Banner 120X90

Bangun Gereja Dipersulit, Ruyandi 'Curhat' ke Mega

Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Ruyandi Huta-soit, mewakili kalangan minoritas 'curhat' terhadap Ketua Umum PDIP yang juga Presiden RI, Mega-wati Soekarnoputri. Ruyandi me-nyatakan bahwa sampai saat ini masalah
diskriminasi atas kelom-pok minoritas masih terjadi. Salah satunya, pembangunan rumah iba-dah (gereja) kaum minoritas yang masih dipersulit di sejumlah tempat.

''Yang mengherankan, bahwa jauh lebih sulit membangun rumah ibadah daripada membangun panti pijat,'' tukas Ruyandi dalam pidato politiknya selaku Ketua Umum PDS dalam acara deklarasi mendukung pasangan Capres-Cawapres, Megawati dan Muzadi di Balai Sarbini, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Soal diskriminasi juga disam-paikan Ruyandi menyangkut di dalam pekerjaan dan karir. Menurutnya, dalam negara ini, semua warga memiliki hak yang sama dalam bekerja dan berkarir. ''Biarlah pertimbangan-pertimba-ngan SARA tidak
menjadi prioritas dalam soal promosi pekerjaan dan karier, tetapi didasarkan atas prin-sip meritokrasi yakni prinsip sendiri dan damai dengan lingku-ngan,'' ungkap Ruyandi yang men-dapat aplaus panjang hadirin yang ada.
Selain itu, Ketum PDS ini juga mengusung soal harapannya me-nyangkut perlakuan terhadap ke-lompok keturunan Tionghoa, yang masih tetap dimintakan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) dalam pengurusan passport. ''Kendati sebagian dari mereka, ironisnya adalah pahlawan bagi bangsa ini.''

Pada bagian ini, katanya, PDS hanya ingin mengingatkan lagi, komitmen kebangsaan yang selalu didengungkan para founding fathers bangsa, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Pemberantasan korupsi juga turut di-sentil Ruyandi. Poin selanjutnya, PDS mengha-rapkan nantinya, keadilan diuta-makan dalam

proses pembangu-nan. ''Kami ingin menyampaikan bahwa keberpihakan kepada rakyat banyak dalam upaya men-sejahterakan mereka, seakan ter-abaikan waktu-waktu belakangan ini. Banyak kebijakan yang lebih melayani kepentingan kelas mene-ngah ke atas. Demikian juga masa-lah disparitas wilayah timur Indonesia dan barat. Kiranya masalah-masalah keadilan sema-cam ini, juga menjadi aksentuasi kebijakan presiden dan wakil presiden kita ini kelak bila terpilih nantinya,'' kata Ruyandi yang mengenakan jas ungu warna khas PDS.
Kemudian isu lain yang diusung, mengenai hak asasi manusia, khu-susnya dalam hal persamaan warga negara di hadapan hukum. Katanya, hukum sering dikorbankan bila ber-hadapan dengan pemegang kekua-saan atau pun pemegang keuangan (penguasa dan pengusaha), tetapi sering sangat tegas bila menyangkut rakyat kecil. ''Masalah ini, pada masa yang akan datang sangat perlu diberi perhatian serius untuk tidak melu-kai hati rakyat banyak, dan untuk lebih menghormati hukum sebagai payung seluruh proses politik.'' Ruyandi mengatakan, ini adalah harapan-harapan ke depan dari PDS dan warga jika nantinya Mega dan Hasyim terpilih nanti. PDS sendiri, katanya, secara resmi me-nyatakan mendukung capres-ca-wapres PDIP ini, bukan karena meminta jabatan atau imbalan lainnya, namun karena berdasar-kan pertimbangan-pertimbangan bahwa Mega telah menunjukkan diri sebagai nasionalis sejati de-ngan PDIP-nya.
''Oleh sebab itu, perkenankan saya atas nama civitas dan aktivis PDS

menyampaikan dukungan penuh atas pencalonan Ibu Megawati Soekarnoputri dan KH Hazim Muzadi untuk menjadi Pre-siden dan Wakil Presiden RI tahun 2004-2009. Segenap jajaran Partai Damai Sejahtera, akan mendukung upaya sukses pasa-ngan ini pada kampanye dan pe-milihan presiden nantinya,'' tegas Ruyandi yang disambut aplaus.

Sementara itu, Megawati saat membalas pidato politik Ruyandi, mengawali dengan kata "Syaloom" bagi warga PDS yang memenuhi gedung Sarbini, kemarin. Tentu saja, kata yang bermakna ''Salam damai sejahtera'' itu, langsung
dibalas balik warga PDS dengan kata yang sama ''Syaloom''.
Mega sendiri dalam pernyataan-nya mengatakan, sangat gembira bahwa hari ini (kemarin, red) dide-klarasikan antara PDIP dan PDS, untuk saling mendukung. "Antara PDI Pejuangan dengan PDS ba-nyak hal yang sempat saya pikir-kan dan juga kami rasakan ber-sama," ungkap Mega yang disam-but gegap gempita dari para hadirin.

Selanjut Mega mengatakan, dari nama sebenarnya apa yang dilaku-kan PDS tak berbeda dengan PDI Perjuangan. "Ketika saya diangkat menjadi ketua umum partai, keti-ka itu juga, saya katakan pada war-ga PDI Perjuangan bahwa
perjua-ngan kita ke depan untuk membe-rikan makna kepada bangsa ini, bagaimana kita berdemokrasi. Dan dalam perjuangnnya, kita anti- kekerasan," jelas Mega.

Mega mengatakan, mata hati rakyat itu tidak sembunyi, dan mata hati rakyat yang akhirnya bicara. "Mereka akan melihat dengan mata, telinganya, pancaindranya, dan setelah itu akan diramunya di dalam hati mereka, siapa yang akan men-jadi pemimpin nasional di masa datang," beber Mega. M (HK/IM)

     

 


FastCounter by bCentral