Banner 120X90

 

Impoten karena Stres Pekerjaan

Jika kita betul-betul tidak menikmati stres yang muncul dalam kehidupan sebagai tantangan, stres itu akan menekan dan mempengaruhi kekebalan tubuh dan mental, juga tingkat-tingkat energi serta keadaan pikiran kita sehingga mempengaruhi mutu kehidupan. Persaingan ketat di arena pemasaran produk sudah sangat ketat. Bayangkan, dari satu jenis barang saja, seperti pasta gigi, kita melihat sudah berapa banyak merek yang beredar dan betapa ketat persaingan harga yang dipasang.

Yadi (bukan nama sebenarnya) terkenal sebagai top sales yang luar biasa. Bagaimana tidak? Sebagai orang muda yang dinamis, pekerjaan jadi sales sudah dia lakukan sedari duduk di perguruan tinggi, ketika ia banyak memasarkan barang kebutuhan harian yang mudah laku pada teman-teman kuliahnya.
Sampai saat ini, dia sudah malang melintang di dunia pemasaran hampir separo umur hidupnya yang sudah mencapai kepala empat.

Seperti kata pepatah, "Semakin tinggi kita berada, semakin keras angin bertiup." Nah, pepatah itu yang sekarang Yadi alami dalam hidupnya.

Dulu Yadi hanya seorang anak buah. Seandainya target pemasaran tidak dicapai, ada manajer yang akan menutupi supaya pembukuan selalu beres dan target gol. Sekarang Yadi sudah menjadi general manager perusahaan eceran yang merajai pasar di seluruh pelosok kota maupun desa.

Sebagai bos, dia menikmati arti fasilitas yang diberikan perusahaannya, yaitu rumah di kompleks perumahan mewah serta mobil sedan yang siap dipakai dan terasa sudah menjadi milik sendiri walaupun di surat mobil tertera mobil milik perusahaan. Istri yang cantik, dua orang remaja putri yang terpenuhi segala keperluannya mewarnai kehidupan Yadi yang tampak berseri.

Kelelahan Pikiran

Belakangan ini, Yadi punya rahasia kecil di hati yang dia simpan sendiri. Kadang-kadang, tatkala dia bisa sampai di rumah di bawah jam sembilan malam, sesudah mandi dan makan malam yang sudah langka dilakukan di rumah mengingat jam keberadaannya di rumah hampir selalu larut malam, dia berusaha memberi nafkah batin kepada istrinya yang juga sudah jarang dilakukan. Badan dan pikirannya sangat lelah didera pemikiran untuk mencapai target-target pemasaran setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun yang harus selalu meningkat. Dalam rumus target pemasaran di perusahaan, tidak ada istilah menurun, semua harus selalu meningkat!

Kala dia berhubungan intim dengan istrinya, Yadi sering gagal disebabkan si "buyung" tidak mau diajak bekerja sama. Dia sama loyonya dengan badan Yadi yang kelelahan, dan pikiran Yadi yang selalu ke angka penjualan. Walaupun istrinya banyak maklum, sebagai laki-laki muda yang normal, diam-diam Yadi menyimpan rasa waswas, jangan-jangan aku sudah impoten. Demikian pikirnya!
Atas saran teman-teman dekatnya, Yadi mulai mengonsumsi vitamin tambahan untuk tujuan yang satu itu, bahkan sengaja titip-titip teman yang ke luar negeri untuk membeli obat atau vitamin yang lebih top, tetapi tetap saja belum mendatangkan hasil yang nyata. Yadi kecut juga menghadapi kenyataan itu, lebih-lebih kala pembukuan menunjukkan macetnya satu dua daerah sasaran andalan untuk produk tertentu karena target bukannya meningkat, yang terjadi malah anjlok.

Yadi pun benar-benar merasa tidak berdaya, terakhir berhubungan intim dengan istrinya yang mulai berkomentar. "Lho, umur belum setengah abad, kok sudah loyo tidak bisa dipakai." Kata-kata istrinya itu selalu bergema di relung hati Yadi membuatnya bertambah frustrasi.

Teman-temannya menyarankan untuk mencobanya metode pamungkas yang mereka rasakan cukup efektif, yaitu mencoba berhubungan dengan "perempuan lain". Mereka berpendapat ada kalanya kalau dengan yang di rumah karena bosan jadi tidak bisa, tetapi dengan orang baru mungkin bisa. Tetapi, Yadi adalah figur suami setia, dia tidak setuju dengan metode teman-temannya.
Bagaimana mungkin, tanyanya dalam hati juga kepada teman-temannya, dengan istri yang aku cintai saja tidak bisa, apalagi dengan orang lain. Tetapi, karena sudah dicoba segala macam obat dan vitamin tetap saja tidak berfungsi, suatu hari Yadi belajar dari teman-temannya untuk sekadar "mencoba jajan" rasa kikuk dan rasa bersalah menambah frustrasinya.

Yang terjadi mereka hanya ngobrol ke kiri ke kanan dan Yadi memberi sejumlah uang kepada gadis muda tersebut, dan pulang dengan kepala yang lebih berat dari biasanya. Ternyata dengan perempuan lain pun dia gagal.
Ya, impotenlah aku ini, demikian jerit Yadi dalam hati dengan sedih dan putus asa.

Impoten karena Stres

Mengapa gairah seks menurun atau bahkan hilang, banyak penelitian membuktikan bahwa keluhan impoten dari seseorang bukan disebabkan oleh masalah dari organ seks itu sendiri, tetapi lebih banyak faktor penentunya, yaitu pikiran yang diistilahkan dengan kata "stres".

