarkan dengan doktrin yang baik dan benar dengan tujuan pokok memberitakan kasih Kristus Yesus bagi setiap orang yang mau menerimanya menuju kepada jalan keselamatan hidup, begitulah komentar singkat Pastor Hart. Sejak lebih dari 15 tahun, Pastor Hart ini setia mengkoordinir fellowship yang bermula di San Bernardino, kemudian pindah ke Redlands, dan sejak satu setengah tahun lampau bernaung dibawah bendera Presbyterian Church PC-USA, lebih tepat dinamakan First Presbyterian Indonesian Ministry, Redlands, 100 Cajon Street Redlands, CA. 92374, ibadah tiap Minggu mulai jam 5:30 sore Beliau ini mempunyai banyak kharisma, disamping pekerjaan pokoknya sebagai seorang professional dibidang public works, begitu pula minatnya yang besar dibidang ARTS atau seni traditional, pernah ikut mendukung TCC/ICAA, melatih pemain-pemain barongsai dalam rangka pertama kali merayakan tahun baru Imlek di Duarte Inn, sebagai wujud kebijakan ex presiden Gus Dur, 2001 diperbolehkannya kesenian yang bernuansa keTionghoaan tersebut. Walaupun ada beberapa dilema yang dihadapinya mengenai bolehkah orang kristen bermain seni-seni traditional dalam kaitan ke-imanan spiritualnya, yang dalam perkembangannya malahan gereja Katolik baru-baru saja, memasukan pemetasan kesenian ini kedalam Santuary.

Salah satu yang menarik dalam diri Pastor Hart ini, ketika penulis mencari tahu mengapa dia mau ber-susah payah dalam pelayanan gereja yang tentu banyak intrik-intriknya padahal karir sebagai imigran ditempat ini sudah mapan dan dibilang makmur, adalah tak lain beliau berkata: "hanya ingin SHARE kelimpahan berkat Tuhan tang telah diterima bagi diri dan keluarganya, tak hanya kelimpahan materi, tapi juga kelimpahan rohani dan kebijakan", itulah yang membawa beliau susah-susah kuliah di-Seminari, hingga menghantarkannya memasuki pelayanan Ministry dibidang penggembalaan sebagai Pastor.
Satu persatu keduabelas wisudan maju menerima penghargaan, serta last but not least Hart Tan menerimanya dari Vice President Dr.David Tomlinson (Rektor untuk Southern Calif.) yang didahului oleh kisah perjalanan pelayanan Pak Hart ini, yang begitu ngotot-nya menyelesaikan semua kewajiban-kewajiban paper, termasuk yang elective atau yang bukan requirement pokok, sehingga beliau berhasil mendapatkan Diploma disamping Surat Keterangan Recomendasi special dari Vice President SFTS-SC tersebut.

Pemberian Diploma tersebut disaksikan oleh seluruh Civitas Academica SFTS-SC beserta semua Professor-nya, Jemaat berbagai kalangan, masyarakat Indonesia dan beberapa Pendeta-pendeta Indonesia yang menyaksikannya.
Selanjutnya dijelaskan bahwa semua persyaratan Akademis telah diselesaikan dan disusulkan langkah terachir yaitu syarat-syarat Sinodal Presbytery, dalam hal pengesahan seorang Pastor menjalankan Sacrament-sacrament Gereja. Pada hakekatnya adalah interview terachir mengenai ke-imanan atas doktrin serta pandangan theologis, ini dilakukan untuk mencegah penyelewengan ajaran denominasi Presbyterian PC-USA.

Ketika IM memberi salam sukses, pak Hart yang baru wisuda ini dengan rendah hati berkata: diploma ini kan "alat piranti" seorang hamba, jadi bukan "tongkat komando" seorang jendral, maka tidak boleh terlalu bangga diri, sebab bukan maksudnya demikian. Demikianlah acara worship graduation dan seluruh team Indonesia Media mengucapkan "selamat melayani Pastor Hart Tan" bagi kemuliaan Kristus, agar makin banyak jiwa beroleh terang kasih Yesus dari pelayanan beliau.
Akhir kata Media Indonesia mengucapakn Selamat Malayani bagi Pastor Hart (J.Hartanto), kiranya anugerah Tuhan Yesus senantiasa melimpah bagi kemuliaan Kristus saja didalam pelayanan ministrynya. IM

     

 


FastCounter by bCentral