|
 |
|
Bangun
Gereja Dipersulit, Ruyandi 'Curhat' ke Mega
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Ruyandi Huta-soit,
mewakili kalangan minoritas 'curhat' terhadap Ketua Umum
PDIP yang juga Presiden RI, Mega-wati Soekarnoputri. Ruyandi
me-nyatakan bahwa sampai saat ini masalah
diskriminasi atas kelom-pok minoritas masih terjadi. Salah
satunya, pembangunan rumah iba-dah (gereja) kaum minoritas
yang masih dipersulit di sejumlah tempat.
''Yang mengherankan, bahwa jauh lebih sulit membangun rumah
ibadah daripada membangun panti pijat,'' tukas Ruyandi dalam
pidato politiknya selaku Ketua Umum PDS dalam acara deklarasi
mendukung pasangan Capres-Cawapres, Megawati dan Muzadi
di Balai Sarbini, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Soal diskriminasi juga disam-paikan Ruyandi menyangkut di
dalam pekerjaan dan karir. Menurutnya, dalam negara ini,
semua warga memiliki hak yang sama dalam bekerja dan berkarir.
''Biarlah pertimbangan-pertimba-ngan SARA tidak
menjadi prioritas dalam soal promosi pekerjaan dan karier,
tetapi didasarkan atas prin-sip meritokrasi yakni prinsip
sendiri dan damai dengan lingku-ngan,'' ungkap Ruyandi yang
men-dapat aplaus panjang hadirin yang ada.
Selain itu, Ketum PDS ini juga mengusung soal harapannya
me-nyangkut perlakuan terhadap ke-lompok keturunan Tionghoa,
yang masih tetap dimintakan Surat Bukti Kewarganegaraan
Republik Indonesia (SBKRI) dalam pengurusan passport. ''Kendati
sebagian dari mereka, ironisnya adalah pahlawan bagi bangsa
ini.''
Pada bagian ini, katanya, PDS hanya ingin mengingatkan lagi,
komitmen kebangsaan yang selalu didengungkan para founding
fathers bangsa, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang
menghargai pahlawannya. Pemberantasan korupsi juga turut
di-sentil Ruyandi. Poin selanjutnya, PDS mengha-rapkan nantinya,
keadilan diuta-makan dalam
proses pembangu-nan. ''Kami ingin menyampaikan bahwa keberpihakan
kepada rakyat banyak dalam upaya men-sejahterakan mereka,
seakan ter-abaikan waktu-waktu belakangan ini. Banyak kebijakan
yang lebih melayani kepentingan kelas mene-ngah ke atas.
Demikian juga masa-lah disparitas wilayah timur Indonesia
dan barat. Kiranya masalah-masalah keadilan sema-cam ini,
juga menjadi aksentuasi kebijakan presiden dan wakil presiden
kita ini kelak bila terpilih nantinya,'' kata Ruyandi yang
mengenakan jas ungu warna khas PDS.
Kemudian isu lain yang diusung, mengenai hak asasi manusia,
khu-susnya dalam hal persamaan warga negara di hadapan hukum.
Katanya, hukum sering dikorbankan bila ber-hadapan dengan
pemegang kekua-saan atau pun pemegang keuangan (penguasa
dan pengusaha), tetapi sering sangat tegas bila menyangkut
rakyat kecil. ''Masalah ini, pada masa yang akan datang
sangat perlu diberi perhatian serius untuk tidak melu-kai
hati rakyat banyak, dan untuk lebih menghormati hukum sebagai
payung seluruh proses politik.'' Ruyandi mengatakan, ini
adalah harapan-harapan ke depan dari PDS dan warga jika
nantinya Mega dan Hasyim terpilih nanti. PDS sendiri, katanya,
secara resmi me-nyatakan mendukung capres-ca-wapres PDIP
ini, bukan karena meminta jabatan atau imbalan lainnya,
namun karena berdasar-kan pertimbangan-pertimbangan bahwa
Mega telah menunjukkan diri sebagai nasionalis sejati de-ngan
PDIP-nya.
''Oleh sebab itu, perkenankan saya atas nama civitas dan
aktivis PDS
menyampaikan dukungan penuh atas pencalonan Ibu Megawati
Soekarnoputri dan KH Hazim Muzadi untuk menjadi Pre-siden
dan Wakil Presiden RI tahun 2004-2009. Segenap jajaran Partai
Damai Sejahtera, akan mendukung upaya sukses pasa-ngan ini
pada kampanye dan pe-milihan presiden nantinya,'' tegas
Ruyandi yang disambut aplaus.
Sementara itu, Megawati saat membalas pidato politik Ruyandi,
mengawali dengan kata "Syaloom" bagi warga PDS
yang memenuhi gedung Sarbini, kemarin. Tentu saja, kata
yang bermakna ''Salam damai sejahtera'' itu, langsung
dibalas balik warga PDS dengan kata yang sama ''Syaloom''.
Mega sendiri dalam pernyataan-nya mengatakan, sangat gembira
bahwa hari ini (kemarin, red) dide-klarasikan antara PDIP
dan PDS, untuk saling mendukung. "Antara PDI Pejuangan
dengan PDS ba-nyak hal yang sempat saya pikir-kan dan juga
kami rasakan ber-sama," ungkap Mega yang disam-but
gegap gempita dari para hadirin.
Selanjut Mega mengatakan, dari nama sebenarnya apa yang
dilaku-kan PDS tak berbeda dengan PDI Perjuangan. "Ketika
saya diangkat menjadi ketua umum partai, keti-ka itu juga,
saya katakan pada war-ga PDI Perjuangan bahwa
perjua-ngan kita ke depan untuk membe-rikan makna kepada
bangsa ini, bagaimana kita berdemokrasi. Dan dalam perjuangnnya,
kita anti- kekerasan," jelas Mega.
Mega mengatakan, mata hati rakyat itu tidak sembunyi, dan
mata hati rakyat yang akhirnya bicara. "Mereka akan
melihat dengan mata, telinganya, pancaindranya, dan setelah
itu akan diramunya di dalam hati mereka, siapa yang akan
men-jadi pemimpin nasional di masa datang," beber Mega.
M (HK/IM)
|