Banyak laki-laki yang hilang kejantanannya saat melakukan hubungan seks dikarenakan beban pikiran akibat pekerjaan yang membutuhkan pemikiran yang kuat dan rumit yang menenggelamkannya ke dalam frustrasi yang berkepanjangan.

Ya, tidak disangkal lagi para suami menjalani kehidupannya sebagai kepala rumah tangga yang harus bertanggung jawab akan kebutuhan keluarganya, sudah sewajarnya mereka berusaha untuk selalu maju dalam jenjang prestasi.
Maka ada ahli yang mengatakan, "Di mana kekuatan dan kenikmatan seks yang sesungguhnya? Beliau menjawab bahwa itu semua ada dalam otak yaitu pikiran."
Begitu juga Suardi Tanu dalam bukunya mengatakan, "Pikiran adalah awal Kebahagiaan."

Bukan rahasia lagi, banyak kasus impoten seorang suami terjadi hanya pada pasangan resminya, yaitu istri. Tetapi dengan orang lain tetap bisa, dan merasa baik-baik saja tidak ada masalah. Kenapa bisa terjadi seperti itu?
Tentu saja jawabannya juga sederhana, yaitu karena pikirannya, bukan karena organ seksnya!

Kesimpulannya adalah pikiran yang menentukan segalanya, jika pikiran tenang bahagia menciptakan hal-hal positif, segalanya pun bisa berjalan dengan lancar.

Menata Pikiran dengan Relaksasi
Dalam era globalisasi, kebutuhan akan kualitas sumber daya manusia dirasa semakin meningkat, volume, dan irama kerja yang cepat dan padat serta pencapaian target yang tepat, menuntut kemampuan penyesuaian diri yang prima dan dituntut secara optimal guna menjawab tuntutan zaman.

Nah, salah satu alternatif untuk mencapai itu adalah dengan rilaksasi pikiran. Dengan Rileksasi pikiran gelombang otak bisa mencapai keadaan alfa. Keadaan itu bisa dilatih sendiri dengan meditasi, tahannut, yoga, olah napas, dan hipnosis dan sebagainya.

Relaksasi terjadi bila badan kasar (tiga unsur jiwa) istirahat, maksudnya otak tidak berpikir atau memerintah badan.
Tiga unsur jiwa tersebut, yaitu alat gerak (otot), alat cerna (usus, paru), dan nalar. Berarti kalau keadaan tenaga luar istirahat. Keadaan itu pada periksaan menggunakan mesin EEG (Elektro-Ensefalo-Grafi) terlihat dominannya irama alfa. Yaitu irama setengah lingkaran (sinusoid, tumpul) dengan frekuensi antara 8-12 siklus per detik.

Nah, dengan membiasakan diri relaks, seluruh organ dan hormon- hormon bekerja optimal terutama endorfin (morfin alami tubuh) yang bisa menaikkan ambang batas rasa sakit atau ketidaknyamanan membuat tubuh terasa bugar nyaman dan perasaan bahagia bisa muncul dari tubuh yang sehat.

Relaksasi Sederhana
Duduk atau berbaring di tempat yang nyaman bisa di rumah atau kantor, buatlah keadaan senyaman mungkin dengan memberi tahu teman dan mematikan dulu hand phone (Hp) dan telepon meja, kendorkan ikat pinggang dan bukalah jam tangan, sehingga keadaan Anda lebih santai dan siap untuk relaksasi dengan urutan sebagai berikut.

1. Tarik napas dalam yang panjang dengan santai sambil menarik pundak ke arah atas, dan embuskan perlahan lepas sambil turunkan pundak dan lemaskan seluruh otot, lakukan tiga sampai delapan kali untuk merilakskan badan Anda.

2. Telapak tangan taruh di pangkuan, bila posisi duduk, kemudian kepala ditaruh di pundak kanan dengan lembut pindahkan kepala Anda sampai terletak di bahu kiri dan tahan beberapa saat, sehingga Anda merasakan tarikan otot di bahu dan leher lakukan sampai delapan kali hitungan.

3. Sekarang relakskan pikiran Anda dengan memandang fokus pada satu titik pandang yang lurus dengan pandangan Anda, sambil terus bernapas biasa yang santai (jangan dipaksa untuk bernapas panjang). Setelah dirasa pikiran Anda mulai santai dan pandangan mulai nanar karena mata ingin dipejamkan, tutuplah mata Anda sambil niatkan dalam batin, "Saya masuk dalam keadaan relaks yang damai dan rasa nyaman tercipta untuk dinikmati, membuat seluruh tubuh terasa nyaman dan pada saat saya mengakhiri relaksasi itu dengan membuka mata, sehingga rasa segar dan bahagia akan memenuhi sanubari saya."

4. Selesai menjalankan relaksasi, bukalah mata Anda dan renggangkanlah badan, sehingga otot-otot menjadi lebih nyaman dan siap untuk kembali melakukan aktivitas.

Secara keseluruhan, rangkaian relaksasi itu membutuhkan waktu antara 10 sampai 15 menit. Itu semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu yang anda punya, yang penting lakukan relaksasi itu dengan santai dan nyaman pada situasi dan kondisi yang bisa menunjang pelaksanaannya, dan musik relaksasi yang saat ini banyak di pasaran dan bisa digunakan untuk memperlancar jalannya kenyamanan dan menimbulkan rasa bahagia dan damai pada saat mendengarkannya.

Semoga Anda tetap menjadi top ranking dalam karier, diiringi kesuksesan dalam berhubungan intim dengan pasangan menjadikan Anda pribadi dinamis yang sehat bahagia, dan kebahagiaan itu memancar untuk diberikan pada orang-orang di sekitar Anda, sehingga dunia pun siap merespons positif sikap Anda.

LIANNY HENDRANATA

     

 


FastCounter by bCentral